
Happy Readingā¤
Di depan gerbang sekolah terlihat pria tampan tengah bersandar di bodi mobil,tampilan keren dengan kemeja yang di buka beberapa atas kancing dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya membuatnya menjadi sasaran tatapan lapar para ibu-ibu siswa yang juga tengah menjemput anak-anaknya.Mereka menatap kagum pada pria itu.
Pria itu adalah Rey yang menunggu dengan sabar,sesekali pria itu melihat jam di pergelangan tangannya hingga bel berbunyi nyaring pertanda pembelajaran telah usai.
Sorak sorai anak-anak yang keluar dan berhambur kepelukan orang tuannya begitu juga dengan bocah laki-laki yang berlari dengan bersemangat kearah papanya.
"Papa."Bocah laki-laki berlari mendekat pada papanya yang menyambut dengan uluran tangannya.
"Boy,kau semakin berat saja."ucap Rey terkekeh saat menggendong putra kesayangannya ini.
Alex mencebik menatap papanya. "Papa menjemputku?"tanya bocah itu pasalnya tidak biasanya papanya ini datang menjemputnya langsung karena biasanya hanya pak supir yang menjemputnya selama ini.
"Papa merindukan putra kesayangan papa lah,makanya papa datang menjemputmu. Ayo kita pulang dan kau bisa mengetahui nani barumu itu."
Rey membuka pintu mobil untuk putranya lalu kembali memutari badan mobil.Mobil melaju dengan kecepatan sedang ,Rey melirik ke arah sampingnya melihat putranya yang sibuk memainkan game di ponsel milik Rey.
"Oh ya boy bagaimana sekolahmu hari ini?"tanya Rey yang menoleh sesekali pada Alex di sampingnya.
"Biasa saja!"jawab Alex cuek,Rey menghela nafas melihat putranya yang terlihat malas.
__ADS_1
"Emm....soal mama Nadia...."
"Tante jelek itu bukan mamaku! dan Alex tak ingin punya mama sepertinya!"potong Alex dengan raut wajah tak suka lalu memalingkan wajahnya menatap kearah luar jendela.
"Boy , setidaknya berikan tante Nadia kesempatan."ucap Rey lembut yang tak di tanggapi oleh putranya.
Rey menghela nafas lelah,membujuk Alex tidaklah semudah memenangkan tender besar yang biasa ia dapatkan.
Setelah cukup lama mobil memasuki area pekarangan rumah besar yang di yakini sebagai hunian Rey, kedua pria berbeda usia itu berjalan memasuki rumah dengan para pelayan yang menunduk saat berpapasan dengan majikannya.
"Hey,ada apa?kenapa kau berhenti?"Rey melihat langkah putranya yang berhenti dan menatap kearah dapur dengan mimik wajah seakan tengah berfikir keras.
Alex menoleh pada papanya dan menurut ,bocah kecil itu memasuki kamarnya meninggalkan papanya yang masih berdiri di tempatnya.
Rey juga menatap kearah dapur,dari tempatnya berdiri ia dengan jelas bisa mencium aroma lezat yang berasal dari dapur.Dengan langkah pelan pria tampan itu memasuki area dapur hingga pandangannya tertuju pada punggung seorang wanita yang saat ini tengah berkutat dengan peralatan dapur.
Cukup lama Rey berdiri di sana hingga Seto datang menghampirinya.
"Tuan ,apa ada yang anda butuhkan?"tanya ketua pelayan itu menunduk.
Rey menatap kepala pekayannya lalu mengedihkan dagunya pada sosok yang masih memunggunginya itu.
__ADS_1
Mengerti akan maksud tuannya Seto menatap Lena yang masih sibuk membuat makanan.
"Dia nona Delena tuan,nani baru tuan muda Alex."jelas Seto,Rey mengangguk sebagai respon.
"Lalu kenapa dia memasak?"
"Oh itu,nona Lena bertanya makanan yang di sukai oleh tuan muda dan nona Lena memutuskan akan membuatkan makanan sendiri untuk tuan muda Alex tuan."
Setelahnya Rey keluar dari dapur dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Saat akan membuka hendel pintu terdengar notifikasi di ponselnya dan setelah membukanya tertera penggunaan uang yang pastinya saat ini tengah di gunakan oleh kekasihnya.
Tak mempermasahkan itu Rey kembali melanjutkan langkahnya,duduk di tepi ranjang dengan mata terpejam.Tatapannya berubah sendu saat melihat sebuah bingkai foto besar dimana gambar wanita cantik dengan senyum manisnya menatap kearah kamera.
"Sayang ,apa keputusanku ini sudah tepat? tapi anak kita terlihat sangat tak menyukai Nadia."gumam Rey lirih.Sudut mata pria itu tergenang saat mengingat setiap kenangan kebersamaan dengan sosok yang sangat di cintainya dan juga sosok yang meninggalakn dirinya dan Alex sesaat setelah melahirkan anak mereka.
"Kau bisa melihat kami di atas sana kan?Aku sangat merindukanmu Alice."
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Like like like man temanš
__ADS_1