Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Ibu mertua 2


__ADS_3

Sarapan pagi ini berbeda dari hari hari sebelumnya dimana biasanya hanya ada sepasang suami istri saja kali ini ada ibu mertua dan adik ipar yang tidak kalah tampannya dengan sang tuan muda. Namanya Reyhan yogi Mahardika berkulit putih bersih, tinggi meski tidak setinggi suaminya andros tapi tetap tinggi bagi alicia, dengan potongan rambut tidak begitu rapi tapi tetap terlihat manis.


Ada perasaan tidak nyaman selama sarapan pagi ini, Alicia merasa di awasi oleh dua pasang mata yang terang terangan sedang menatapnya.


Duduk persis di hadapannya sang adik ipar yang sudah di landa penasaran dengan pernikahan ini akhirnya tidak bisa di sembunyikan lagi. Di tatapnya lekat lekat kakak ipar di hadapannya ini.


"Jurus apa yang kau pakai sampai bisa menjerat kakakku di dalam pernikahan ini. Kakak ipar" masih dengan menatap alicia penasaran.


"Jurus wanita cantik" alicia memasang senyum secerah mungkin sambil di liriknya sang suami yang sedang makan dengan lahapnya seperti tidak terganggu dengan percakapan di meja makan.


"Sebenarnya aku juga heran kenapa suamiku memilihku di antara begitu banyak wanita cantik di sekelilingnya."


Yang di sindir tetap tak merespon. Sepertinya sedang menikmati rasa penasaran ibu dan adiknya terhadap istrinya.


"Tapi kau memang cantik. Alice" Rey tersenyum sambil mengedipkan mata kanannya.


Ada perasaan marah dan cemburu di hati andros saat mendengar rey memuji kecantikan alicia secara terang terangan. Apalagi saat di lihatnya alicia tersenyum membuat andros menghentikan percakapan antara saudara ipar itu dengan geraman keras pertanda mereka harus diam dan menyudahi percakapan.


Setelah semua selesai makan ibu memecah keheningan. Dan menyuruh alicia dan andros menemuinya di ruang keluarga karena ibu ingin tau alasan mereka tiba tiba menikah tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


* * *

__ADS_1


"Tunggu"


Andros menarik alicia ke dinding. Di bukanya satu kancing kemeja alicia...


"Aku ingin ibu melihat ini. Jadi biarkan seperti ini." seringainya semakin lebar saat mata alicia melotot ke arahnya.


"Aku malu"


"Kenapa malu" menyipitkan mata di ciumnya kening alicia. "Aku ingin ibu melihat bahwa aku menikahimu karena aku memang ingin menikahimu dan melahirkan anak anakku". Di sentilnya kening alicia dan segera masuk k ruang keluarga di mana ibu sedang menunggu mereka.


"Akhirnya kalian masuk juga". Ibu sudah tidak sabar ingin mengintrogasi mereka.


"Apa yang ingin ibu tanyakan" mereka sudah duduk di sofa empuk menghadap ibu sekarang. Alicia numpangkan kaki kanannya ke kaki kiri berdoa dalam hati semoga ibu tidak melihat sesuatu di sana.


"Kau tau maksutku"


*ohhh ya iyalah tentu saja aku tidak akan pernah kekurangan makanan, aku adalah cucu satu satunya pemilik Hotel XX. meski sekarang mencicil hutang hutang kakek dengan pernikahan ini. Paling tidak aku dan kakek tidak akan kehilangan Hotel kami lagi*


"Iya bu. Anda jangan kawatir saya belum pernah hidup miskin dan tidak berniat menjalani hidup seperti itu. Makanya saya menikahinya". Melirik suaminya yang menatapnya tanpa ekpresi.


"Kau memanfaatkan harta putraku" ibu terkejut mendengar jawaban alicia. "Kau pikir putraku siapa. !"

__ADS_1


"Kau bisa bekerja tanpa mengambil uang putraku"


"Maaf ibu mertuaku sayang putramu itu juga suamiku. jadi sudah wajar dan sepantasnya kalau aku mengambil uangnya untuk makan kan". di dunia ini gak ada yang gratis ibu. Putramu sudah meniduriku kapanpun dia mau masak aku gak boleh menghabiskan uangnya, enak saja. Alicia masih tidak percaya perkataan ibu mertuanya


"Dan sepertinya suamiku juga. Melarangku bekerja, bahkan dia tidak mengijinkanku keluar rumah meski hanya melihat air mancur di halaman. " protes alicia yang lebih di arahkan pada laki laki di sampingnya.


"Bagaimana dengan anak anak" ibu bertanya dengan harapan menantunya tidak akan suka anak anak karena akan merusak bentuk tubuhnya.


"Aku suka anak anak meski mereka sedikit merepotkan, tapi aku nyakin uang suamiku sanggup membuat tubuhku kembali seperti semula". Tersenyum. "Dan suamiku juga ingin lima anak agar rumah ini bisa lebih berisik."


"Benarkan sayang" di sentuhnya tangan andros dan di balas dengan kecupan di tangannya.


Ternyata kau pintar bersandiwara juga suamiku sayang. Bhatin alicia


"Kurasa ibu sudah bisa mengerti mengapa aku memilih alicia sebagai istriku." bangkit berdiri andros keluar ruangan tanpa pamitan pada ibunya dan memanggil alicia agar mengikutinya keluar.


Tinggal sang ibu di ruang keluarga yang saat ini tersenyum mengerti alasan kenapa putra sulungnya memilih gadis itu sebagai istrinya. Itu semua karena gadis itu sudah mencuri semua hati putranya dan bisa membuat putranya tersenyum lagi. Itu yang terpenting.


Sejak penghianatan mantan pacarnya Andros tidak pernah tersenyum lagi karena dia menganggap semua wanita sama saja hanya memanfaatkan dirinya demi mencapai ambisinya dan demi uangnya untuk memenuhi semua gaya hidupnya. Ya penghianatan mantannya benar benar sudah membuatnya terluka cukup dalam dan terlalu lama.


Semoga Alicia bisa membuat putranya selalu tersenyum sudah cukup buat ibu merestui pernikahan mereka.

__ADS_1


Memandang jendela ibu melihat andros dan alicia masuk ke mobil dan terus melihat sampai mobil itu hilang dari pandangan.


__ADS_2