
Mobil berhenti tepat di depan lobby sebuah mall terbesar di ibu kota. Alicia melihat melalui jendela, kenapa berhenti disini ya ? Tidak mungkin dia akan mengajakku shoping kan ? Mana ada waktu dia.
"Tidak mau turun ?"
"Suamiku sayang, kenapa kita di sini ?" masih penasaran alicia menoleh. Sekarang mata mereka saling bertatapan. *Kenapa dengan jantungku ya, kenapa jadi deg degan begini sih. Hey sadarlah alicia dia hanya suami di atas kertas !. Saat dia sudah puas main nikah nikahan denganmu akhirnya kau akan di ceraikan juga.* hiks
"Aku suka caramu memanggilku". "Sekarang turunlah karena kau menghalangi mobil lain di belakang."
Andros keluar dan menunggu alicia keluar dari mobil juga. Terlihat beberapa pengawal berada beberapa meter di belakang mereka kecuali Joo dia tepat di belakang sang Bos.
"Bagaimana tokonya Joo". "Aku tidak ingin ada orang lain di tempat yang sama saat aku dan alicia sedang memilih beberapa baju".
"Toko yang pertama sudah di amankan Tuan, jadi Anda dan Nona muda bisa berkunjung kesana dulu. Selanjutnya biar mereka yang di belakang mengamankan toko yang berikutnya".
Alicia masih bingung dengan apa yang di bicarakan antara Sang Bos dan Sekertarisnya. Tapi dia menikmati acara shopingnya hari ini. Karena sudah hampir tiga bulan sejak pernikahan privatenya Alicia tidak di ijinkan keluar rumah. Jangankan untuk shoping untuk melihat air mancur di halaman depan saja harus penuh perjuangan.
Tapi sekarang saat ini lihat dia bisa melihat wajah wajah baru bukan wajah wajah para pembantu di rumah yang lebih sering di jumpainya sampai bosan.
__ADS_1
Terlintas suatu rencana di benak alicia mumpung dia bisa keluar dan lagi tempat ini cukup ramai. Senyum tertahan di bibir alicia.
"Silahkan".
Sapa seorang pramuniaga mempersilahkan Andros dan Alicia memasuki Toko yang pertama. Berbagai baju baju merek tertama sudah di susun rapi untuk memudahkan Alicia memilih. Salah satu pramuniaga masih mengenali Alicia dan segera menghampiri dan memberikan minuman kesukaan Alicia setiap dia datang ke toko itu.
"Ada beberapa koleksi baju yang baru saja datang pagi ini nona. Apa Anda mau melihatnya ?".
"Boleh"
"Kalau aku bilang aku suka semua baju baju ini, Apa kau akan membeli semua untukku ?"
Tanpa menunggu lama Joo sudah menuju kasir dan membayar semua baju yang di maksud nona mudanya sesuai ukuran tubuh alicia tentunya. Dan Alicia hanya bengong melihat itu semua.
Menuju toko berikutnya dan begitu seterusnya kira kira sudah ada lima toko baju yang sudah di masukinya dan setiap keluar selalu ada banyak tas belanjaan yang di bawa para asisten Joo. Saat di toko sepatu Alicia ingin mengistirahatkan kakinya akhirnya dia duduk di bawah AC biar lebih dingin maksutnya hehe.
Sepertinya aku sudah melakukan kebaikan besar hingga sekarang aku mendapat begitu banyak hadiah. Tapi kebaikan macam apa ya yang sudah kulakukan buat Pak Bos ini ?.
__ADS_1
Alicia mendekati suaminya yang sepertinya sedang menerima telpon penting. Di sentuhnya lengan suaminya. Androspun mengakhiri panggilan itu dan kembali fokus menemani istrinya memilih beberapa sepatu. Tapi Alicia mnggelengkan kepala Dia tak ingin sepatu karena di lemari sudah ada begitu banyak sepatu yang belum sempat di pakainya.
"Kalau kau tidak mau. Masih ada satu toko lagi yang harus di masuki sebelum jam makan siang".
Karena terlalu lelah Alicia hanya terus mengikuti langkah suaminya menuju toko yang di maksud. Sebuah toko yang yah jauh dari toko toko yang sebelumnya yang mana toko toko sebelumnya adalah toko yang sering di masuki Alicia saat ingin membeli baju dengan harga selangit. Tapi ini adalah toko sederhana tapi elegan dengan cahaya lampu yang di bilang terang gak di bilang redup juga gak.
Terdapat deretan gaun tidur sexi tertata rapi, pakaian dalam juga tertata rapi. Alicia menoleh melihat suaminya.
"Kau tidak akan menyuruhku untuk membeli baju tidur yang disana kan" menunjuk deretan lingerie berbagai warna. "Karena di lemari sudah penuh dengan itu jadi kurasa aku tidak berniat membelinya lagi."
"Meskipun aku tergoda untuk melihatmu memakai salah satu yang ada disana. Tapi untuk sementara waktu selama Rey masih menginap. Tak kan ku ijinkan kau memakainya." ditariknya alicia menempel ke tubuhnya dan berbisik. "Aku tidak suka orang lain melihat tubuhmu tidak terkecuali adikku sendiri."
Di baliknya tubuh alicia, saat ini punggung Alicia yang menempel di dada Andros.
"Pilihlah beberapa piama yang ada di deretan sebelah sana" di tunjuknya deretan yang di maksud.
Tidak butuh lama Alicia langsung memborong semua piama yang ada di pajangan dengan senyum puas menghiasi kebahagiaannya hari ini.
__ADS_1