
Sean, seorang wanita bersuami dan punya satu anak perempuan yang sangat cantik.
Sean berusia 25 tahun, wanita yang tinggi badannya hanya rata2 postur wanita asia, kulit kuning langsat dan berwajah manis. Tentunya dia tipe wanita pekerja keras dan sangat tekun. Keluarga kecilnya adalah prioritas. Dia menikah ketika usia 20 tahun.
Di masa sekolah, dia tak pernah terbesit pikiran untuk berpacaran. Sampai akhirnya ketika dia duduk di bangku SMA, dia mengenal sosok laki-laki berperawakan tinggi dan berkulit putih, tentunya dia tampan. Usianya hanya 1 tahun diatas Sean. Namun berbeda sekolah tentunya. Laki-laki ini membuat Sean jatuh cinta. Inilah cinta pertama dan kekasih pertama yang Sean miliki. Dialah Evan, yang kini menjadi suami dan ayah dari anak Sean, Renatta.
Evan, dia laki-laki tampan yang pendiam, tidak mudah mengungkapakan isi hatinya. Selalu terlihat tenang dan sangat menghargai pernikahan.
Sean bukan cinta pertamanya, namun sangat menghargai Sean sebagai wanitanya. Tentunya dia sangat menjaga pernikahannya.
__ADS_1
Dia merintis karir ditemani Sean. Hingga akhirnya kini Evan bekerja sebagai staff di salahsatu perusahaan bertaraf internasional. Meskipun hanya staf, tapi pesonanya mampu meluluhkan hati teman-teman wanitanya di kantor, dan juga meluluhkan hati Ibu General Manager di perusahaan itu.
Evan tipe pekerja keras dan sangat hati-hati dengan apa yang ia lakukan. Tak jarang membuat rekan kerjanya sangat puas dengan hasil kerjanya.
Renatta adalah anak pertama Sean dan Evan. Dia gadis kecil berusia 4 tahun. Perawakannya imut, berwajah cantik dan menggemaskan. Dia perekat hubungan di antara Sean dan Evan. Membuat hari-hari mereka sangat berwarna dan menyenangkan.
Tingkahnya comel, ceriwis dan tak suka berdiam diri. Dia selalu aktif dimanapun berada, dan menyukai hal-hal baru dalam hidupnya.
Melalui banyak pergerakan yang tenang tapi menghanyutkan, akhirnya Sean pun mulai menyukai Evan, dan Evan pun berhasil membuat Sean menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Mereka berpacaran layaknya anak muda biasanya, ke kafe bersama, jalan-jalan, bahkan belajar bersama meskipun tidak satu angkatan atau bahkan satu sekolah.
Karena memiliki kekasih adalah hal pertama dalam hidup Sean, maka kisah percintaan ini memang benar-benar pacaran yang sehat.
Evan pun bukan tipe orang yang agresif, dia lebih menghargai hubungannya daripada harus merusak masa muda kekasihnya. Dia sendiri juga tidak ingin rugi jika sesuatu yang tidak diharapkan akan menimpa hidupnya.
Masa-masa sekolah mereka sangat biasa dan pada umumnya. Dimana masa SMA adalah masa dimana akan banyak kenangan indah akan terukir disana.
Namun kisah cinta ini selalu membuat jantung Sean berdegub dengan kencang. Banyak hal baru dan perasaan baru yang menyelimuti hatinya. Menatap wajah Evan saja bisa membuatnya meleleh. Apalagi ketika bergandengan tangan menyusuri jalanan Kota ketika sedang berjalan-jalan. Rasanya tak kuasa menahan kebahagian yang baru dirasakannya itu. Sungguh membuatnya malu-malu kucing.
__ADS_1
Sifat cuek Evan tak dihiraukannya, karena yang penting dia bahagia saja dalam hatinya. Tak terbayangkan memiliki kekasih setampan Evan. Yang jika berjalan-jalan selalu saja banyak mata ikut memandang ketampanannya.