Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Kehilangan


__ADS_3

Perlahan lahan Alicia membuka mata ada yang aneh. " Ahhh... leherku " cicit nya di saat mencoba bangun dari posisi tidur dengan kepala yang miring ke kanan. Sekarang dia sudah duduk sempurna di kursi Sang bos di lihatnya jam tangannya " sudah hampir 1 jam aku tidur " bhitin Alicia tapi tidak ada keinginan untuk bangun dari kursi dengan tidak sadar dia menguap keras skali sambil merenggangkan otot ototnya yang kaku karena posisinya tidur. Dia benar benar tidak sadar kalau ada seseorang yang memperhatikan tingkah lakunya semua dengan sesekali dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat alicia dari dia bangun tidur sampai dia menguap tidak satupun yang dia lewatkan... Bahkan andros sendiri tidak sadar bila dirinya juga bisa tersenyum saat memperhatikan setiap gerakan Alicia.


" Kau sudah bangun "


Terkejut tiba tiba ada suara di ruangan ini, Alicia segera menoleh mencari asal suara itu.


Saat matanya bertubrukan dengan mata seseorang yang sedang duduk di salah satu sofa yang menghadap dirinya sedang memperhatikannya dengan sebelah kaki yang di tumpangkan di kaki satunya Pria itu benar benar menikmatnya.


" Apa kau kesini hanya ingin numpang tidur " hanya dengan melihatnya kebingunan seperti ini bisa menghiburku bhatinnya


" Maaf Tuan... " menggantung


" AndaTuan Mahardika, right? " Alicia bertanya sambil berjalan memutari meja kerja menghampiri pria itu dan duduk cantik di samping sofa sebelahnya.


" Kenapa kau ingin bertemu denganku "


* Ohh God orang ini benar benar seperti yang di katakan fenti. Sombong, Arogan, Sok berkuasa, dan... Lainnya aku belum bisa memprediksi lagi hehehe... *


" Tentang makan siang waktu itu "


" Saya minta maaf Tuan Mahardika "


" Bisakah kita mengulanginya lagi, aku pasti akan datang tepat waktu " janji Alicia


Hanya sebelah alis Andros yang mewakili jawabannya tanpa bersuara


" Baiklah.. Sepertinya aku percuma berbasa basi denganmu Tuan "


" Karena aku baru tahu tentang pinjaman Kakek padamu, dan berapa besar pinjaman itu aku benar benar tidak tahu. Aku yang akan membayarnya. Jadi Kau jangan pernah menyentuh Hotel itu " akhirnya semua tersampaikan dengan lancar bhatinnya


Sekali lagi hanya alisnya yang terangkat sebagai jawabannya tapi kali ini bukan satu tapi dua alisnya.


***


* Sebenarnya apa yang ada di otak gadis ini.? Dia mau membayar hutang kakeknya, benar benar membuatku ingin tertawa keras.


Hai nona tidak taukah kalau keluargamu sudah bangkrut kalau bukan transferan dana yang selalu aku alirkan ke rekening kakekmu untuk melunasi hutang hutangnya di sejumlah Bank. Dan tidak tahukah kau nona uang siapa yang kau habiskan untuk memenuhi gaya hidupmu selama 2 tahun ini. Apa kau pikir beberapa Hotel kecilmu itu bisa memenuhi semua kebutuhanmu setiap bulan ?*


" kau akan membayarnya ? "


" Ya "


" plus bunganya ? "


" Sebutkan saja nominalnya " sambil menumpangkan kaki kanan ke kaki kirinya Alicia bertanya.

__ADS_1


Saat Andros menyebutkan besarnya nominal hutang kakeknya. Tubuhnya langsung lemas itulah yang di rasakan Alicia saat ini.


" Kakek " hanya itu yang di desiskannya sambil menutup mulutnya.


" Kapan kau akan melunasinya nona, mengingat ini sudah melewati jatuh tempo pelunasan ?"


Bangkit berdiri Andros berjalan menuju meja kerjanya, duduk di kursi dan terus melihat perubahan air muka gadis itu.


" Bagaimana dengan mencicil " Alicia mencoba menawar.


" Tidak "


" Tapi bagaiman aku mendapat uang sebanyak itu dalam 1 hari "


" Aku yakin, kau pasti bisa melunasinya dengan segera "


" Bagaimana caranya " tanyanya cepat.


" Kau bertanya padaku " ada rasa geli saat melihat wajah gadis putus asa itu.


" Ya "


" Tubuhmu bisa kau manfaatkan untuk membayar hutang itu sampai lunas "


" Orang gila "


" Dan aku pasti juga sudah gila karna datang ke tempat orang gila " Alicia sudah mencapai pintu saat Andros mengingatkan


" ini adalah tawaran terakhirku. jika kau keluar selangkah saja dari pintu itu, kau akan kehilangan satu Hotelmu " seringai jahat menyambut Alicia.


Rasanya Alicia ingin menembak mati orang itu. Alicia tidak ingin merasa terintimidasi makanya dia menarik daun pintu kemudian melangkah keluar tanpa menoleh lagi tanpa menutup pintunya.


Baru saja mencapai lobby handphonenya berbunyi.


" Ya. Fenti ada apa ? "


" Apa yang sudah nona lakukan " fenti sedikit berteriak karena sesuatu yang membuatnya mengharuskannya berteriak agar nona mudanya paham dengan keadaannya sekarang.


" Apa kau sudah gila, beraninya berteriak padaku "


" nona.. Apa saat ini nona masih di A&M corp ? "


" Kenapa kau bertanya " ada perasaan tidak enak yang tiba tiba membuat dadanya sedikit nyeri.


" nona kembalilah ke kantor Tuan Mahardika dan memohonlah padanya, hanya itu yang bisa menyelamatkan anda kan keluarga anda nona "

__ADS_1


Diam.


" nona "


" Hotel X di kota XX anda sudah di beli dan sekarang jadi milik A&M Corp "


Sialan Bos Mafia Iblis !


Setelah mengakhiri sambungan telponnya Alicia berbalik dan kembali naik ke lantai 30.


Dengan pintu yang masih sama saat dia pergi tadi dengan kaki di hentakkan dia masuk ke kantor Sang Bos hingga terdengar bunyi tok tok tok dari sepatu hak tingginya dan langsung menggebrak meja kerjanya


" Apa maumu sekarang " teriak Alicia marah


" Aku akan membeli tubuhmu sampai hutang itu lunas "


" Aku bukan pelacur " desisnya


" Dan aku juga tau " jeda sebentar


" Tubuhmu sangat mahal "


" Tak perlu bertele tele " sudah di kuasai putus asa


" Jangan khawatir Alicia aku akan membuatmu lebih manusiawi dan lebih terhormat "


" Aku akan menikahimu jadi kau tidak akan merasa menjadi pelacurku " senyum jahat itu menghiasi bibirnya lagi.


" Bagaimana ? Kau setuju ? "


" Sampai kapan " tanya Alicia


" Aku yang akan menentukan sampai kapan " tegas Andros


" Kau ingin mempermainkanku. "


" Kau ingin kehilangan satu Hotelmu lagi " tantang Andros.


" Kau tahu kalau aku udah tidak punya pilihan lain kan ? Dan kau sudah merencanakan ini kan ? " Alicia hampir menangis tapi masih bisa di tahan hanya matanya yang saat ini sudah berkaca kaca.


Karena tidak ada jawaban sama sekali dari Sang Bos dengan suara lirih Alicia menerima ide gila Andros sebagai pelacur sang bos dengan title seorang istri


" Gadis pintar. "


Senyum mengembang di bibir Andros, ini adalah senyum kemenangan baginya tapi kekalahan bagi Alicia.

__ADS_1


__ADS_2