Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Ego Andros


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak kejadian malam yang membuat Andros harus merasakan frustasi hebat karena harus berhenti di saat tegangan mulai meninggi, kepalanya langsung terasa sakit di tambah perutnya yang mendadak terasa mulas. Andros turun dari ranjang tanpa sepatah katapun dia pergi ke kamar mandi membanting pintunya dengan sangat keras. Saat melihatnya malam itu Alicia sebenarnya tidak tega.


Di meja makan Andros dan Alicia makan dalam diam. Alicia tau kalau Andros masih marah karena kejadian malam pembalasan itu. Bahkan dalam seminggu ini Andros tidak menyentuhnya jangankan mencium memegang jari klingking Alicia aja nggak. Sebenarnya Alicia merindukan sentuhan, pelukan dan ciuman Andros karena Alicia sudah terbiasa dengan itu semua jadi Alicia merasa kehilangan dan ingin minta maaf tapi tidak pernah terjadi.


Alicia sengaja tetap duduk di tempat duduknya sambil terus menikmati sarapannya saat Andros bangkit dan berjalan keluar yang artinya dia sudah selesai sarapan dan akan berangkat kerja. Biasanya Alicia juga akan melakukan hal yang sama bangkit dan mengikuti Andros di belakang. memasuki mobil dan duduk manis di samping Andros. Kali ini Alicia ingin pergi kerja sendiri makanya dia tetap di meja makan menghabiskan sarapannya.


"Nona.. Kita sudah terlambat lo. Tuan Androa juga sudah berada di dalam mobil " Joo menghampiri Alicia di samping meja


"Aku belum selesai sarapan Joo" Alicia ngeles


"Nano... "


"Apa ". Alicia mendongak melihat ke arah Joo.

__ADS_1


Joo menghela nafas pelan bejalan keluar dan melaporkan pada Tuan Bosnya kalau nona Alicia masih mencintai sarapannya ketimbang pergi bersama suaminya.


Andros memejamkan mata sesaat lalu keluar dari mobil dan memasuki rumah. Di lihatnya Alicia sedang meminum jus jambu merahnya. 'Sudah cukup kau menguji kesabaranku '. Tanpa sepatah katapun di tariknya tangan Alicia yang baru saja meletakkan gelas jusnya di atas meja.


Dengan sedikit kasar Andros mendorong Alicia masuk ke mobil. Bahkan Andros tidak menggubris penolakan dan teriakan Alicia.


Sepanjang perjalanan ke Hotel Alicia terus mengobel gak jelas yang membuat telinga Andros bosan tapi Andos cuek dan pura pura tidak mendengarnya.


"Nona apakah Anda mau minum " Joo menawari sebotol air mineral siapa tau Alicia harus karena sepanjang jalan terus ngomel sedang yang di omelo 'boro amat'.


"Masak nona Alicia nggak haus ? Kan dari tadi ngomong terus " spontan Alicia menendang kursi belakang Joo.


Di liriknya Andros sempat tertawa karena ulahnya tadi tapi kemudian kembali diam sampai tempat biasanya Joo menurunkan Alicia.

__ADS_1


***


Sebenarnya Andros tidak pernah marah pada Alicia karena dia tau malam itu bukan kesalahannya. Selama seminggu ini Andros mempelajari tentang siklus menstruasi yang di alami setiap wanita di muka bumi ini dari youtube maupun google. Dengan begini dia tau kapan dia harus menyerang dan kapan dia harus menahan.


Joo memperhatihan Andros yang senyam senyum sendiri mulai ngeri kembali. "Apa perlu kita membuat janji dengan orang pinter Tuan ?"


"Buat apa ?"


"Andalah... Karena dari tadi anda senyam senyum sendiri " hehehe...


"Akan ku potong gajimu 40% bulan ini" tagas Joo


"Ahhh.... Maafkan saya Tuan. Jangan potong gaji saya ya ". Joo mematikan mesin mobil menoleh ke belakang " bagaimana cicilan apartemen saya Tuan "

__ADS_1


"Itu bukan urusanku " jawab Andros lalu keluar dan memasuki lobby Hotel tanpa menoleh ke arah Alicia yang sudah siap kerja padahal mereka sudah saling menatap tapi Andros acuh dan terus berjalan ke arah lift khusus dengan Joo yang setia mengikuti di belakangnya dengan lesu.


__ADS_2