
Begitu banyak kejutan yang kudapatkan hari ini. Terlebih sekarang saat suamiku yang kelelahan karena bermain sepak bola dengan anak-anak itu dengan tawa yang selalu menghiasi wajahnya sepanjang siang ini berjalan menghampiriku yang sedang duduk di bawah pohon akasia sambil memperhatikan mereka. Ku tawarkan segelas es teh yang langsung habis di minumnya.
"Aku tidak pernah menyangka kalau suamiku ternyata bisa tertawa juga ".
"Mereka benar-benar membuatku relex sayang". Andros merebahkan tubuhnya dengan paha Alicia sebagai bantalan. "Aku selalu menantikan saat seperti ini. Bermain bersama mereka bisa menjadi obat stres bagiku. "
"Kau memberitahu bu martha hubungan kita ?. Apa kau tidak takut jika dia membeberkannya ke media ?"
"Aku tidak peduli !".
"Aku berhutang budi pada bu martha, jika tidak ada dia aku pasti sudah mati karena kehilangan banyak darah".
"Kenapa diam ?"
Tiba tiba air mata Alicia menetes. Andros bangkit dan mencium tetes demi tetes air mata itu. "Bukankah aku pernah bilang tanpa seijinku tak boleh ada setetespun air mata yang turun di pipimu !". Alicia buru buru memalingkan wajahnya menahan tangis.
__ADS_1
Andros mengangkat dagu istrinya agar matanya menatapnya. "Kenapa kau menangis ?"
"Entahlah, aku tidak bisa membayangkan kau yang dalam keadaan bahaya dan harus kehilangan banyak darah. Apa kau punya banyak musuh ?"
Pertayaan Alicia malah membuat Andros tertawa keras hungga membuat beberapa anak yang sedang bermain menoleh kearah mereka. "Meski aku punya banyak musuh aku tidak pernah takut pada mereka semua. Bahkan aku beberapa kali pernah terkena tembakan tapi aku masih bisa hidupkan tapi orang yang telah menembakkulah uang sekarang menjadi penghuni neraka. "
"Tidak bisa kubayangkan jika suatu hari nanti kau menangkapku saat sedang bersama seorang pria lain. " niatnya ingin menggoda suaminya tapi malah sebaliknya wajah andros berubah marah dalam waktu singkat. Tangan yang tadinya di gunakan untuk membelai pipinya yang mulus sekarang berpindah di lehernya yang putih. Andros mencekiknya.
"Beraninya kau ".
"Tenang sayang, aku hanya ingin menggodamu. Aku gak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. " Alicia yang mulai susah bernafas berusaha melepas cekikkan tangan Andros. "Sayang lepas... Kau menyakitiku. "
Seorang anak kecil mungkin berumur sekitar lima tahun menghampiri Alicia dan memeluknya erat. "Mama... " Alicia terkejut dengan panggilan anak itu untuknya lalu memandang Andros di depannya.
"Hai jagoan... Kau rindu mama mu ya ?" Tanya Andros dan di jawab anggukan kepala.
__ADS_1
"Mama... " tetap tidak mauelepas pelukannya.
"Sayang... Siapa namamu ?" Alicia mencoba menguasai perasaan keibuannya yang tiba-tiba muncul.
"Sam.. " jawab anak kecil itu
"Ohhh.... Sam. Bisa kau lepas pelukanmu sebentar Sam, kau membuatku susah bernafas. " perlahan di lepaskannya pelukan Sam yang sangat erat untuk ukuran anak kecil. Kemudian meraih tubuh Sam dan memangkunya. "Kau tau Sam... Kau adalah anak kecil pertama yang ku pangku " sambil menyentuh hidung Sam dengan hidungnya.
Andros melihat kasih sayang yang di perlihatkan Alicia untuk Sam, meski ini adalah kali pertama Alicia bersama anak kecil tapi perasaan yang di berikan Alicia untuk Sam sekarang sangat tulus. Bahkan saat Alicia berbicara tangan Alicia tidak melepas elusan di rambut Sam.
Saat Sam kecil sudah mulai bisa melepaskan kerinduan untuk mamanya, dia bangkit dan berlari meninggalkan Andros dan Alicia.
"Anak yang lucu. Bukankah kau berfikir begitu juga sayang ?" Tanya Alicia
"Ya.. Sangat lucu.. "Jawab Andros.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita buat satu yang lebih lucu seperti dia " bisik Andros.
Alicia melongo...