
Saat tiba di kantor Rey masih saja memikirkan uncle baik yang di maksud oleh putranya.
"Apa Luke."pikir Rey saat terbayang temannya,namun bukankah temannya itu tengah sibuk di negara A.
"Hais sepertinya aku harus lebih memperhatikan Alex."gumamnya yang merasa gelisah sendiri.
Rey bahkan mengabaikan asistennya yang baru saja menerangkan jadwalnya hari ini.
"Maaf tuan."Asisten Roni kembali berucap.
"Em,sorry.Aku tak mendengarmu."Rey menghela nafas menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya dengan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Apa tuan tengah memiliki masalah?"tanya Roni.
"Tidak, hanya saja aku memintamu untuk memberikan keamanan lebih bagi putraku."Rey menatap asisten Roni yang mengangguk. " Aku ingin memastikan keamannya."lanjut Rey.
"Baik tuan,saya akan meminta anak buah kita untuk menambah pengawal untuk tuan muda kecil."Asisten Roni membungkuk hormat meninggalkan ruangan atasannya.
"Hufttt, Ada apa denganku.Oh,ayolah Rey."Rey mengetuk meja dengan jemarinya ,otaknya berfikir jauh.
....
Bocah tampan itu tampak tersenyum melihat mainan mobil balap yang ia dapatkan dari uncle baiknya.
__ADS_1
Tadi saat jam istirahat uncle baiknya menemunya dan memberikan hadiah untuknya,tentu saja Alex senang.Pria kecil itu berjalan dengan senyum ceria mengingat ucapan uncelnya yang akan mengabulkan satu permintaannya saat acara ulang tahunnya beberapa bulan lagi.
Sementara pria yang di maksud itu tampak tersenyum memandangi sebuah foto seorang wanita dan bocah tampan,terlihat keduanya tampak tersenyum bahagia di sana.
"Seleramu tak buruk Rey,dan aku menginginkannya."gumam nya seraya mencium foto wanita itu.
"Delena."gumamnya dengan senyum tipis. "Akan ku rebut wanitamu."ucapnya sarat akan kemarahan.
Sedari awal ia tau jika wanita itu bekerja sebagai pengasuh keponakan kecilnya hingga ia mencium hubungan Rey dengan Lena.Maka dari itu ia mencari tahu identitas Lena walau merasa sedikit janggal dengan latar belakang keluargannya.
"Regar, kau masih merasa dendam dengan Rey.Come on Man,dia itu saudaramu."Pria yang tak kalah tampannya itu duduk santai dengan majalah bisnis di tangannya.
Siregar tersenyum sinis menatap temannya. "Ck,lalu apa yang kau lakukan disini Luke?bukankah kau teman Rey."Regar mendaratkan bokongnya kasar di sofa sembari meneguk wine miliknya.
Regar mengedihkan bahu membuat Luke berdecak kesal. "Entahlah,mungkin setelah aku mendapatkan apa yang kuinginkan."ucap Regar santai.
"Hais...Uncle dan Aunty sangat menghawatirkanmu brother."Mendengar ucapan Luke,Regar mengeraskan rahangnya dengan kedua tangan mengepal erat.
"Ck,aku tidak perduli. Sedari dulu mereka hanya menganggap Rey anak tapi tidak denganku."Regar pergi menuju kamarnya masih dengan perasaan marah.Sementara Luke yang mengerti suasana hati temannya menghela nafas panjang. "Kehidupan kalian membuatku bingung."
Tak lama ponsel Luke berbunyi,pria belasteran Jerman Indonesia itu menatap nama di layar ponselnya.
"Rey."gumamnya,Luke mengangkat panggilan hingga terdengar suara di sebrang sana.
__ADS_1
"Lama sekali kau mengangkat telfonku."Rey mengomel setelah panggilan terhubung.
"Sorry Rey,ada apa kau menelfonku?"tanya Lulke pasalnya Rey sangat jarang menghubunginya jika tak ada hal penting.
"Aku hanya ingin bertanya apa kau pernah menemui putraku?"Rey langsung to the poin menanyakannya pada Luke.
Luke terdiam sejenak. "Aku tidak pernah menemui putramu, Ada apa memangnya?"Di sebrang sana Rey memejamkan matamya. Jika bukan Luke lalu siapa?
"Oh tidak ada,yasudah aku tutup telfonnya."belum sempat Luke menjawab Rey sudah lebih dulu menutup sambungan telefon.
"Dasar menyebalkan."gerutu Luke.
....
"Kalau bukan Luke lalu siapa?"gumam Rey ,berfikir terlalu keras membuat kepalanya terasa berdenyut.
"Atau Regar?"gumamnya lagi. "Tapi tidak mungkin dia kan."lanjutnya pasalnya hubungannya dengan Regar memang bermasalah sejak bertahun-tahun lalu dan sampai saat ini Rey tak tau alasan dari hubungan mereka yang bermasalah.
"Kepalaku pusing sekali."Melihat arloji di pergelangan tangannya yang masih menunjukan pukul dua siang.Rey mendesah lesu,ingin secepatnya menyelesaikan masalahnya dan segera pulang menemui istrinya.Ah sepertinya Rey sudah mulai kecandun dengan wanita yang kini berstatus sebagai istrinya.
...
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1