Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Wejangan untuk Sekertaris Joo


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, sebentar lagi gelap tidak banyak yang di kerjakan Andros hari ini setelah kejadian tadi pagi pikirannya terpusat pada Alicia.


Dia melihat kemarahan di kedua mata alicia. Bahkan laporan terakhir yang di sampaikan Joo tentang keberadaan nona mudanya yang saat ini masih setia duduk sendiri di pinggir danau tidak membuat Andros beranjak dari ruangannya. Dia mengingat kembali pertemuannya dengan Tuan Hega beberapa bulan yang lalu.


Flashback on


" Kenapa Anda mencariku Tuan Hega "


" Kakek. Panggil aku kakek seperti Alicia memanggilku. " saran Tuan Hega


" Aku mencarimu karena ingin minta bantuanmu sekali lagi. Dan ini yang terakhir kalinya. "


Di tatapnya pria tua yang saat ini berada di hadapannya sekali lagi mendatanginya dan meminta bantuannya.


" Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda ". Andros menghirup aroma kopi di cangkirnya sebelum meminumnya.


" Aku ingin kau membeli semua saham Hotel XX di pasaran sebelum jatuh di tangan saudara tiri Alicia. "


" Kenapa Anda memintaku melakukannya ?. Apa Anda tidak tau jika sampai Alicia tau suaminya yang telah membeli semua saham Hotel dia akan sangat marah karena merasa di bohongi ?. "


" Aku tau tapi... "


" Aku lebih percaya padamu untuk menjaga Hotel itu ketimbang pada sepupu tiri Alicia. " diam sejenak.


" mereka memanggilnya Leo. Dia juga menyandang nama Hega di belakangnya tapi aku tau dia bukan cucu kandungku. Perempuan itu berhasil menipu putraku untuk mengakui anak yang bukan dari benih putraku. " Tuan Hega memutar mutar cincin di jari manis tangan kanannya. Andros memperhatikan itu seperti mencari kekuatan atas kegugupannya atau kebimbangan.


" Leo kembali menggelapkan dana Perusahaan hampir separuh modal kali ini. Sepertinya dia ingin membuat Hotel XX jatuh miskin dan akhirnya bangkrut.Dan kali ini aku tidak bisa memaafkan dia lagi dan aku tidak ingin Alicia tau perbuatan Leo karena dia begitu peduli padanya. "

__ADS_1


Flashback off


Setelah puas melihat mobil mobil di bawah sana Andros kembali duduk di singgasananya sambil menyandarkan kepalanya dia memejamkan matanya yang kelelahan.


" joo.. "


" Ya Tuan " Joo selalu siap saat sang Bos memanggilnya karena kalau tidak bisa murka sang bos.


" Bagaimana. Kau sudah menemukan Leo ?. "


Andros membuka matanya dan menatap Joo tajam.


" Dia selalu berpindah pindah tempat Tuan, sepertinya dia tau kalau saat ini Anda mencarinya. Dan sadar kalau itu tidak baik untuknya. " Joo menyerahkan Amplop coklat ke meja Andros.


Andros menumpahkan semua isinya di meja. Begitu banyak foto Leo disana dan kebanyakan sedang berada di meja judi.


" Buat dia jadi gelandangan Joo. Kalau perlu buat dia merasa tidak di harapkan dimanapun dia berada hingga dia ingin mati saja. " Andros merasa jijik melihat Leo yang berusaha menghubungi Alicia beberapa pekan yang lalu hanya ingin meminjam uang katanya. karena kartunya sudah di blokir Tuan Hega. Beruntung telpon itu sedang di sita Andros jadi Alicia tidak tau Leo menghubunginya.


" Tuan.. Nona Alicia sudah kembali ke rumah, pak min baru saja menghubungi saya "


" ok... Kita juga pulang sekarang ".


* * *


Di perjalanan Andros berfikir. 'Kenapa aku tidak pernah melihat Joo dekat dengan satu wanitapun. Apa dia tidak bosan selalu menempel padaku. ' tiba tiba tersenyum sendiri karena memikirkan kejomloan sekertarisnya.


" Kenapa Anda tersenyum Tuan. Sepertinya Anda sedang bahagia ". Joo melirik sekilas kebelakang.

__ADS_1


" Aku sedang meratapi nasib sekertarisku yang sampai saat ini masih setia menjomlo ".


Andros melihat kekesalan Joo dan menyeringai


Cih.. Apa itu setia menjomlo mentang mentang sekarang Anda sudah punya nona muda jadi sekarang aku tidak di butuhkan lagi untuk menemani kejomloan Anda lagi Tuan. Joo protes dalam hati karena hanya sebatas itu keberanian sekertaris Joo.


" Melihat pernikahan Anda bahagia itu sudah membuat saya bahagia Tuan " Joo membalas santai.


" Apa maksudmu Joo. "


Mati aku. Tidak seharusnya aku membangunkan macan tidur.


" Tidak ada maksud apa apa Tuan ". Cari aman sajalah


" Carilah pacar Joo biar ada yang bisa kau peluk dan kau cium saat kau lelah bekerja denganku. "


" Dan kalau kau beruntung kau juga bisa tidur berdua dengan pacarmu juga setiap malam tiba". Andros meringis menggoda dan mengingat setiap malam panasnya bersama istrinya.


Cihh.. Beruntung apanya. Belum sampai tidur bersama Anda pasti tidak akan membuat telponku ikut tidur juga yang artinya aku harus selalu siap dalam kondisi apapun juga.


" Terima kasih atas sarannya Tuan. Saya akan segera secepatnya mencari pacar dan teman tidur juga ". Tiba tiba ada tendangan keras di kursinya. Ternyata Andros yang sedang menendang kursinya dari belakang sambil terkekeh.


" Kalau sudah tidak tahan jangan lupa pakai pengaman agar jangan jadi orang bodoh yang mau si tipu wanita ja**ng. " Andros mengingatkan asal usul keberadaan Leo


" Ya Tuan. Terima kasih Anda telah mengingatkan saya "


" Dan terima kasih atas perhatian Anda ".

__ADS_1


Ohh... lihat siapa yang memberiku wejangan ini. Ckckck.. Sang monster dalam dunia bisnis. Joo hanya tersenyum kecut dan tetap mengemudi dengan kecepatan aman.


__ADS_2