
Happy Readingā¤
Di sebuah aparteman mewah Rey mendatangi kekasihnya yang sebelumnya meminta dirinya untuk datang.Rey mengiyakan ajakn kelasihnya itu.
Di perjalanan menuju apartemen telfon masuk dari orang suruhannya mengenai surat mendiang istrinya.
Saat Rey datang Nadia dengan berurai air mata berhambur memeluk tubuh kekar pria tampan itu.
Rey menatap datar, selama ini ia sungguh tak pernah menyimpan rasa secuilpun pada wanita yang tengah menangis memeluknya dari belaang ini. Bahkan segala tinggak laku Nadia di belakangnya Rey tau namun pria itu tak ambil pusing dan membiarkannya karena Rey juga menggunakan Nadia sebagai bahan pelampiasan naf**nya.
"Rey, apa kau tak ingin mengakui anak ini? " Nadia semakin mengeratkan pelukannya saat tangan kekar Rey mencoba melepaskan belitan tangan itu.
"Lepaskan tanganmu!"suara Rey terdengar datar.
Nadia tak mengindahkan, baginya ucapan Rey saat ini karena pria itu lagi banyak masalah.
"Tidak sayang, aku tau kau saat ini pasti sedang ada banyak masalah kan? Aku mengerti itu tapi aku hanya ingin kau mengakui anak ini."ucap Nadia.
Rey membalikan tubuhnya hingga pelukan Nadia terlepas begitu saja.
"Apa maumu?"tanya Rey dingin.
"Aku ingin kita segera menikah Rey."jawab Nadia.
__ADS_1
"Kau tau kenapa selama ini aku menerimamu? Itu karena istriku,Istriku memintaku untuk menjadikanmu sebagai pengganti untuknya."jelas Rey.
Wajah Nadia memerah ,ia tak terima dengan ucapan Rey yang selama ini hanya menjadikannya sebagai pelarian.Nadia akui jika permintaan mendiang istri Rey juga ada campur tangan dirinya namun saat mendengar secara langsung Nadia seakan kalut membuatnya secara tak sadar mengucapkan kata-kata yamg membuat Rey panas.
"Alice Alice Alice, wanita itu kenapa kau masih mengingatnya Rey? Apa hanya ada wanita itu dalam hatimu hah? Ingat Rey dia sudah mati!"Nadia menatap dengan wajah memerah.
"Jaga ucapanmu NADIA!"Tekan Rey menatap tajam Nadia.
Nadia tertawa miris , susah payah selama dua tahun ini ia mengambil hati pria ini tapi nama Alice begitu tak mudah untuk ia singkirkan.
"Ck , Wanita ****** itu ....."Belum sempat Nadia mepanjutkan ucapannya , lehernya terlebih dulu di cekik kasar oleh Rey yang begitu nampak amarah di kedua bola mata duda tampan itu.
"Le-Lepaskan"Nadia berusaha untuk melepaskan cemgkraman yang semakin menguat namun tak bisa.
"Rey, kau jangan gila."wanita hamil itu terasa sulit untuk bernafas.
"Kau salah mencari perkara denganku !"senyum mengrikan tercetak di sudut bibir Rey membuat Nadia bergidik ngeri.
Tubuh Nadia semakin memundur seiring dengan dorongan dari tangan kekar yang masih mencengkram erat.
"Rey, ingat ada calon anak kita di dalam sini."ucap Nadia berusaha mengembalikan kesadaran pria tampan yang tengah di kuasai oleh amarah.
Rey tertawa mendengar ucapan Nadia. "Ck kau pikir aku percaya dengan ucapan wanita sepertimu hah?"Rey melepaskan cengkraman tangannya kasar hingga tubuh Nadia terjatuh di atas sofa.
__ADS_1
"Wanita pemain sepertimu tak ubahnya seorang ****** di mataku, Ck soal anak itu aku yakin dia bukan miliku."Tekan Rey tertawa mengejek menatap Nadia yang melebarkan matanya.
Dari mana Rey tau tentangnya? Selama ini Nadia berfikir Rey tak tau apapun namun mendengar ucapan pria itu Nadia mengumpat, bagaimana bisa ia melupakan siapa sosok di depannya ini.
"Rey, ku mohon.Aku bukan seperti yang kau tuduhkan , anak ini benar milikmu percayalah padaku."ucap Nadia yang masih belum mau menyerah.
"A-Aku bersedia menjadi ibu sambung untuk putramu dan menerimanya seperti anakku sendiri Rey, ku mohon jangan seperti ini."pinta Nadi yang saat ini terduduk dengan memegangi kaki Rey.
Rey tersenyum sinis. "Ck aku tak akan sudi putraku memiliki ibu sepertimu! Dan satu lagi, jangan pernah kau menemuiku lagi!"
Rey pergi dari apartemen mewah yang ia belikan untuk Nadia meninggalkan wanita yang meraung tak terima dengan kejadian yang baru saja menimpanya.
Obsesi untuk menjadi nyonya besar Ckrawala pupus sudah, Nadia tak terima itu.
Nadia melempar semua barang hingga berserakan.
Sementara Rey yang saat ini duduk di mobilnya memejamkan matanya erat, satu masalah selesai.
"Alice, maafkan aku."gumam Rey yang begitu merasa bersalah pada memdiang istrinya karena ia percaya dengan sebuah surat yang baru Rey ketahui semua ulah dari Nadia.
"Arghhh ...Sialan!"maki Rey memukul stir mobil keras.Rey meluapkan amarahnya karena baru mulai menyelidiki soal surat itu.Andai ia tak larut dalam kesedihan atas kepergian istrinya itu dan cepat menyelidiki semuanya sedari awal ia tak akan sampai menghianati Alicenya.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
MINAL AIZIN WAL FAIZIN šMohon maaf lahir batin semua, semoga puasa kita selama sebulan di terima dan menjadi pribadi yang lebih baik lagiā¤