Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
GAGAL KABUR


__ADS_3

Waktu makan siangpun tiba.


Ada yang aneh dengan restoran ini. Biasanya pada jam makan siang begini pasti akan di penuhi para penikmat makanan mahal. kenapa di bilang mahal ?. karena dengan porsi yang sedikit tapi dengan harga yang selangit di tambah harus pesan tempat dulu baru bisa makan di restoran ini. Seorang manager restoran datang menyambut kehadiran Andros dan Alicia. Menarik kursi saat Alicia hendak duduk. Sedang Joo juga melakukan hal yang sama dengan Andros.


Alicia hanya memandangi menu yang ada di hadapannya tanpa memesan apapun. Karena pikirannya sedang berkelana mencari kelengahan suami dan para asisten sekretaris Joo tidak terkecuali Joo. Kalau pertahanannya begini rapat kapan aku bisa melarikan diri sejenak. Secara tidak sadar Alicia menghembuskan nafas putus asa. Andros melihat itu.


"Jangan mimpi untuk kabur."


"Ah tidak. Mana berani aku kabur"


"Anak buah Joo terlalu banyak di sana. Seperti orang penting saja sampai bawa begitu banyak orang".


"Pesanlah. Kau pasti sudah lapar". Andros menutup buku menu saat semua pesanannya telah di catat sang manager.


"Kenapa tempat ini sepi". sebenarnya pertanyaan itu tidak di tujukan pada suaminya tapi.


"Joo memesan seluruh restoran ini selama kita makan siang".


Ah..


"Emangnya bisa ya. Dulu saat aku ingin memesan seluruh tempat ini orang itu mengatakan tidak bisa karena sudah ada orang yang sedang menikmati makan siang saat itu".


"Memang aku tidak mengijinkan" sambil meminum anggur merah di gelas berkaki andros menatap tajam kearah Alicia.


"Maksudnya restoran ini milikmu" Alicia masih tidak percaya.

__ADS_1


* * *


Tidak jauh dari mereka makan. Joo tidak pernah sedetikpun melepas kewaspadaannya terus mengawasi nona muda. Karena Andros sudah memperingatkan kemungkinan Alicia ingin kabur. Joo juga memperingankan semua pengawal yang ikut saat ini untuk terus waspada.


Saat makanan mereka akhirnya di hidangkan juga, Joo menyuruh mereka istirahat sejenak untuk makan siang tapi tetap waspada.


Terdengar tawa keras sang Bos dan di ikuti dengan tawa nona muda. Sepertinya nona sedang bercerita lucu karena Tuan sampai tidak berhenti tertawa. Joo hampir tidak percaya pada pendengarannya benarkah yang saat ini sedang tertawa adalah Tuan Andros. Karena melihat Tuan muda tertawa adalah momen yang jarang terjadi.


"Setelah selesai makan, cepat kembali ke tempat semula".


Joo bangkit keluar dan sekarang berdiri dan berjaga di depan pintu restoran karena ingin memberi privasi buat majikannya.


* * *


Di meja makan rumah utama. Ibu makan dengan perasaan yang berbeda sekarang. Ada kebahagiaan seorang ibu yang tau anaknya yang supel sudah kembali.


"Apa yang membuat ibu segembira ini di siang hari yang sepanas ini".


"Tidak mungkin ibu dapat lotre kan"


"Enak saja kalau ngomong". "Ibu tidak seputus asa itu sampai beli lotre".


"Syukurlah bu, tadinya aku khawatir ibu nekat". Belum berhenti juga menggoda ibunya.


"Hentikan. Kalau tidak sendok ini akan melayang di kepalamu baru tau rasa kamu". Sambil tersenyum mengancam putra bungsunya.

__ADS_1


"Ibu tidak berniat menetap saja di sini".


"Tidak".


"Kanapa ibu ".


"Karena ibu terlalu menyayangimu makanya ibu tidak ingin meninggalkanmu".


Untuk sejenak Rey terdiam.


Meminum segelas air putih tanpa melihat ibu yang menatapnya.


"Sepertinya kau belum bisa melupakannya sayang".


Hemm..


"Ibu harap kau akan melupakannya. Dan memulai hidup baru dengan mencari seorang wanita baik yang bisa membuatmu lupa dengannya".


"Apa ibu yakin aku bisa menemukan wanita baik itu ibu ?"


"Ya. Ibu yakin"


"Di dunia ini begitu banyak wanita baik yang sedang mengantri kau jemput untuk kau nikahi sayang". Di genggangnya tangan putra bungsunya. "Di surga mela juga pasti ingin kau melupakan kecelakaan itu dan memulai hidupmu lagi".


Rey tidak ingin menangis di depan ibunya tapi saat mengingat kembali dimana kecelakaan yang sudah merenggut kekasihnya tidak bisa di tahannya lagi. Rey hanya bisa terisak di pelukan ibunya yang sudah menghampirinya dengan segera.

__ADS_1


Bersambung ^_^


__ADS_2