Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Ponsel Baru


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu. Dan semenjak pulang dari panti asuhan itu sikap Andros pada Alicia berubah. Alicia yang biasanya berangkat kerja di turunkan di pinggir jalan saat ini di turunkan di depan lobby hotel. Mulanya Alicia menolak karena tidak ingin ada gosip. Tapi Andros bersikeras dengan Alasan takut kalau betis Istrinya sakit jika harus jalan terlalu jauh.


Seperti sekarang Alicia turun dari mobil dan di ikuti Andros. Joo menyerahkan kunci mobil pada petugas parkir. Ingin hati Alicia langsung pergi menjauh sebelum di lihat karyawan lainnya.


"Sayang, aku kerja dulu ya." dengan cepat Alicia mengirim ciuman jarak jauh dan segera melesat pergi tanpa menunggu jawaban dari Andros.


"Kau lihat Joo, bukankah istriku semakin manis kan ?"


Joo memutar bola matanya "Ya Tuan. "


Tidak seperti biasanya, hari ini Andros sedang tidak bersemangat melakukan apapun. Semua pekerjaan di kerjakan oleh Joo dan keempat asisten Joo. Lalu apa yang di lakukan Andros ? Dia sedang memandang Hpnya.


"Joo. "


Mendengar namanya di panggil Joo langsung menghentikan jari-jarinya di keyboard laptopnya. " Ya Tuan "


"Belikan aku sebuah ponsel baru, keluaran terbaru dan yang canggih "


"Untuk apa Tuan ? Bukannya ponsel Anda masih baik-baik saja. "


"Bukan untukku tapi istriku. Aku kasihan jika dia membutuhkanku dia tidak bisa segera menghubungiku. " jelas Andros


"Bukannya lebih baik Anda mengajak Nona Alicia Tuan ? Jadi Nona bisa memilih ponsel yang dia pengen. "

__ADS_1


"Joo "


"Ya Tuan ?"


"Ayo pergi "


"Tapi laporan ini belum selesai Tuan. Besok jadwal presentasinya lo. " sebenarnya Joo malas jika harus mengawasi Bosnya yang lagi kasmaran sama istri sendiri tapi masih gengsi mengutarakannya pada istrinya.


"Kau punya empat asisten di luar sana. Jangan membuatku membayar mereka dengan percuma Joo. "


Tanpa membantah lagi Joo langsung mengikuti Andros di belakang dan tidak lupa menyuruh salah satu asistennya untuk menyelesaikan naskah untuk presentasi esok harinya.


* *


"Kenapa kau membawaku keluar Joo " Alicia berbisik sambil mengikuti langkah kaki Joo yang lebar


"Tuan Andros sedang menunggu Anda di mobil Nona "


Setelah sampai di luar Joo membuka pintu penumpang dan mempersilahkan Alicia masuk. Disana Andros sudah menunggunya.


"Selamat siang sayang "


"Selamat siang juga sayang " jawab Andros dan tidak lupa memberikan sebuah ciuman di bibir istrinya.

__ADS_1


"Memang kita mau kemana ? "


"Pergi "


"Iya aku tau. Tapi kita mau kemana sayang ? Jangan membuatku penasaran dong. " yang di jawab dengan ciuman di punggung tangannya membuat pipi Alicia seketika bersemu.


Setengah jam kemudian mereka tiba di sebuah mall terbesar di kota dan di sambut beberapa pegawai di mall itu. Mungkin kedatangan sang Big Bos sudah terdengar di telinga mereka makanya mereka ada di sini sekarang.


Meski Alicia terbiasa hidup mewah tapi perlakuan para pegawai ini sedikit membuatnya risih juga. Bayangkan kemana Alicia dan Andros berjalan mereka akan mengikuti di belakang mereka. Andros tahu jika itu membuat istrinya terganggu dengan keberadaan mereka. Dan menyuruh Joo membubarkan mereka semua.


Akhirnya Andros berhenti di salah satu counter Hp dan masuk ke dalam. Dan ajaibnya counter itu terlihat sepi beda dengan counter Hp yang lain yang ramai pembeli.


"Keluarkan semua model terbaru dan tercanggih. Agar istriku bisa memilihnya " kalimat 'istri' yang di pakai Andros sempat membuat hati Alicia mendesir aneh. "Pilihlah satu yang kau suka sayang ? "


Setengah tidak percaya saat Andros menyuruhnya memilih salah satu ponsel di hadapannya. Jadi sekarang dia boleh pegang Hp nih ? "Kamu nyakin aku boleh punya ponsel sekarang " ada binar di mata Alicia saat menyucapkannya


"Ya. "


"Tapi kenapa tiba-tiba kamu ingin membelikanku ponsel ? "


Andros tampak memikirkan jawaban yang tidak akan membuat istrinya tau alasan sebenarnya.


"Karena aku tidak ingin membuatmu menderita saat tidak bisa melihatku di dekatmu. "

__ADS_1


Cukup klise sebenarnya jawaban Andros tapi itu sudah cukup buat Alicia bahagia dan semangat untuk memilih sebuah ponsel dengan harga fantastis puluhan juta hanya untuk sebuah ponsel.


__ADS_2