Air Mata Delena

Air Mata Delena
Melihat


__ADS_3

Senyum penuh kemenangan tercetak jelas di bibir seorang pria menatap pada wanita yang kini tengah terpejam di atas ranjang miliknya.


"Kita tunggu, apa yang bisa dia lakukan."Regar mendekat pada ranjang dengan langkah pelan.Menyisir bentuk wajah Lena yang terlihat damai dalam tidurnya.


Terdengar bunyi ketukan pintu di luar,Regar tau siapa itu dan memintanya masuk.


"Tuan."Wanita paruh baya menunduk hormat dengan beberapa peperbag di tangannya.


"Ganti pakaiannya!"Regar memasuki ruang ganti sembari menunggu pelatannya selesai memakaikan pakaian pada Lena.


Regar keluar sudah terlihat rapi dengan pakian santainya.Bibi masih di dalam kamar.


"Anak itu,Apa dia belum juga bangun?"tanya Regar.


"Tuan muda saat ini sudah bangun dan sedang bermain dengan Loli tuan."jawab pelayan wanita itu.


"Baiklah,kau boleh keluar."


Tak lama Regar melihat pergerakan Lena yang menggeliatkan tubuhnya.


"Enghhhh."Lena mengerjapkan matanya.Kesadarannya belum sepenuhnya pulih.


"Kau sudah bangun."Lena mengerutkan keningnya saat merasa suara itu tidak seperti biasa ia dengar. "Kau!"tunjuk Lena menatap terkejut pada pria yang tak kalah tampannya dengan suaminya.


"Maaf,kemarin kau dan Alex tertidur jadi aku membawamu kerumahku."Ucap Regar tersenyum manis pada wanita yang masih terlihat shock itu.


Lena memegang kepalanya mencoba mengingat apa yang terjadi. "Ah maaf.Aku dan Alex merepotkanmu,aku harus pulang."Lena mencoba berfikir positif.

__ADS_1


Regar mengangguk. "Aku akan mengantar kalian.


Lena belum sempat menolak saat Regar sudah melangkahkan kakinya keluar dan di saat yang sama Lena melototkan matanya.


Kemana pakianya?Dan siapa yang telah mengantikannya?


"Tidak mungkin dia kan."gumamnya menatap pakian yang melekat di tubuhnya.


"Argh...Rey pasti menghawatirkanku."Dengan cepat Lena meraih ponselnya dan ia harus menahan rasa kesal saat ponselnya mati.


🍀🍀


Disisi lain Rey tengah melampiaskan amarahnya pada barang-barang yang ada di ruang kerjanya.Sebuah foto yang membuatnya begitu geram.


Asisten Roni hanya diam menatap tuannya yang terlihat begitu marah hingga ponsel mahal milik Rey hancur karena di banting.


"Tuan anda mau kemana?"Rey tak menjawab sebab langkah pria itu sudah hilang di balik pintu.


"Ck,nasib jadi bawahan."helaan nafas terdengar dari bibir Roni.


Di perjalanan Rey terus saja mengumpat pada pria yang kembali muncul dan membuat emosinya meledak.


"Sialan! Awas saja jika kau macam-macam pada wanitaku."geramnya,kedua tangannya mencengkram erat kemudi dengan sorot mata tajam.


Setelah mengendara cukup lama akhirnya Rey sampai juga di tempat tujuan.Rumah mewah dengan disain klasik,Rey memarkirkan asal mobilnya menghiraukan dua orang penjaga yang berlari mengejarnya setelah ia membuat pagar rumah itu tumbang.


"Keluar kau!" Rey membanting pintu mobilnya melangkah mendekat pada pintu kokoh di depannya.Sangat terlihat raut wajah yang merah padam.Menandakan jika dirinya tengah sangat emosi.

__ADS_1


Regar tersenyum tipis saat pria yang di tunggunya kini telah datang.


Rey mendekat hingga kedua pria itu berdiri berhadapan. "Kau datang."ucap Regar tersenyum manis namun Rey merasa muak melihatnya.


"Ck,dimana anak dan istriku?!"Regar terkekeh pelan mendengarnya.


"Wah,rupanya dia mampu menggeser posisi Oliv."


"Tenanglah,mereka aman bersamaku."Regar menepuk pundak Rey seraya membisikan sesuatu.


"Brengsek."Rey mencengkram erat kerah kemeja Regar hingga tatapannya beralih pada putranya yang berteriak memanggil dirinya.


"Daddy."Alex berlari merentangkan tangannya minta di gendong.Rey mengatur nafasnya dan memasang wajah senyum.


"Alex,Daddy menghawatirkan kalian."ucapnya mendekap tubuh mungil putranya.


"Kami baik-baik saja Dad,iyakan Mom?"Alex menatap pada Mommynya sedang yang di tatap hanya tersenyum canggung saat menagkup tatapan intimidasi dari Rey.


"Kita pulang."Rey membawa tubuh putranya juga menarik pergelangan tangan Lena.


Dalam hati Lena berdoa agar dapat selamat dari amukan pria yang tengah mencengkram erat pergelangan tangannya.


Mereka bertiga pergi dengan Regar yang melambaikan tangannya pada Alex.


...


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2