
Ceklek...
Suara pintu di buka Andros melangkah masuk tanpa melihat Alicia yang sudah memakai gaun sexi untuk merayunya, tapi langsung masuk ke ruang ganti baju dan membuka pintu kamar mandi.
Tinggal Alicia yang terbengong sendiri melihat Andros yang melewatinya tanpa meliriknya sedikitpun.
" Hahhh... Ada apa dengannya, dia tidak melihatku sama sekali. "
" Kalau dia secuex itu, bagaimana aku akan merayunya ?"
" pokoknya besok aku harus sudah kembali bekerja atau paling tidak aku bisa keluar dari sini meski cuman lihat jalan raya ".
Akhirnya Andros keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono dan tali yang di ikat asal hingga dadanya yang bidang bisa terlihat jelas, rambut basahnya masih menetes.
" Bukankah aku sudah perintahkan kau dilarang memakai itu untuk sementara waktu selama adikku masih di sini. " Andros mengingatkan sambil menilai tubuh istrinya yang meski belum merayunya tapi sudah membuat yang ada di bawah sana memberontak.
" Tapi ini kan di kamar kita sendiri. "
Aku akan memulai seranganku, semoga berhasil. Alicia memberi semangat untuk dirinya sendiri.
" Tetap saja tidak boleh !. " Andros tidak suka jika perintahnya di langgar meski itu menjanjikan.
" Lalu... "
" Apa aku harus melepasnya ?" Sambil berjalan mendekat ke arah suaminya yang sekarang sudah tiduran sambil bersandar dengan bantal sebagai penyangga punggungnya.
" Kemarilah ". Memberi isyarat agar Alicia mendekat
Dengan patuh Alicia sekarang sudah di samping suaminya.
Lalu kapan kau akan merayuku ? Kenapa belum di mulai juga. b**hatin Andros.
Awalnya Alicia ragu untuk memulainya tapi di nyakinkan sekali lagi oleh si otak..
'Ayo Alicia singkirkan egomu, kau tak ingin terkurung di sini selamanya tanpa bisa melihat dunia luar lagi apa'. cih mana mau aku jauh dari Salon, Mall teman temanku..
Mulanya ragu tapi saat bibirnya bersentuhan dengan bibir suaminya tekad Alicia untuk merayu semakin kuat. Dengan dada yang berdebar debar hebat antara takut dan malu Alicia trus mencium bibir suaminya. Tapi apa balasannya ?. Sang suami bermain pasif !. dia diam tidak merespon ciuman istrinya.
Alicia menghentikan ciumannya dengan kesal di tatapnya mata laki laki di depannya.
" Hanya seperti ini caramu merayuku " pertanyaan kejam Andros membuat mata Alicia berkaca tapi di tahan agar tidak jatuh.
__ADS_1
" Aku sudah berusaha sebisaku. "
" Cih.. Seperti itu kau bilang usaha "
" Ini pertama kalinya aku merayu pria ". di usapnya setetes bening air mata yang hampir jatuh. Jangan menangis Alicia jangan terlihat lemah di depannya. Alicia menyemangati dirinya sendiri.
" Seharusnya kau lebih berusaha lagi "
" Paling tidak sampai aku membalasnya " di kecupnya air mata istrinya yang hampir jatuh di mata satunya.
" Aku terlalu malu untuk memulainya. Seharusnya kau membantuku. Seharusnya kau peka dan seharusnya kau membalas ciumanku agar aku tidak terlalu malu seperti sekarang" Alicia menunduk menyembunyikan wajahnya.
Di angkatnya dagu Alicia hingga mata mereka saling menatap. Andros hampir tidak percaya kalau istrinya sepolos ini.mencium dengan benar saja dia hampir gagal. Andros juga baru tau bahwa dirinyalah yang pertama dalam kehidupan Alicia itu juga setelah melewati malam pertama mereka.
" Mau ku ajari cara mencium ?" Dengan cengiran Andros menggoda istrinya.
" Tidak mau "
" Apa sekarang sudah lupa ?. saat tadi hampir menangis karena tidak berhasil merayuku " masih tersenyum menggoda sambil menarik tali gaun tidur Alicia.
" Siapa juga yang menangis "
" Ahh.. " Alicia terkejut saat titiknya di sentuh suaminya. Dan yang menyentuh hanya tertawa menikmati keterkejutan istrinya
" Ini di sebut merayu " Andros memberi pelajaran dengan jari jarinya yang tetap berada di titik itu.
" Apa yang kau sentuh " Alicia menahan nafas dan mencoba manarik tangan Andros dari sana.
" Diam dan nikmatilah "
" Ini pelajaran pentingmu malam ini ".
Semua pemanasan itu berlangsung selama hampir satu jam dan sekaligus menjadi masa penyiksaan untuk Alicia karena dia hanya bisa menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara dan tanpa bisa berbuat apa apa. Karena Andros tidak membiarkannya beristirahat.
Saat Andros ingin memasukinya. Tiba tiba Alicia menghentikannya. Dan berguling berganti posisi. Kini Alicia berada di atas suaminya.
"Tunggu "
" Apa lagi " Andros menggeram karena sudah tidak sabar ingin memasukinya.
" Sebelum melakukan ini, aku ingin kau mengabulkan permintaanku " di belainya bibir suaminya dan sesekali di ciumnya cepat.
__ADS_1
" maksudnya kau minta imbalan setelah kita melakukan ini ! " teriak Andros tidak percaya
" Bukan itu "
" Maksudku hemm.. "
Sorotan tajam mata Andros menyusutkan niatan Alicia.
" Tidak jadi. Sebaiknya kita batalkan ini. Biar hidupmu merana malam ini." Alicia berbalik bangun ingin mengambil selimut dan menyudahi apa yang belum terjadi.
Tapi sebelum Alicia sempat beranjak Andros menariknya dan sekarang posisi mereka berubah. Di cengkramnya kedua tangan Alicia di atas kepalanya.
" Apa maumu. Jangan main main denganku. " Andros berbisik mengancam
" Aku hanya ingin kembali seperti dulu " tidak berani memandang suaminya Alicia menghindari mata suaminya.
" Yang jelas "
" Aku ingin kembali bekerja seperti dulu. Di Hotel "
" Ku mohon "
" Aku janji aku akan menurut padamu, aku tidak akan membantahmu lagi. " Ku mohon semoga kau setuju please.
" Tidak masalah "
" Benarkah ". Tapi sepertinya tidak semudah itu deh.
" Tapi ada aturan yang harus dijalankan. "
Ahh benarkan tidak semudah itu. Tapi tetap di jawab " Ya Tuan ".
" Jangan pernah melanggarnya. Karena aku tidak pernah memaafkan orang yang melanggar aturanku " Andros menyentuh titiknya lagi yang membuat Alicia harus menggigit bibir bawahnya agar tidak bersuara.
" Ya Tuan " paling tidak iti jawaban paling aman yang penting aku tidak di kurung di rumah ini terus.
Tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain pada saat ini ketika Alicia yang kelelahan karena pekerjaan malamnya sekarang telah tertidur pulas di lengan kanannya. Andros memeluknya dari belakang sambil tersenyum puas.
Di usapnya pundak putih mulus milik istrinya Tampak seringai lebar saat melihat hasil karyanya di sekitar leher, bahu dan dadanya.
" Aku ingin memilikimu bukan hanya tubuhnya aku juga ingin hatimu ". Andros
__ADS_1