Air Mata Delena

Air Mata Delena
24


__ADS_3

Happy Reading❤


Di singapore seorang wanita cantik dengan body semampainya tampak berpose dengan berbagai gaya, pakaian minim bahan melekat indah di tubuhnya.


Selesai dengan sesi foto wanita cantik itu duduk di meja riasnya menatap pantulan wajahnya di depan cermin.


Ceklek


Pintu terbuka membuat senyum Nadia tertarik lebar menyambut hangat uluran tangan pria tampan yang sejak tadi menemaninya saat sesi pemotretan.


"Honey kau sungguh cantik sekali hari ini."Seorang pria tampan menarik pinggang ramping Nadia dan merengkuhnya erat.


Nadia tersenyum manja menatap pria yang memeluknya mesra,Nadia mengalunngkan kedua tangannya pada leher pria itu.


"Aku memang cantik sayang, makanya kau tergila-gila padaku."ucap Nadia percaya diri dengan pria itu yang terkekeh mendengar ucapan wanitanya.


"Ya ya kau memang cantik may honey."


"Oh ya kapan kau akan membuang pria sialan itu."terdengar nada tak suka saat mengucapkannya.


Nadia menangkup kedua sisi wajah pria yang sudah lama menemaninya.


"Bersabarlah Albert, tidak mudah untuku bisa masuk kedalam kehidupan Reymond. Setelah semua menjadi milik kita aku akan segera meninggalkannya hmm."Nadia mencoba merayu kekasihnya yang terlihat merajuk.


"Kau percaya kan padaku."Nadia berkata dengan lembut lalu mengecup kilas bibir Albert.


Albert tersenyum membalas dengan senang hati. "Kau selalu mengerti aku honey."Albert melirik ruang rias dan Nadia mengerti akan tatapan itu.


"Kau bisa bermain sepuasmu sayang, lakukanlah!"ucap Nadia dengan nada menggoda.


Tak membutuhkan waktu lama Albert dengan tak sabaran mengangkat tubuh Nadia membawa ketempat dimana ia bisa mendapat kan kesenangannya.


Di ruangan itu kegiatan panas terjadi antara kedua manusia yang bahkan seolah tak perduli jika ada yang akan datang.Nadia yang begitu merindukan sentuhan membuatnya terbuai dengan setiap perlakuan manis kekasihnya itu.

__ADS_1


Arrhhh ini sungguh nihhkmat honey."racau Albert yang tak menghentikan hentakannya.


Nadia tersenyum mendengar setiap pujian yang Albert lontarkan, Nadia berbangga hati tentu merasa berada di atas angin karena dengan tubuhnya ini ia juga yakin jika Reymond sudah berpaling padanya.


🍒🍒


Hari mulai berganti menjadi minggu , Delena menjalankan aktivitas seperti biasanya. Alex , bocah itu semakin lengket dengan Lena namun sesuatu mengganggu fikiran Lena mengenai masalah perceraiannya yang sampai saat ini belum juga di kabulkan bahkan pihak pengadilan seperti tengah mempersulit perkara itu.


Delena menghela nafas panjang. "Apa yang harus ku lakukan."gumam Lena setelah kesekian kalinya sidang perceraiannya di tunda.


"Apa ini ada kaitannya sama mas Aldi, tapi mas Aldi tau dari mana?"batin Lena bertanya-tanya.


Di saat Lena tengah pusing dengan masalahnya, Rey yang melihat itu tersenyum karena sebentar lagi wanita itu akan menyerah.


"Wanita keras kepala! jika bukan karena mama aku malas sekali harus melakukan ini."batin Rey menghembuskan asap rokok dengan pandangan menatap luar jendela.


...


Alex saat ini tengah bermain dengan mainan legonya namun melihat wanita yang ia anggap sebagai mamanya terlihat melamun pria kecil itu menghampiri hingga kesadaran Lena kembali.


Lena tersenyum hangat pada pria kecilnya itu,diusapnya lembut kepala Alex.


"Mama tidak apa-apa sayang, hanya memikirkan butik saja saat ini."ucap Lena.


Ya setelah hari itu,Rey benar-benar menepati ucapannya dan Lena tak bisa menolak karena Alex juga menginginkannya untuk mengelola butik itu.


Bocah tampan itu memganggukan kepalanya tanda mengerti akan ucapan Lena.


"Apa mama nanti malam lembur lagi?"tanya Alex


Delena mengela nafas memang akhir-akbir ini kesibukannya begitu banyak hingga malam pun Lena masih harus melembur terlebih masalah perceraiannya yang membuat kepalanya serasa mau pecah karena tak juga mendapatkan titik terang.


"Maaf sayang, mama akhir-akhir ini sibuk hingga mengurangi waktu untukmu."ucap Lena dengan penuh sesal.

__ADS_1


"Tak apa mom, Alex mengerti kalo mommy sangat sibuk."


Lena tersenyum mendengar ucapan pria kecilnya yang seperti orang dewasa itu.


Derap langkah kaki terdengar, Lena yang saat itu tengah membereskan mainan Alex di ruang tengah mengalihkan tatapannya pada sosok pria jakun yang betdiri tak jauh darinya.


Len memgangguk sebagai tanda hormat kembali melanjutkan legiatannya, merasa terus di awasi Lena kembali menatap tuannya yang saat ini tengah menundukan dirinya di sofa singgel.


"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?"tanya Lena sopan walau ia sebenarnya merasa rusih.


"Ini soal kesepakatan tempo hari, saya tau kamu mengalami kesulitan masalah percerainmu dan untuk yang terakhir saya mengajukan surat ini."


Rey melemparkan map di atas meja dengan gaya angkuhnya.


"Waktumu wanya sampai besok pagi, jadi pikirkan baik-baik."ucap Rey yang langsung mekangkahkan kakinya menuju kamar meninggalkan Lena yang mematung di tempatnya.


Di ambilnya map itu ,Lena menghela nafas panjang.Ia ingin sekali agar permasalahannya cepat selesai tapi menyetujui rencana tuannya juga akan membawanya kedalam masalah baru nantunya,sunguh Len merasa pusing saat ini.


Singkat waktu.


Sore hari Lena pergi ke butik miliknya yang semakin hari terlihat semakin ramai,ruko yang awaknya berukuran sedang kini mulai melebar dan Lena juga memiliki pelangan tetap.


Wanita dengan senyum manis itu memasuki toko menyapa kariawannya dengan ramah begitu juga dengan pengunjung yang merasa betah karena pelayanannya yang di rasa memuaskan.


Degh


Delena yang hendak berjalan menuju kamarnya menghentikan langkahnya saat tak sengaja mengdengar percakapan antara dua orang di sana.


Tangan Lena mengepal saat melihat pasangan yang membuatnya muak terlebih dengan ucapan yang keluar dari bibir pria yang masih menjadi suaminya.


......


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


Sory guys lama update nya.


__ADS_2