
Suara aliran air di shoawer tidak membuat indra pendengaran Andros yang sudah sejak lama terlatih untuk waspada dengan suara suara mencurigakan meski itu ada di lingkungan pribadinya. Seperti saat ini dia mendengar suara pintu kamar di buka dan di ikuti dengan langkah kaki kecil sepertinya langkah kaki seorang wanita. Pelan di raih dan di putarnya kran air hingga aliran air di shower sedikit demi sedikit mengecil dan kemudian berhenti hingga tersisa tetesan tetesan. Andros diam sejenak berkonsentrasi kembali.
"Sayang kamu dimana".
Ada rasa lega saat mendengar suara seorang wanita. Itu pasti Alicia seringai jahat mulai mengembang bebas di bibirnya, dengan tanpa sehelai kainpun yang menutupi tubuh polosnya Andros keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Alicia yang akan meraih handle pintu bersiap untuk melarikan diri.
"Coba saja berani keluar, kau pasti mati".
Dengan percaya diri Andros melangkah maju mendekati Alicia yang berdiri kaku karena terkejut dengan kepolosan Andros bahkan untuk berkedip saja susah. Dia hanya diam tidak bergerak.
"Cepat tutup mulutmu. Karena air liurmu sudah hampir menetes". Di sentilnya jidat Alicia hingga menimbulkan warna merah.
"Sakit" Alicia mengusap jidatnya yang terasa panas terbakar hasil sentilan Andros.
"Ambil jubah mandiku di kamar mandi".
Hahhh...
__ADS_1
*Kenapa tadi tidak di pakai sekalian sih membuat mataku jadi berdosa saja*
"Kenapa diam ?"
Sadar karena dari tadi dia hanya berdiri sambil memandang kepolosan suaminya. Dengan malu Alicia setengah berlari menuju kamar mandi untuk mencari jubah mandi Andros. Tapi sialnya yang di cari tidak ketemu memang tidak ada sehelai kainpun di kamar mandi itu. Merasa kesal karena sudah di bodohi membuat Alcia membalikkan badan dengan tiba tiba dan alhasil tubuhnya langsung bertubrukan dengan tubuh polos suaminya.
"Kau membohongiku. Tak ada satupun jubah di sini" dengan kesal mendorong Andros untuk menjauh darinya tapi yang di dorong tetap berdiri santai sambil bersandar di pintu yang sudah terkunci dari dalam. Bisakah kau bayangkan godaan macam apa yang menghantuiku saat ini.
"Kau benar benar membuat mataku sakit".
Dengan tidak sabar di tariknya kemeja Alicia hingga kancing kancing tak berdosa itu berhamburan di lantai. Satu persatu kain yang menempel di tubuh Alicia lenyap tak tersisa.
Alicia hanya bisa menahan semua ga***hnya sambil menutup mulutnya karena takut bersuara. Kalau sampai Joo melihatnya menjerit bisa malu aku.
Ohh.. GOD setan apa yang sudah meracuni suamiku hingga menjadi semesum ini.
Seperti tidak pernah merasa kehabisan tenaga Andros terus membuat Alicia menerima dirinya meski sudah berulang kali Alicia menjerit saat hal itu terjadi. Tapi tak ada niat Andros untuk menyudahi kegiatan itu di kamar mandi. Hampir 1 jam mereka di kamar mandi. Andros keluar mengambil jubah mandi untuk dirinya dan Alicia.
__ADS_1
Alicia yang sudah kekelahan hanya diam pasrah saat Andros memakaikan jubah itu kemudian menggendongnya keluar dan merebahkannya di tempat tidur menyuruhnya untuk istirahat sebentar sambil menunggu makanan datang. Karena kegiatan keras mereka tadi membuat Alicia mengantuk niatnya hanya ingin memejamkan mata sebentar tapi menjadi terlelap sekarang.
Melihat Alicia yang sudah terlelap Andros meraih ponselnya dan menghubungi Joo untuk menyampaikan ke bagian personalia bahwa Alicia ada tugas lain yang lebih penting.
Setelah memberi rentetan perintah untuk di kerjakan Joo, Andros ikut menjadi penghuni kasur king sidenya meraih kepala Alicia untuk di tempatkan di lengan kanannya sebagai sandaran.
Dengan lembut di kecupnya kening yang tadi memerah karena sentilannya tapi sekarang sudah memudar. Di pandanginya wajah Alicia yang masih memerah dengan bibir bengkaknya.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk jangan berbucara dengan pria lain terlalu lama tapi kau bahkan memberikan senyumanmu untuk orang yang baru kau temui".
"Kau juga sudah berani menantangku di depan pegawaiku".
"Tapi senang dengan semua itu"
"Dengan terus menentangku. Kau akan terus mendapatkan hukumanmu".
Akhirnya Andros ikut tertidur juga di samping Alicia yang sekarang semakin mendekat kearah tubuh Andros mencari posisi tidur yang lebih nyaman karena tangan Andros membuatnya mimpi aneh.
__ADS_1