
Seharian di rumah, hanya di dalam kamar, tidak melakukan apa apa, hanya berdua ?. Apa yang ada di pikiran kalian ?.
Yahhh.... Itulah kondisi Alicia saat ini. Terkurung di dalam kamar bersama suaminya. Kegiatannya hanya menonton tv, makan, menonton suaminya kerja di meja kerjanya, tiduran, sama sekali tidak ada yang bisa di lakukannya sekarang.
Alicia memandang para pelayan melalui jendela kamar mereka sedang melakukan aktifitasnya di bawah sana ada rasa iri saat melihat mereka bebas melakukan apa saja meski itu mereka sedang melakukan pekerjaan tapi paling tidak mereka sedang ada di luar menghirup udara bebas dan bercanda dengan yang lainnya.
" Ahhh... Betapa senangnya melakukan itu. Lihat aku !. Aku hanya bisa melihat kalian yang berlari bercanda. "
"Kau bisa menyalakan tv jika kau bosan melihat mereka." Andros melepas kacamata bacanya dan menghibur istrinya yang sudah mulai bosan di kamar.
"Ayo... ". Di gandengnya tangan Alicia sambil membuka pintu kamar
"Kita keluar... Mo kemana ". Terlihat binar di mata Alicia
"Kita hanya di lantai bawah saja biar kau tidak mati bosan di kamar terus ".
Andros menuntun Alicia menuruni tangga. Disana sudah ada koper koper yang siap angkut tapi koper siapa ?. Alicia melihat kearah Andros bertanya dalam diam.
"Itu milik ibu. Dia akan pulang hari ini ".
"Ahhhh.... Kenapa kau baru memberitahuku sekarang ". Alicia menghampiri kamar ibu tapi yang di cari tidak ada.
__ADS_1
"Rey..... ". Disana hanya ada Rey
"Alice... Kau mencari ibu ?. "
Alicia mengangguk.
"Ibu sedang siap siap.. Kami akan pulang hari ini. Ku pikir aku tidak akan bisa melihatmu lagi karena Andros menyembunyikanmu di kamar seharian dan terpaksa pergi tanpa pamit ".
Diam...
"Aku dan ibu ingin mngucapkan terima kasih karena kamu sedikit banyak sudah merubah sikap keras dan kejam kakakku. " merubah apanya, asal kau tau dia masih saja kejam Rey.
"Kakakku bukan orang yang jahat Alice. Dia orang yang berhati lembut jika kau tau cara mengendalikannya ". Iya saking lembutnya hingga membuat seluruh tubuhku selalu sakit di pagi hari.
"Cepat.. Beritahu aku Rey, aku sudah tidak sabar. " Alicia antusias
Rey membisikkan sesuatu di telinga Alicia yang membuatnya mengangguk angguk. Andros yang melihat kedekatan mereka mulai tidak senang.
"Alice.... ". Andros menggeram
Keduanya terlonjak terkejut terutama Alicia yang namanya di panggil. Otomatis langsung berdiri dan menjauhi Rey yang masih duduk di pinggir ranjang.
__ADS_1
"Jika sudah selesai berkemas, cepat keluar ibu sudah menunggumu di luar. "
Alicia mengikuti langkah Andros keluar kamar disana ibu sedang duduk di sofa tersenyum saat melihat Alicia menghampirinya.
"Kemari sayang, duduk di sampingku sebentar ". Ibu menggenggam tangan Alicia.
"Trima kasih sayang.. Trima kasih karena sudah mau menjadi istri putraku dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Tetaplah di sisinya meski itu tidak adil buatmu karena kalian adalah suami istri. Maafkan dia saat dia berbuat kesalahan karena ibu tau Andros tidak akan pernah meminta maaf meski tau dia sudah berbuat salah. Itu adalah suatu kelebihannya sayang. ". Ibu kau sedang memuji atau mengkritik putramu sekarang.
"Sekarang tanggung jawab mengurus pria bertubuh besar disana ibu serahkan padamu sayang. " aku ingin menangis rasanya ibu.
Alicia mengusap air mata yang mulai menetes. Andros melihatnya dengan diam entah apa yang di pikirkan pria bertubuh besar itu sekarang. Yang pasti tanggung jawab yang ibu berikan padaku teramat besar sebesar pria bertubuh besar yang saat ini sedang mengitimidasiku dengan sorot matanya.
Ibu dan Andros bergantian berpamitan dengan saling memeluk Alicia dan Andros bergantian. Mereka masuk ke mobil dan melambaikan tangan perpisahan. Andis memeluk Alicia yang terlihat akan menangis lagi.
"Jangan cengeng dan jangan mendramatisir keadaan. " Andros menggiring Alicia menaiki tangga dan langsung mengunci pintu saat mencapai kamar tidur mereka.
"Apa maksudmu dengan cengeng dan mendramatisir ." Alicia melotot ke arahnya
"Kau masih bisa mengunjunginya dengan jet pribadi. Paling tidak sampai 2 jam kita sudah tiba di tempat ibu. "
Dengan cuek Andros kembali ke rutinitas sebelumnya menuju ke meja kerjanya dan kembali berkutat dengan kertas kertas laporan yang menumpuk.
__ADS_1
"Ibu..... Pria bertubuh besar itu benar benar tidak punya perasaan ". Alicia menangis sejadinya.
Andros yang melihatnya menangis menjadi lebih rilex, betapa imut istrinya saat histeris begini. Dan julukan Pria bertubuh besar mampu membuat Andos tersenyum gemas. Nyalimu terlalu besar sayang... Andros