Air Mata Delena

Air Mata Delena
Tak tau di untung


__ADS_3

Di perjalanan Lena seakan tak bisa bernafas dengan benar,aura pria di sampingnya sungguh mengerikan baginya.Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mengingat ada putranya dan ia tak ingin Alex ikut terbawa dalam hal ini.


Skip.


Saat sampai di kediaman Cakrawala,Lena lebih dulu masuk ke dalam kamarnya sedang Rey menggendong Alex yang tengah tertidur.


Di dalam kamar sana,Lena menunggu dengan perasaan cemas hingga terdengar suara pintu di buka dan di tutup secara kasar menampakan sosok suaminya yang menatap tajam dirinya.


Bughh.


Lena terjengkit kaget saat tubuhnya langsung saja di seret dan di dorong secara kasar keatas ranjang.Setelah mengunci pintu ,Rey kembali berjalan mendekati Lena yang terlihat ketakutan saat melihatnya.


"Re-Rey .Kau mau apa?" tanya Lena tergagap semakin beringsut mundur.


Melihat itu Rey tersenyum tipis dengan sorot mata tajam. " Kenapa hem? Kau takut?" Lena tak menjawab dan semakin beringsut mundur menghindar dari Rey.


"Kenapa diam? Kau ingin mengelak hah!" Rey melempar ponselnya yang memperlihatkan Lena tengah tertidur , namun bukan itu yang menjadi masalahnya. Regar , ya pria tampan itu terlihat nyaman tengah tertidur dengan Lena yang juga tampak terlelap.


"Rey ini tidak seperti yang kau lihat. Aku bisa jelaskan."Dirinya pun tak kalah terkejutnya, namun Rey yang sudah terbakar emosi tak mau mendengarkan penjelasan apapaun dari Lena.


"Dimana dia menyentuhmu.Disini ,atau ini juga hah."Rey berucap sambil menyentuh tiap bagian yang di maksudkan.


Lena mencoba menepis tangan Rey yang menyentuhnya dengan tatapan remeh membuatnya merasa terhina oleh tatapan itu.

__ADS_1


"Kau menolakku?"Kening Rey berlipat merasa tak suka.


"Hentikan Rey.Sungguh kami tak melakukan yang kau pikirkan.Aku juga tidak tau kenapa bisa ada foto ini."Ucap Lena.


"Apa kau bisa buktikan jika kau memang tak melakukannya?"Melihat Lena yang terdiam Rey langsung saja menarik pakaian hingga terkoyak.


"Apa yang ..."


"Membuktikannya sendiri."Seringai terlihat di sudut bibir pria itu. "Dan memberi hukuman untukmu yang membiarkan putraku bersama pria lain."lanjutnya.


"Alex juga putraku,aku tidak mungkin ingin membahayakannya."balas Lena berdu tatap dengan Rey.


"Tapi kau hanya ibu sambung bukan seperti Oliv."Kata itu keluar dan tanpa sadar Rey telah menggores luka di hati Lena.Ya,dia sadar dirinya bukanlah ibu kandung Alex tapi ia sangat menyayangi anak itu selayaknya anaknya sendiri.


"Aku berhak melakukannya."Rey melalukannya dengan mata berkilat marah lalu mendekatkan dirinya. "Sadari batasanmu."bisiknya.


Dan kegiatan terus berlanjut namun dengan perasaan berbeda.Lena berulang kali menitikan air mata terlebih saat suaminya secara tak sengaja menyebut nama Oliv saat tengah bersamanya.


🍁🍁


Di sebuah rumah mewah pria dan wanita paruh baya tengah duduk hendak menghakimi putra kedua di keluarga mereka.


"Kali ini apa lagi yang kau perbuat Regar?"tatapan tajam papa Sandy menghunus namun pria yang di maksud tampak santai saja.

__ADS_1


"Kalian memanggilku hanya untuk mempertanyakan hal ini?"Regar berdecih malas.


"Kau putra kedua di ke..."


"Kalian masih menganggapku putra rupanya.Bukankah anak kalian hanya Rey? Rey, ya dia anak kebanggaan kalian."Tekan Regar dengan raut wajah datar.


"Kau!"Sandy hendak berbicara namun Mama Lili menghentikan dengan mengelus lengan suaminya.Sedari tadi kedua pria itu terus saja bersitegang.


"Nak,dengarkan dulu.Kami tidak pernah membeda-bedakan antara kalian,Rey putra kami begitu juga dengan kamu."ucap Mama Lili lembut.


"Sampai kapanpun kau bukan mamaku.Mamaku hanya satu."Regar pergi dari sana menghiraukan panggilan dari Papa Sandy.


"Pah sudah,biarkan dia menenagkan dirinya."Papa Sandy menoleh menatap pada istrinya.


"Maafkan anak itu."Mama Lili mengangguk dengan senyum.


"Aku mengerti, papa jangan banyak pikiriran ingat kesehatan papa hemm."


Papa Sandy tersenyum mengangguk. "Yah semoga saja tidak akan terjadi hal buruk."gumamnya.


...


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2