Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Kenangan


__ADS_3

Saat itu pertama kalinya Lisa memasuki kelas barunya di sebuah sekolah elite yang ada di kotaX. Tidak banyak yang menyukainya karena sifatnya yang sedikit sombong dan pilih pilih dalam berteman. Ya itu karena dia terbiasa hidup di lingkungan yang jauh dari kata tidak mampu. Lisa di besarkan di luar negri hingga dia menginjak usia 17 tahun dia kembali ke negara ini dan melanjutkan kesekolah elite.


Disanalah dia bertemu dengan Andros. Anak pemilik sekolah Elite di negara ini. Pembawaan cuex dan berkuasa atau istilahnya Andros adalah bad boy. itulah yang menarik minat Lisa untuk mendekatinya dan ingin memilikinya untuk dirinya sendiri. Padahal Andros sendiri sih hampir tidak pernah melirik Lisa karena emang dia nggak berminat untuk pacaran atau dekat dengan wanita manapun yang ada di pikirannya adalah lulus sekolah dan melanjutkan kuliah di universitas pilihannya.


Dan kisah kedekatan Lisa dan Androspun di mulai saat ada segerombolan anak perempuan yang mulai muak dengan sikap sok lisa, maka siang itu mereka memojokkannya di salah satu tempat sepi di lingkungan sekolah.


"Tidak perlu berteriak. Mereka tidak akan mendengarmu meski tenggorokanmu sakit sekalipun".


"Apa mau kalian. Aku tidak pernah mengganggu kalian ". Lisa berusaha menjauhkan tangan salah satu siswa yang memegang lengannya.


"Tentu saja kau sudah mengganggu kami. Dengan kedatanganmu ke sekolah ini saja sudah membuat kepala sekolah heboh. Kalau kau tidak suka dengan kami, kenapa kau tidak pindah sekolah saja atau kembali ke tempat kau dulu berasal. Karena kami kaum rakyat jelata tidak selevel denganmu ". Jawab siswa yang lain.


"Aku tidak pernah menganggap kalian kaum rakyat jelata kok ". Lisa berusaha membela diri. "Seharusnya kalian lebih ramah padaku agar aku lebih nyaman di sekolah ini. "


"Gila.... Dia bilang kita yang harus lebih ramah padanya ".


"Otaknya udah sinting ini anak ".


"Hei... Kamu itu pendatang di sekolah ini, seharusnya kamu yang harus ramah dengan kami semua. "

__ADS_1


"Sepertinya kita memang musti memberi palajaran nih ".


"Berisik... "


Tiba tiba sebuah suara berteriak mengalahkan jeritan Lisa yang hampir kena tamparan salah sati siswa yang memojokkannya


"Tuan Andros. " semua siswa tadi langsung mundur dan menjauhi lisa yang sekarang menangis. Entah itu menangis beneran atau cuman akting aja.


Andros mendekati lisa yang masih histeris, kemudian menarik tangannya menjauhi para siswa.


"Jangan pernah mengulangi perbuatan kalian lagi. Jima kalian masih ingin sekolah di tempat ini. " peringatan Andros tidak pernah main main. Dan mereka mengangguk takut.


Lisa berlari menghampiri Andros hendak berterima kasih.


"Thank's. Kalau tadi tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi padaku. "


"Hemmm. " hanya itu jawaban Andros


"Tapi kalau nanti kejadian ini terulang lagi gimana ?. " ayo katakan kalau kau akan menolongku lagi.

__ADS_1


"Kau pikirkan saja sendiri dan cari jalan keluar dari masalahmu sendiri. "


"Makstudnya ? "


"Belajarlah beradaptasi dengan sekolah barumu. Dan bersikaplah lebih manusiawi, karena sebagian besar yang bersekolah disini adalah anak anak yang jauh dari kata anak tidak mampu. "


"Maaf.. Saya tidak bermaksud menghina mereka ".


"Jangan minta maaf padaku, "


"Tapi kalau boleh aku mau minta sesuatu sama kamu ".


Andros menaikkan alis kirinya. Kurang ajar sekali anak ini sudah di tolong masih minta sesuatu padaku, benar benar cari mati. Menyesal aku kenapa tadi aku membantunya.


"Jika nanti mereka menggangguku lagi, boleh tidak aku meminjam namamu "


Dasar anak aneh, mau apa dia dengan namaku. Andros berlalu ranpa menjawab ya dan tidak tapi Lisa menafsirkan lain atas sikap Andros ini.


"Aku akan menganggap kamu setuju ". Lisa tersenyum senang dan kembali ke kelas dengan perasaan puas.

__ADS_1


__ADS_2