Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Usaha Dion


__ADS_3

sejak kejadian malam itu Alicia berusaha menjauhi yang namanya laki-laki. jadi jika ada tamu yang menghampiri meja dengan sigap maya dan nina yang akan melayaninya. Alicia khusus melayani tamu wanita saja, itu adalah perintah sekretaris Joo. Meski sebenarnya ada begitu banyak pertanyaan di otak maya dan nina, kenapa harus begitu ? Tapi mereka terlalu takut untuk bertanya pada sekretaris Joo dan Alicia juga merasa tak perlu menjawabnya juga jadi pagi ini mereka bekerja dalam diam.


Seorang pria terlihat mendekati meja mereka "Alice, bisa kita bicara "Dion menyapanya


Karena tidak ada jawaban juga akhirnya Dion menarik tangan Alicia dan mengajaknya keluar. "Kenapa diam, Apa kau sedang sakit ?"


Sebelum menjawab Alicia melihat ke sekeliling melihat situasi. "Sebaiknya kita tidak saling berbicara lagi Dion"


"Kenapa ?"


"Karena semuanya sudah selesai sejak kau pergi waktu itu"


"Apa kau tau alasan kepergianku Alice ? kenapa kau tidak berusaha ingin tau ?"


"Dion, sudahlah kita lupakan semuanya. Lagipula aku juga sudah melupakanmu dan aku sudah menikah sekarang ". Alicia menunjukkan cincin kawinnya

__ADS_1


"Aku tau itu "


"Kau tau. Lalu kenapa kau masih menyeretku kesini ? Bagaimana kalau suamiku tau kau menyeretku disini !"


"Karena aku masih mencintaimu dan aku tau pria itu... Pria yang kau sebut sebagai suamimu itu, Dia tidak pernah mencintaimu seperti aku mencintaimu dan kau... Kau juga tidak mencintainya lalu kenapa kau menikahinya hah.... ".


"Bagaimana bisa kau tau bahwa suamiku tidak mencintaiku. Apa kau mengenalnya ?"Alicia penasaran bagaimana Dion bisa tau siapa suaminya.


"Ya... Aku mengenalnya. Aku sangat mengenalnya dengan sangat baik Alice, sebaik aku mengenal diriku sendiri ". Dion merendahkan suaranya "Apa kau bahagia dengannya ? Apa dia pernah menyakitimu ?" Dion menyentuh pipi Alicia dan buru-buru di tepis Alicia.


"Jangan pernah mencariku lagi Dion, aku tidak ingin ada masalah dengan suamiku". Alicia berbalik badan akan pergi tapi di tahan tangan Dion


"Jangan menghindariku Alice Aku mohon. Kita masih bisa jadi teman jika itu yang kau mau"


"Dion ". Alicia menghela nafas panjang' untuk berbicara denganmu seperti ini saja itu sudah berat bagiku apa lagi berteman denganmu'. " Ok... Baiklah kita bisa menjadi teman, hanya teman Dion tidak lebih. "

__ADS_1


Tanpa permisi Dion langsung memeluk Alicia dan mencium pipi kiri dan kanannya hingga membuat Alicia shock. Apa yang akan terjadi lagi jika ini di lihat suaminya ?.


"Cukup Dion... Cukup... Kau tak perlu memelukku seperti ini apalagi main cium segala !"


"Aku sudah menikah 'ingat' itu. Dan aku tidak mau ada masalah dengan suamiku atas sikapmu ini". Dengan kesal Alicia pergi meninggalkan Dion.


Dion melihat kepergian Alicia. Ada perasaan marah yang tidak terluapkan 'kenapa harus dia yang menjadi suamimu Alice ? Bisakah aku merebutmu kembali ? Akankan Andros memberikanmu padaku ?'.. Begitu banyak pertanyaan di kepala Dion saat ini.


"Ohh.. God "


"Andai bukan Andros yang menikahinya ?"


"Andai itu orang lain aku tidak akan merasakan perasaan ini"


"Ya... Kami bisa berteman untuk saat ini sampai entah kapan aku bisa melepasmu dengan ikhlas" Dion melangkah pergi meninggalkan Hotel dan melajukan mobilnya di keramaian jalan raya yang cukup padat di jam sibuk pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2