Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Penasaran Rey


__ADS_3

Sepertinya aku sedang mimpi indah deh, Ada yang sedang menggoda telinga, leher, bibir, lengan kiriku. Sambil tersenyum di bawah alam sadarnya Alicia seperti menikmati setiap gerakan menggoda suaminya.


Tidak tau apa yang sedang di impikan istrinya karena terlihat dari ekspresinya lucu yang menggemaskan di pagi menjelang siang, karena saat ini sudah tidak bisa di bilang pagi lagi. Jaruma jam sudah menunjukkan pukul 10.30 dan Istrinya yang belum juga bangun karena semalan Andros mengajaknya bergadang hingga subuh.


Andros juga sudah memperingatkan Joo dan Pak min agar jangan mengganggu apalagi sampai mengetuk pintu kamar siapapun di larang mendekati pintu kamar mereka sampai Andros sendiri yang memanggil mereka. Tak ada yang berani mendekat.


Rey yang kamarnya berdekatan dengan Andros dengan sengaja mondar mandir di depan kamarnya hanya ingin menggoda sepasang suami istri itu untuk keluar tapi langsung di usir Pak min dengan sopan.


Dengan jail Rey menjatuhkan gelas yang di bawanya hingga terdengar bunyi pecahan gelas yang mengagetkan penghuni delan kamarnya.


Alicia yang terkejut antara bunyi pecahan gelas dan remasan gemes Andros di dada kirinya sudah berhasil membuatnya terjaga dari tidur pulasnya plus mimpi indahnya. Dengan sedikit bingung Alicia menoleh kearah pintu yang masih tertutup rapat.


"Apa yang terjadi"


"Kucing"


"Memangnya di rumah ini ada kucing".


"Hentikan !".


"Sakit kalau kau terus meremasnya" sambil membuka selimut di singkirkannya tangan suaminya dari tempat favoritenya. Yang di sambut dengan protes suaminya karena kehilangan pegangan favoritenya.


"Memangnya kau tidak kerja".


Berjalan kearah kamar mandi Alicia baru sadar kalau dirinya juga sudah di beri ijin untuk bekerja langsung menghampiri Andros yang sedang memencet nomor telpon.


"Bagaimana denganku ?."


"Aku masih boleh bekerja kan ?. "

__ADS_1


Bukannya menjawab Andros hanya melihatnya dengan ekspresi menyusuh 'DIAM' tanpa bersuara.


Setelah selesai melakukan panggilan Alicia kembali bertanya tentang masa berlaku perijinan itu.


"Sudah tidak ada tempat kosong lagi di sana. Karena aku sudah mengganti semua karyawan yang tidak kompeten dengan orang baru."


"Apa kau lapar, Aku akan memanggil pak min untuk menyiapakan sarapan ehh... " Andros melirik jam tangannya


"Hampir pukul 11.00 bagaimana kalau sekalian makan siang"


"Aku tidak lapar. Dan jangan mengalihkan topik pembicaraan".


"Menurut saja"


"Jangan membantahku". Andros sudah memberi perintah pak min agar menyiapkan makan siang dalam waktu 15 menit.


Andros yang terkejut dengan serangan tiba tiba hanya meringis menahan sakit.


"Mau kemana"


"Mandi... Mo ikut juga"


"Tidak sayang, aku sudah cukup kelelahan karena bergadang semalam". Dengan mengedipkan mata menggoda istrinya


Cih..


Sombong sekali dia.


Awas kalau nanti dia minta jatah lagi. Aku tidak akan meresponnya. Biar dia bergadang sendirian. Aku ogah nemani beegadang lagi.

__ADS_1


* * *


"Apa mereka belum bangun juga"


Rey yang sudah penasaran dengan sikap kakaknya yang berubah sejak menikah. Karena tidak biasanya Andros bangun siang dan bolos kerja.


"Jangan kepo dengan urusan suami istri sayang. Karena itu tidak baik untukmu." Ibu memperingatkan


"Tapi.... "


"Sutttt.. Kalau kau masih penasaran juga kenapa kau tidak menikah juga itu bisa mengobati kekepoanmu sayang" Ibu tersenyum memberi saran Dan di balas dengusan protes Rey.


"Jangan tenggelam dalam kesedihan sayang".


"Lihat kakakmu sekarang. Dia lebih bahagia karena ada seseorang di sampingnya".


"Ibu selalu berdoa yang terbaik buat kalian berdua sayang".


"I know Mom". Di raihnya tangan kanan ibu dan di kecupnya punggung tangan itu.


"Terima kasih sudah menjadi Ibu untuk kami".


"I LOVE YOU".


"Ohhh... jangan buat Ibu menangis sekarang sayang ini masih siang".


"Ibu sudah tidak ada waktu kalau harus pakai maskara lagi". Sambil menyeka air mata di sudut matanya Ibu tersenyum menggoda.


*Semoga kau juga segera mendapat kebahagian seperti kakakmu sayang*. Ibu

__ADS_1


__ADS_2