Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Bangunlah jangan mimpi lagi


__ADS_3

" Bangun nona "


Suara ya suara pergi pergilah yang jauhhh... Tidak tau aku masih ingin tidur apa, ganggu saja nih suara


" Nona, kumohon bangunlah, Tuan Besar sudah menunggu Anda di meja makan " sekali lagi asisten pribadinya mencoba membangunkan sang nona muda tanpa membuatnya murka karena tidurnya yang mulai terganggu.


Perlahan mataku membuka sedikit ya cuman sedikit sambil ku lempar bantal ke muka asistenku yang dengan panik di tanggapnya bantal itu dengan sigap


" katakan pada Kakek, aku akan turun setelah mandi jadi kakek tidak perlu menungguku sarapan " perintahku sambil kulangkahkan kakiku menuju pintu kamar mandi


" Dan kosongkan jadwalku hari ini, aku ingin liburan sehari "

__ADS_1


" Tapi nona... "


* Huhhh, Andai aku tidak butuh uang sudah ku tinggalkan pekerjaan asisten pribadi ini, batin fenti sambil menutup pintu kamar. Pelan dia menuruni tangga dan menyampaikan pesan dari nona alicia ke Tuan besar Yeskhiel Hega *


" maaf Tuan, Nona Alicia akan turun setelah beliau mandi " sebelum melanjutkan di liriknya Tuan besar, setelah di lihatnya tidak ada tanda tanda kemarahan atas sikap cucunya akhirnya fenti melanjutkan.


" Anda bisa memulai sarapan Anda Tuan " jangan marah tuan, asli saya paling gak demen anda marah, jadi pliss mohon fenti dalam hati.


Diletakkannya sendok dan garpu yang tadi di pakainya untuk sarapan dengan bunyi yang cukup keras meski tidak di banting.


" Ya Tuan " jawab fenti

__ADS_1


* Ada perasaan was was yang saat ini mengganggu pikiran Tuan Besar yang duduk di kursi penumpang di belakang, dengan berat dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan lahan sambil memberi perintah pada sopir pribadinya. *


" Hubungi Tuan Mahardika, Aku akan membawa Alicia makan siang seperti yang dia inginkan " dengan memandang ke luar kaca jenjela mobilnya Dia melanjutkan.


" Aku hanya ingin Alicia tetap bisa selalu hidup nyaman, jangan sampai merasakan susahnya hidup tanpa makanan dan tempat tinggal "


" Dan semoga apa yang aku lakukan ini benar benar jalan terbaik buat cucuku " Ada setitik kristal bening di sudut mata Tuan Besar.


" Ya Tuan Besar " tanpa menunggu lama langsung menghubungi sekretaris Tuan Mahardika untuk menyampaikan pesan dari Tuan Besarnya.


* Dan di ujung seberang sana terlihat senyum sinis menghiasi bibir sang CEO muda kaya dengan jumlah kekayaan yang hampir tidak bisa dihitung jumlahnya mengingat hobbynya gila kerja sampai lupa waktu dan hampir membuat dirinya di nobatkan menjadi orang paling kaya se Asia, dan masuk dalam 10 besar Pria kaya raya sedunia * *bisa di bayangkan sekaya apa sang CEO tampan itu *

__ADS_1


* Senyum jahat itu semakin lebar setelah sekretarisnya menyampaikan pesan dari sopir pribadi Tuan Hega lewat telepon genggangnya bahwa Tuan Hega bersedia menerima tawaran kerja sama mereka yang di mulai dari acara makan siang di salah satu Hotel miliknya, sebenarnya Tuan Hega menyarakan untuk makan siang di Hotel keluarga Hega saja tetapi di tolak mentah mentah olehnya, karena Dia ingin memberi tau betapa besar kekuasaannya hingga dapat menekan keluarga Hega, jika Tuan Besar menolak kerja sama ini maka seluruh Hotel yang di miliki keluarga Hega akan di ambil alih olehnya dan akan membuat cucu kesayangannya akan merasakan susahnya mencari makan hanya agar Dia bisa tetap hidup...! *


" Aku akan membuat si Nona sombong itu, membayar Kesombongannya " sekali lagi senyuman iblisnya tersungging di sudut bibirnya yang seksi.


__ADS_2