
Kaki mungil Alex berjalan perlahan menuruni anak tangga namun pemandangan di depan matanya itu membuatnya jengah,dimana Daddy nya yang saat ini tengah bermanja dengan Mom nya.
Alex tanpa permisi mengambil posisi di tengah.Posisi mereka saat ini berada di atas sofa panjang yang mengarah pada televisi.
"Ck ini anak."Rey yang lagi santai-santinya berbaring langsung kaget saat putranya datang dan mengacaukan kesenangannya.
"Mom,aku merindukanmu."ucap Alex meraih tangan Lena dan mengarahkannya di atas kepalanya.Minta dielus.
Lena tersenyum mengerti akan keinginan putra sambungnya,dengan pelan ia mengelus rambut Alex membuat bocah tampan itu tersenyum senang.
"Kau menganggu saja boy."Rey duduk di sebelah Lena menatap putranya yang tampak masa bodoh.
"Biarin,lagian dari pagi hingga pagi Daddy terus yang menguasai Mommy."sungut Alex mendongak menatap Daddy nya yang memutar bola matanya jengah.
"Oh ya bagaimana sekolahmu sayang?apa menyenangkan?"Alex tersenyum mendengar pertanyaan Lena.Pria kecil itu teringat dengan hadiah yang di berikan oleh uncle baiknya tadi.
"Biasa saja sih tapi Alex cukup senang hari ini."Lena mengerutkan keningnya.Apa kira-kira yang membuat Alex senang?
"Mom tau,Alex mendapatkan hadiah mobil-mobilan yang sangat keren."lanjutnya dengan senyum mengembang.Rey yang semula fokus pada televisi di depannya langsung menolehkan kepalanya saat mendengar ucapan anaknya.
"Wah siapa yang memberikannya?Mommy dan Daddy harus berterima kasih pada orang itu."ucap Lena antusia mendengar ucapan Alex.
"Uncle baik yang memberikannya,Mom tau uncle itu sangat tampan."Alex menceritakannya dengan menggebu-gebu ,Lena mencubit gemas kedua pipi Alex.
__ADS_1
"Wah tampan ya."Alex mengangguk mengiyakan. "Seperti artis itu loh mom,emmm...Alex lupa." ucap bocah tampan itu yang mencoba mengingat.
Sedang Rey yang semula penasaran akan sosok Uncle baik yang di maksud oleh putranya itu berubah masam saat pria kecil itu mengatakan jika Uncle baiknya itu tampan. "Huh."dengus Rey apalagi saat melihat raut wajah istrinya yang menanggapi ucapan Alex.
"Boy,apa dia sering menemuimu?"Alex mengangguk . "Ya Dad."
"Lalu kenapa kau tidak memberitahu Daddy hmm?"Rey menatap putranya dengan kesal.Bisa-bisanya bocah itu tak memberitahukan hal ini.Kalu itu orang yang berniat jahat bagaimana?
"Karena Daddy tidak bertanya."jawab Alex santai.Rey memutar bola matanya mendengar pertanyaan Alex yang terlampau santai.
"Jangan lagi menemuinya.Bagaimana kalo dia itu orang jahat."
"Tapi uncle itu sangat baik pada Alex."
"Pokoknya kau jangan lagi menemuinya,ini demi kebikanmu sendiri boy."Mengusap kepala putranya dengan sayang.Alex mendengus kesal lalu tatapannya mengarah pada Lena yang sedari tadi menjadi pendengar setia.
"Ih ini kenapa bibirnya di majuin seperti ini,mau Mom cium ya."goda Lena.
"Lagian Mommy dan Daddy menyebalkan."gerutu Alex.
"Ooo jadi Alex sedang kesal ya."Alex masih membuang mukanya dan dengan jail Lena mulai mengelitik perut putranya hingga Alex tertawa dan menggeliatkan tubuhnya kesana-kemari.
" Hhahah Mom hentikan.Dad, tolong Alex hh."Rey bukannya menolong justru ikut menggelitik pinggang putranya.
__ADS_1
"Ini hukuman untuk boy karena menyebut pria lain tampan di depan Mommy mu."ucap Rey.
Mereka baru melepaskan Alex saat bocah itu sudah tak kuat dan kelelahan.
"Huh huh huh."Alex masih di tempatnya memandang kedua orang tuanya yang bertos ria.
Ponsel Rey berdering.
"Siapa?"tanya Lena.
"Roni, aku keatas dulu."ucap Rey melangkah menuju ruang kerjanya.
"Ada apa Ron?"
"Tuan saya sudah menemukan siapa pria yang sering mengunjungi tun muda kecil."ucap Roni di sebrang saja.Rey yang mendengarnya segera beranjak dari duduknya dengan rasa penasaran.
"Siapa?"
"Tuan Regar."jawab Roni membuat Rey terkejut.
"Regar."gumamnya.
"Cari tau lebih banyak lagi!"Rey mematikan sambungan telefon.
__ADS_1
...
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!