Air Mata Delena

Air Mata Delena
19


__ADS_3

Happy Reding❤


Malam ini Lena menginap di rumah besar Cakrawala,Lena kembali menina bobokan pria kecilnya setelah tadi terbangun karena lapar.Lena terus menatap wajah damai Alex yang melingkarkan tangan mungilnya di perut Lena.


Puas menatap wajah tampan itu , Delena mematikan lampu kamar menyisakan lampu tidur dan ikut menyusul mimpi indah Alex.


Di dalam rumah yang sama namun ruangan berbeda Pria tampan tampak berdiri di balkon kamarnya dengan rokok yang menemani malamnya, Rey kembali di buat pusing oleh mamanya saat baru saja menelfon dan memberinya teror.Rey mengacak rambutnya frustasi.


"Pokoknya mama gak mau tau Rey, Alex membutuhkan sosok ibu dan umur kamu juga udah tiga puluh tiga."


"Ma , pliss ....Rey masih belum bisa mah."


"Mama kasi kamu waktu tiga bulan atau kamu mama coret dari daftar anak mama!"


Pangilan terputus begitu saja saat Rey akan memberikan protes.


Rey menunduk melihat layar ponselnya setelah tak lama tadi mamanya menelfon.


"Aku bisa gila lama-lama jika begini. "Rey mematikan putung rokok dan melangkah menuju ranjangnya.


🍒🍒


Pagi hari Lena sudah berkutat di dapur dan menyiapkan keperluan Alex, Bocah laki-laki itu tampak sumringah menuruni anak tangga dengan seragam sekolahnya.


"Mama!"


Lena menoleh dan senyumnya mengembang melihat pria kecilnya tampak bahagia hari ini.


"Kau sepertinya senang sekali hari ini,beritau mama apa yang membuatmu senang hmm?"


Alex masih saja tersenyum menatap Lena. "Alex senang karena mama mau tinggal di sini sama Alex, tadi papa beritahu Alex."ucap Alex masih dengan senyum tak luntur dari bibirnya.


Lena ikut tersenyum lalu mulai menyiapkan makanan Alex juga kotak bekal untuk bocah itu di sekolah.

__ADS_1


Di ujung tangga sana, Rey iku tersenyum melihat putra semata wayangnya terlihat bahagia dan lebih banyak bicara setelah wanita yang menjadi nany putranya itu ada.


"Papa akan membuatmu terus tersenyum seperti ini boy, maafkan papa yang selama ini tak mengerti perasaanmu dan pernah mengabaikanmu."batin Rey yang merasa sangat bersalah karena terlalu larut akan kehilangan istri tercintanya hingga selama dua tahun itu ia sering mengabaikan putra tampannya hingga sang mama harus turun tangan untuk mengurus secara langsung cucunya itu.


Pelan langkah kaki Rey mendekat di mana kedua manusia itu tampak asik makan dan sesekali mereka bercerita dengan di selingi canda tawa.


"Papa sarapan juga?" Alex senang melihat papanya yang biasanya jarang untuk sarapan di rumah kini terlihat bergabung dengannya di meja makan.


Delena yang melihat kedatangan majikannya pun hendak berdiri dari kursinya namun urung saat Rey menggerakan tangannya tanda Lena harus tetap berada di tempatnya.


"Papa ingin makan bersama jagoan papa ini ."Rey duduk di kursi ujung.


Delena merasa canggung dan suasanya seketika senyap kecuali Alex yang terus bercerita.


"Ma, papa belum mengambil makanannya."Alex menghentikan ocehannya saat matanya melirik piring papanya kosong belum terisi makanan.


Sedang yang di tanya tak melakukan apapun ,Lena mendongak menatap piring kosong tuan Rey.


"Emm tuan maaf, apa yang ingin anda makan?"tanya Lena hati-hati.


Mengangguk paham, Lena berdiri dari kursinya lalu mulai mengambilkan makanan dan menaruhnya di piring pria dewasa itu.


Dengan ekor matanya Rey dapat melihat tangan Lena yang gemetaran hingga tanpa sadar sudut bibirnya tertarik tanpa di sadari oleh kedua manusia itu.


"Papa kaya anak kecil, kenapa gak bilang kalo mau di ambilkan."Bocah laki-laki itu bersuara dengan terus melanjutkan makanannya mengabaikan delikan Rey padanya.


"Memangnya cuma kamu yang mau di layani,papa juga mau boy."ucap Rey mulai menyendokan nasi goreng seafood kedalam mulutnya.


Delena seolah merasa keringatnya menetes saat melihat raut wajah tuannya memakan masakan buatannya,takut jika tak sesuai selera orang kaya itu.


"Papa ini miliku, kenapa papa ambil."Alex menarik kotak bekalnya yang tersimpan di atas meja saat papanya menarik kotak makannnya.


"Kalo papa mau bisa minta mama buatkan, ini miliku!"Ucpa Alex mendengus dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Ehemm, papa hanya ingin mengambilnya untukmu boy, lagian papa tidak begitu menyukainya."elak Rey yang merasa malu dengan putranya.


Alex memincingkan mata bulatnya melihat piring kosong milik papanya dan tentu saja bocah itu tau jika papanya tengah berbohong.


"Terserah kau saja, papa akan mengangarkanmu kesekolah haru ini."


"Mama juga akan ikut mengantarku kan?"


Lena mengangguk mengiyakan melihat wajah penuh harap Alex dan bocah itu sontak kegirangan lalu mulai berlari duluan menuju mobil papanya.


Sedang dua orang dewasa itu masih di tempatnya melihat pria kecil yang tampak senang hingga terus berseru jika ia akan di antarkan oleh mama dan papanya.


"Tuan ,maaf karena tuan muda memanggil saya dengan sebutan itu."ucap Lena yang selalu merasa tak enak jika Alex memanggilnya mama di hadapan Reymond.


"Hmm."Rey menjawab dengan deheman lalu menyambar tas kerjanya, tak lama Rey membalikan tubuhnya menatap Lena yang juga ikut berhenti.


"Bisa kau buatkan kotak bekal seperti Alex, aku akan memberikannya pada asistenku."Ucap Rey pada Lena.


Delena mengangguk mulai menyiapkan kotak bekal yang di minta tuan Rey dan menyusul masuk kedalam mobil.


Saat di dalam mobil Rey sudah duduk tenang di kursi samping kemudi, melihat mamanya datang dengan plastik ditangannya Rey bertanya pada Lena.


"Ma,papa juga minta di buatkan bekal ya?"tanya Alex dengan kepala nyelonong di sela-sela kursi.


"Itu hanya dokumen papa yang ketinggalan boy,lihat kedepan saja."


lagi-lagi Alex mendengus ,papanya ini sangat gengsian sekali.Pikir bocah laki-laki itu.


Melihat putranya menatap kedepan cepat-cepat Rey mengambil kotak bekal dan menyimpannya di samping tempat duduknya.


Alex tersenyum kecil saat adegan itu dapat dilihatnya dari kaca spion. "Alex akan membuat mama menjadi mama sungguhanku pah dan mengusir nenek sihir itu."batin Alex.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Jangan pelit like ya guys😄


__ADS_2