Air Mata Delena

Air Mata Delena
22


__ADS_3

Happy Readingā¤


Suasana sore hari terasa begitu menyenangkan dengan angin sore yang menerpa wajah Lena ,saat ini Lena sudah berada di kediaman Cakrawala.


Delena dapat bernafas lega untuk saat ini, berhasil lepas dari kejaran suaminya. Lena berharap semoga saja suaminya itu dapat melepaskannya dan fokus saja pada istri keduanya.


Puas menikmati udara di sore hari p,Lena kembali masuk untuk melihat pria kecilnya yang tertidur.


Saat pintu terbuka Lena melihat bocah yang tengah duduk dengan mata menyipit menandakan jika Alex baru saja bangun dari tidurnya.


"Hoamm....mama dari mana? Alex kira mama pulang lagi."ucap bocah laki-laki itu dengan suara khas baru bangun tidur.


"Mama di sini sayang,sekarang ayo mandi."Lena masuk kedalam kamar mandi dan menyiapkan air untuk Bocah laki-laki itu.


Setelah memastikan semuanya selesai Lena keluar dan masih mendapati Alex yang berada di atas ranjang seolah enggan untuk bernjak dari sana.


"Loh kok belum turun?"tanya Lena lembut menghampiri ranjang.


"Ma mandiin."rengek Alex merentangkan kedua tangannya ingin di gendong.


Lena terkekeh kecil melihat Alex dengan bibir maju beberapa centi namun Lena ikut mengulurkan tangannya dan mengendong Alex ala baby koala.


Memasuki rumah besar itu, Rey mengedarkan pandangannya.


"Tumben,kemana putraku?" batinnya saat tak melihat batang hidungnya.


"Dimana putraku?"Rey bertanya pada seorang pelayan yang kebetulan melewatinya.


"Tuan muda kecil berada di kamarnya bersama nona Lena tuan."jawab pelayan itu menunduk lalu pergi.


Reymond hendak melangkahkan kakinya menuju kamarnya namun kakinya malah melangkah menuju kamar putranya berada.


"Apa menyenangkan?"Lena memercikan air di bathup pada tubuh Alex begitu juga dengan Alex yang juga ikut-ikutan hingga Lena terlihat basah oleh ciptratan air.

__ADS_1


"Hu'um, mama mulai sekarang mama temani Alex tidur ya."pinta bocah laki-laki itu mendongak menatap wajah Lena yang tersenyum.


"Iya, mama akan menemanimu dan membacakan dongeng untuk putra mama yang tampan ini."Lena mencubit hidung mancung Alex.


"Yeyy mama yang terbaik."Alex dengan cepat mengecup pipi Lena memamerkan deretan giginya yang terlihat renggang karena ompong namun terlihat sangat menggemaskan di mata Lena.


Tanpa keduanya sadari di balik pintu sana Rey mendengar obrolan mereka.Dimana putranya yang terlihat begitu senang membuat rasa bersalah hinggap karena selama ini tak memikirkan putranya yang begitu membutuhkan sosok seorang ibu juga dengan rencana yang akan melibatkan Delena dalam masalah dirinya dan semua berawal dari ulah ibunya yang terus menekannya untuk segera menikah.


Rey masih berdiri di balik pintu hingga saat mendengar suara pintu hendak di buka Rey cepat-cepat berlari dan duduk di sofa kamar putranya.


Ceklek.


Delena keluar dengan Alex yang berada di gendongannya menggunakan handuk kimononya.


Lena berjalan menuju ranjang dan mendudukan Alex lalu melangkah menuju lemari mencari pakaian untuk Alex hingga memakaikan pakaian ,Alex anteng saja merasa tak malu walau wanita yang ia anggap sebagai mamanya itu melihat burung pipitnya.


Rey melipat bibirnya dari ujung ruangan yang masih dapat melihat keduanya ,Alex yang biasanya akan mengamuk jika di mandikan dengan alasan malu tapi ini, bahkan putranya itu dengan percaya dirinya memperlihatkan barangnya yang masih kecil.


"Dasar keturunanku."batin Rey menggelengkan kepalanya merasa geli.


"Mama akan ganti baju di kamar mama sendiri saja Lex."ucap Lena setelah menerima paper bag dan melihat isinya berisi daster selutut dengan karakter hello kity ,sangat imut menurutnya.


"Mama ganti baju di kamar Alex saja , biar Alex yang keluar."bocah laki-laki itu melesat pergi, setelah sampai di luar Alex dengan jailnya mengunci dengan senyum tipisnya.


Alex berlari dengan senyum riang membayangkan pria yang duduk di pojok kamarnya berada satu ruangan dengan mamamya.


Pria kecil itu tentu sudah menyadari akan kehadiran papanya namun pura-pura tak melihat.


Delena melihat kepergian pria kecilnya dan mulai menanggalkan pakaiamnya membuat pria yang berada di rungan yang sama melotot tajam lalu dengan cepat memalingkan wajahnya yang tiba-tiba terasa panas.


Rey tak sepenuhnya memalingkan pandangannya karena dari pantulan cermi ia juga dapat melihat aktivitas wanita itu.


Lena selesai mengganti pakainnya namun saat akan membalikan tubuhnya Delena terkejut bukan main saat melihat pria dengan tubuh tinggi berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


Otak Lena terasa berputar. Sejak kapan pria itu ada di sana? Dan tunggu.Apa pria itu tadi melihatnya.


Lena menutup mulutnya membayangkan hal memalukan yang berada dalam otaknya.


Ehem.


Rey berdehem saat melihat wanita di depannya yang terlihat sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Eh tuan, sejak kapan anda berada disini?"tanya Lena langsung.


"Apa pemtingnya itu, Aku kesini untuk bertemu dengan putraku, dimana dia?"tanya Rey ,padahal ia tau pasti jika putranya sudah keluar dari kamarnya.


"Tuan muda kecil sudah keluar dari kamar tuan."Lena meremat kedua sisi dasternya merasa tak nyaman berada di ruangan hanya berdua.


"Saya keluar dulu."Delena buru-buru melangkahkan kakinya namun tubuhnya menegang saata sudah beberapa kali gagang pintu tak bisa di buka.


Rey yang melihat itu mendekat mengambil alih namun tetap tak bisa.Satu yang ada dalam fikiran pria itu saat ini.


Putranya tengah mengerjainya.


"Anak itu."guman Rey menghela nafas berat.Rey menatap wanita yang masih berdiri di sampingnya.


"Alex mengunci pintu kamar dari luar."ucap Rey berjalan kembali menuju ranjang dan duduk di sana.


Lena melotot tak percaya,lalu bagaimana ia bisa keluar dari kamar ini.Melihat tuan Rey yang tampak santi dengan ponsel di tangannya, Lena tak berani beranjak barang sedikit dari sana.


"Kemarilah ada yang ingin ku katakan!" Rey melihat Lena yang enggan. "Ini berhubungan dengan Alex."lanjutnya.


Delena menoleh menatap Rey yang balas menatap dirinya.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


Like komen votenya man teman.


__ADS_2