
Ini adalah rencananya untuk mengetahui perasaan Alicia padanya. Karena Andros ingin tau sebesar apa kepedulian Alicia padanya. Dan tidak ada satupun ang tau rencanyanya begitu pula dengan Joo yang saat ini sedang melihat kemarahan nona Alicia pada Tuan Andros. Dan Andros tau itu makanya dia dengan terang terangan meletakkan tangan kirinya ke pinggul lisa dan bersikap perhatian agar Alicia menjadi semakin cemburu. Karena jika Alicia cemburu maka itu berarti ada perasaan cinta di hati Alicia untuknya. Di tambah lagi dengan sikap manja alami lisa yang tidak tau kalau dia cuman di jadikan alat bantu untuk membuat Alicia cemburu.
Lisa sendiri merasa berada di atas angin dengan perlakuan Andros yang dengan terang terangan memperlihatkan perhatiannya di hadapan para karyawannya. Dengan berani lisa menyentuh lengan atas Andros bahkan sempat menyandarkan kepalanya disana.
"Andros... "
"Hemm "
"Kenapa kita makan disini ? "
"Kenapa ? "
"Kita bisa makan di luar, di sebrang sana ada restoran yang masakannya sangat lezat"
Andros melihat ke arah lisa sesaat lalu kembali melihat ke arah tempat Alicia dan dua temannya berada.
"Andros... Apa kau mendengarku ?"
"Lisa... Kalau kau tidak suka tempat ini. Kau boleh pergi "
"Tidak akan... Aku akan makan apapun dan di manapun kalau itu sama kamu ". Dengan senyum di paksa walau sebenarnya dia ogah makan makanan kantin.
__ADS_1
"Ehhh.... Bukankah itu gadis yang sama saat di pesta malam itu " lisa menunjuk Alicia yang sekarang pura pura tidak melihat mereka.
"Yang mana ". Andris bersandiwara
"Itu... Dengan dua gadis di sampingnya."
"Benar itu dia, aku tidak salah "
Andros melihat ke arah Alicia. 'Bagaimana keadaanmu sayang, apa kau masih baik baik saja atau sudah mulai terbakar' Andros tersenyum saat matanya bertatapan dengan mata Alicia.
"Joo... "
"Ya Tuan "
"Ya Tuan "
Joo menghampiri meja duduk Alicia dan mengangguk memberi hormat dengan samar. Keadatangan Joo ke meja mereka membuat Maya dan Nina menjadi resah karena selain Tuan Andros, Joo juga terkenal kejam yang di tutupinya dengan candaan hingga lawan bicaranya tidak menyadari jika dia sedang marah. Maya dan Nina menundukkan kepala tidak berani menatap wajah Joo begitu pula dengan yang karyawan yang lain tidak berani melihat dan tidak berani pergi juga. Mereka semua diam seperti dan hanya berani berbisik sangat pelan.
"Nona... Bisakah Anda pindah tempat duduk ?"
"Apa...? " Alicia tidak percaya dia di usir
__ADS_1
"Tuan Andros dan temannya mengajak Anda bergabung untuk makan siang "
"Kau dengar itu Nina, ternyata cuman teman" maya berbisik di telinga nina. Alicia mendelik ke arah mereka berdua.
"Sampaikan trima kasihku untuk Tuan Andros. Tapi aku sudah kenyang dan jam istirahat sebentar lagi juga sudah selesai. Jadi lebih baik kami kembali ke tempat kerja."
Alicia berdiri dan menarik tangan maya dan tangan nina agar ikut berdiri dan segera pergi dari tempat itu.
Tanpa melihat kearah Andros dan Lisa dengan marah Alicia berjalan melewati mereka berdua.
Banyak tanda tanya di kepala para karyawan yang masih berada di kantin saat dengan rasa takut Alicia menolak ajakan Sekretaris Joo untuk bergabung dengan Tuan Andros.
Lisa sempat memanggil Alicia dan menyentuh tangannya bermaksud menahannya.
"Bukankah kau yang ada di pesta malam itu ?"
"Maaf nona, pesta apa yang anda maksud ? Saya hampir tidak pernah pergi ke pesta. " jawab Alicia
"Andros... Aku tidak salah kan ? Gadis ini kan yang ada di pesta waktu itu ?.
Andros memperhatikan Alicia yang mulai di bakar api cemburu dan hanya Andros yang bisa melihat itu.
__ADS_1
"Aku tidak nyakin itu dia Lisa, mungkin kau memang salah orang". Andros menjawab dengan santai dengan mata menggoda yang di tujukan pada Alicia.
Dengan kesal Alicia berpamitan pada keduanya dan pergi dengan perasaan super kesal dalam hati terus memaki Andros yang sengaja membuatnya kesal. 'Lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membalasmu Tuan bertubuh besar'. Alicia.