Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Ibu mertua 1


__ADS_3

Kedatangan ibunda sang bos benar benar membuat seisi rumah jadi super sibuk karena sang nyonya tergolong ibu yang rewel tukang komplin dan sedikit bossy.


Seperti sekarang kesibukan sudah mulai tampak meski sekarang baru pukul 4 pagi. Pak min sudah memberi arahan apa saja yang harus dan tidak boleh di lakukan saat ibu sang bos ada di rumah ini. Meskipun pukul 08.00wib nanti beliau baru tiba di rumah ini tapi semua harus di persiapkan mulai dari sekarang. Sang koki beserta para asistenne sudah mulai memilah berbagai sayuran dan buah buahan yang sengaja di kirim subuh biar memudahkan sang koki membuat masakan yang siap di santap saat sarapan nanti.


Sebuah mobil mewah warna putih terlihat memasuki halaman dan berhenti tepat di depan tangga depan pintu masuk rumah utama, pak sopir turun dan membuka pintu penumpang. Terlihat sang nyonya turun dari mobil dan di ikuti seorang laki laki muda dengan pakaian santainya tersenyum sambil memberi salam pada pak min.


"Dimana Andros, kenapa dia tidak menyambut kedatangan ibunya" diliriknya pak min


"Sepertinya tuan dan nona belum bangun nyonya".


"Karena pintunya masih tertutup rapat" pak mencoba memberi penjelasan tentang ketidak hadiran tuan muda


"Wanita itu sudah merubah perilaku baik putraku." Aku penasaran wanita seperti apa yang sudah membuat putraku mau menikah dengannya. Dan menolak perjodohannya waktu itu.


"Sudahlah bu, hormatilah pilihannya. Siapa tau dia emang gadis baik baik hingga andros sudi menikahinya". Reyhan kembali menenangkan ibunya yang sudah uring uringan sejak di kabari kalau putra sulungnya sudah menikah tanpa meminta restunya

__ADS_1


"Hahhh. Sebelum ibu tau wanita macam apa dia, ibu tetap tidak akan mengakuinya sebagai istri putraku" menoleh ke arah pak min. "Kau sudah merapikan kamarku".


"Sudah nyonya" pak min melangkah menghampiri pintu di lantai dasar di mana kamar nyonya via biasanya bermalam jika berada di rumah andros. Membukanya dan mempersilahkan nyonya via masuk.


"Kamar anda juga sudah siap tuan reyhan, ada di lantai satu" pak min melanjutkan memandu reyhan menuju ke kamarnya yang juga biasa di tempati jika bermalam di rumah itu.


"Aku akan istirahat, jangan ganggu aku" rey masuk kamar dan langsung menutup pintu tanpa menunggu jawaban pak min.


Pak min mundur berbalik menatap pintu kamar majikannya untuk memastikan apakah tuan andros sudah bangun. Lalu segera turun ketika di dengarnya percakapan di dalam kamar tersebut.


* * *


"Bangun pemalas". Masih saja menjahili istrinya dengan memencet hidungnya agar segera bangun.


" iya ya.. Aku sudah bangun" kesal akhirnya alicia bangun dan di lemparkannya selimut tak bersalah itu ke lantai. Tapi saat dia sadar kalau saat ini dia tidak memakai apapun untuk menutupi tubuh telanjangnya, maka alcia berbalik hendak meraih kembali selimut tak berdosa itu tapi andros sudah lebih dulu menendang selimut itu menjauh dari jangkauan alicia.

__ADS_1


Andros senang melihat kecanggungannya pagi ini. Melihat tubuh polos istrinya yang putih bersih dan wajah yang berubah memerah entah karena malu atau marah karena andros menendang selimut tak berdosa itu. Kenapa aku masih belum puas juga dengannya, ahh seandainya ibu tidak datang hari ini rasanya aku ingin mengurungnya seharian ini disini di kamar ini, dan membuatnyabergerak liar di bawahku.


"Cepat mandi. Jangan sampai aku membuatmu berkeringat lagi pagi ini."


"Siap tuan muda"


Alicia langsung berlari ke kamar mandi sebelum andros benar benar berniat menghajarnya lagi pagi ini. "Emang apa yang di makannya sih. Sepertinya tenaganya tidak pernah habis. Dia benar benar membuat tubuhku bawahku sakit". Alicia meringis saat membenamkan tubuhnya di bathtub dan saat melihat pantulan di kaca langit langit dia terkejut karena dari pundak punggung hingga dadanya benar benar tidak ada ruang lagi karena sudah di tempati cap kepemilikan yang membuat alicia tak nyaman kalau harus memakai baju tanpa lengan.


Akhirnya alicia memilih kemeja lngan panjang yang bagian lengannya di lipat keatas di padukan dengan celana hitam santai. Setelah di rasa siap menghadapi dunia alicia keluar dari kamar ganti di sana suaminya sudah menunggunya dengan secangkir kopi di tangan kanannya.


"Ibu sudah datang".


"Aku akan mengenalkanmu pada ibu. Saat ibu bicara dengarkan saja dan jangan membuat keributan karena aku tidak suka keributan."


"Mengerti !" di jawab dengan anggukan kepala tapi itu tetap tidak membuat andros puas.

__ADS_1


"Kau tidak punya mulut" andros menggeram


"Aku sudah lapar. " rasakan emang enak di bentak. Aku sudah kelaparan beguni tapi masih juga membuatku emosi jiwa. Tapi yang terjadi malah membuat alicia melotot karena andros tertawa keras hingga suaranya melintas melewati pintu kamarnya dan menerobos ke pintu depan kamarnya dan mengganggu istirahat adiknya yang sedang tidur nyenyak.


__ADS_2