
Happy Reading❤
Delena saat ini tengah berkutat di dapaur untuk membuat makan siang ,wanita itu dengan cekatan memasak menu dengan senyum dibibirnya.
Setelah satu jam akhirnya masakan pun jadi dan terhidang di meja makan membuatnya tersenyum puas ,dilihatnya gulai kambing kesukaan suaminya. Delena tersenyum setiap mengingat suaminya yang selalu suka dengan hasil olahan tangannya dan selalu memuji jika masakannya tak kalah dari restoran mahal.
Delena berjalan menuju ruang keluarga dimana semuanya tengah berkumpul dan berbincang santai,Delena terdiam saat melihat suaminya yang duduk begitu dekat dengan istri mudanya namun sebisa mungkin ia menutupinya dengan senyum manisnya.Toh Tari juga istrinya dan berhak untuk dekat dengan mas Aldi.Pikir Delena.
"Mas masakannya udah mateng,Ayo kita semua makan."Semua menoleh menatap Delena yang berdiri dengan celemek yang masih menggantung di tubuhnya.
Ibu mertuanya menatap kilas lalu menatap menantu mudanya dan dengan lembut mengajak makan bersama. "Sayang ayo kita makan ,kamu harus makan yang banyak yah nak."ucap ibu membuat seorang wanita menatap miris ,bahkan ia tak pernah di perlakukan selembut itu oleh ibu mertuanya.
"Iya buk ,ayo mas kita ke meja makan."Tari mengandeng tangan Aldi yang dengan lembut berusaha melepaskan belitan tangan Tari.
"Kamu duluan ya."Tari mengagguk dan berlalu bersama kedua mertuanya sedang Aldi berjalan mendekat pada istri pertamanya. "Maaf ,aku tau pasti sulit bagi kamu menerima ini tapi aku berjanji padamu akan adil dan tak akan melupakan perjalanan rumah tangga kita."Aldi mengusap wajah istrinya yang terlihat kusam akibat rutinitasnya hingga jarang memperhatikan penampilan.
Delena tersenyum menggenggam tangan yang tengah mengelus lembut wajahnya ,ia percaya dengan suaminya ,pria yang empat tahun ini menemaninya dan memberikan cinta dan kasih sayang padanya. "Aku percaya padamu mas, aku akan sabar menghadapi ujian ini."ucap Delena.
"Kamu jangan berkecil hati,Mas akan tetap sayang denganmu walau ada Tari di dalam rumah tangga kita."Delena mengangguk.
"Hmm yaudah ayo kita kemeja makan kamu pasti udah lapar kan."Mereka berjalan menuju ruang makan dengan senyum.
__ADS_1
"Eh kamu mau ngapain?"Ibu Ani yang tiba-tiba bersuara membuat Delena menghentikan pergerakan tangannya saat akan menarik kursi lalu menatap ibu mertuanya yang menatap sinis padanya.
"Kau duduklah di tempat Tari dan kamu nak pindahlah duduk di sebelah Aldi."titah ibu Ani tersenyum pada Tari yang juga tersenyum samar.
"Gak papa kok buk ,lagian itu kan emang tempat Mbak Lena."Tari tersenyum tipis.
"Kamu juga istrinya dan Aldi juga gak akan keberatan dengan itu, iya kan nak?"Aldi yang di tatap menjadi serba salah ,Aldi melihat Delena yang tersenyum dan mengangguk.
Aldi hanya berdehem ,Delena berjalan menuju kursi Tari yang langsung pindah ketempatnya.
"Nah kan."ibu Ani tersenyum lebar.
"Nak kamu makan yang banyak ya."Pak Sufyan mengalihkan perhatiannya pada menantu baik hati yang dengan tulus merawat dirinya juga telah berbaik hati menampung ia dan istrinya di rumah ini.
"Mas kamu jangan makan gulai itu gak baik loh buat kesehatan."Tari berseru saat Aldi hendak mengambil gulai kambing kesukaannya namun Tari mencegahnya.
"Gulai kambing makanan kesukaanku dan gak masalah karna aku jarang makan itu."Aldi kembali menyendokan dan menaruh di piringnya membuat Tari berwajah masam.
"Nak ,Tari itu bener loh ,dia itu perhatian sama kamu gak kaya istri pertama kamu itu yang gak pentingin kesehatan kamu." ucap Ibu Ani yang begitu terasa menusuk.
"Ibu udah gak usah ikut campur."Pak Sufyan menatap tajam istrinya yang suka sekali ikut campur dengan hubungan rumah tangga anaknya meski hal sepele sekalipun.
__ADS_1
"Ikh bapak mah ,ibuk itu bicara fakta loh kok malah di marahin."ucap bu Ani tak terima.
Menghela nafas dan kembali melanjutkan makan siang walau dihiasi dengan kata-kata pedas bon cabe ibu mertuanya ,Delena memakan makanan dengan tenang.
🍒🍒
Sudah dua bulan Delena hidup berpoligami dan semakin kesini ia merasa ada sesuatu yang mulai berubah dari diri suaminya. Sikap lembutnya membuat Lena selalu mengalah dari madunya juga hasutan ibu mertuanya yang terus menerus membuat hubungannya dengan sang suami mulai renggang, Aldi sudah jarang tidur dengannya dan lebih sering dengan istri mudanya yang terlihat cantik dengan perawatan yang terjamin.
Tari yang notabenenya putri seorang juragan kebun teh membuat Tari tak kekuranga apapun termasuk soal perawatan berbeda dengan Delena yang hanya ibu rumah tangga dan mengandalkan jatah bulanan suaminya yang paspasan itu pun ia harus menggunakannya sebaik mungkin untuk urusan rumah juga ibu mertuanya yang sering meminta jatah bulanannya dengan alasan itu uang milik putranya dan ibu Ani merasa berhak atas uang itu.
"Huftt...pantas saja mas Aldi lebih sering dengan Tari,melihat penampilanku yang membosankan ini pasti mas Aldi lebih memilih Tari."Delena menatap wajahnya di depan cermin dengan senyum miris bahkan ia tak bisa menggunakan alat make up untuk mempeecantik dirinya.
Sore hari suara motor Aldi terdengar ,Delena yang mendengar suara motor suaminya bergegas untuk menyambut namun ia kalah cepat ,Delena terdiam melihat Tari yang bergelayut manja pada mas Aldi yang juga mengecup keningnya dengan sayang.
Delena tak lagi berniat untuk menyambut,wanita itu hanya melihat suaminya yang masuk kekamar Tari tanpa mau repot memcari dirinya seperti saat dulu.
"Aku harap kau ingat dengan janjimu mas ,kau akan adil pada kami berdua."setetes cairan bening meluncur dan itu tak luput dari pandangan Pak Sufyan yang ikut merasa sedih.
"Bapak memang gak berguna nak ,kamu sudah banyak berkorban tapi kenapa takdir harus memepermainkanmu seperti ini."gumam Pak Sufyan.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Like komen votenya kawan.