Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Usaha yang sia sia


__ADS_3

Alicia masih sibuk membereskan hasil balas dendamnya ke dalam kantong kantong plastik saat pintu kamar di buka. Rencananya malam ini dia akan tidur dengan mengenakan celana jins panjang plus switer dengan begini Andros pasti tau maksudnya kan. Alicia mendengar langkah kaki Andros memasuki kamar dan melempar sesuatu ke atas ranjang lalu berjalan ke arah ruang ganti. Tidak ada tanda keterkejutan pada nya saat melihat Alicia duduk di sana di tengah tengah tumpukan plastik.


Andros hanya melihatnya sambil bersandar di pintu.


Ough... Kenapa gayanya terlihat sekeren itu sih.. Sadar Alice, sadarlah saat ini seharusnya kamu tuh marah bukannya malah mengagumi ketampanan suamimu.! Dia sudah bersikap tidak adil padamu, ingat... Saat ini kau sedang marah !. Tapi bagaimana aku boleh marah ? Aku hanya istri di atas kertas. Pernikahan ini hanya syarat aku menyicil hutang keluarga.


"Apa yang sedang kau lakukan, Sayang. " suara Andros menyadarkan Alicia


Dengar Alice dia memanggilmu sayang, dan kau harus melawannya.


"Apa..... Sayang ?. "


"Ho ho... Dimana Sayangmu ? Mana mana, apa kau juga mengajak kekasihmu kesini, dirumah ini ?. "


Alice pura pura mencari dengan menengok kekiri kanan. tidak percaya dengan pendengarannya.


"Apa kau sedang cemburu Alice atau kau sedang merajuk sekarang ". Ada rasa geli dalam kalimat Andros.


"Ha ha ha.... Kau bilang aku cemburu. "


"Dengan wanita itu. "

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu aku cemburui dan wanita itu tidak pantas ku cemburui. " masih dengan pura pura tertawa.


Dengan sisa tawa palsunya Alicia berjalan melewati Andros dengan membawa kantong kantong plastik dan di letakkan di depan pintu kamar kemudian berteriak memanggil pak min untuk segera membuang kantong plastik itu ke tempat sampah.


Andros melihat tingkah Alicia menjadi geli, ada perasaan senang saat melihat istrinya yang sedang marah karena cemburu. Dia begitu manis.


Ooohhh sekarang dia tertawa. Dia pikir lucu ya setelah membuatku di kuasai amarah begini. Alicia melipat kedua tangannya


"Dengar Alice. Aku tidak ingin ada pertengkaran di rumah apalagi di tempat tidur itu tidak baik buat hubungan suami istri. "


"Apa kau tau itu ?" Andros maju mendekati Alicia yang duduk di sofa


"Ohhh... Tapi sekarang kau sudah tau kan ?. "


tutur Andros dengan sedikit jenaka


Di tatapnya mata Andros dengan seluruh kejengkelannya.


"Jadi kau ingin saat di rumah kita menjadi sepasang suami istri yang bahagia tiada tara dan jika di luar kau dan aku adalah orang asing yang tidak saling berhubungan ?. " Bos gila ini maunya apa sih


"Apa kau sudah bosan hidup, sayang ?. " Andros mulai terpancing emosi

__ADS_1


"Ohhh... tentu saja aku masih ingin hidup. "


"Tapi apa yang kau lakukan tadi mengacu pada kata kataku tadi kan. Apa kai tidak sadar kau sudah menggangapku orang lain tadi. Jadi aku juga akan menganggapmu sama persis seperti yang kau lakukan padaku tadi. Kita impas kan "Tantang Alice


"Hati hati... Karena kau mulai bermain api sayang. "


"Coba saja kalau kau berani Dan lihat apa yang bisa aku lakukan padamu ". Andros meraih rambut Alicia dan meremasnya hingga Alice menahan kesakitan. "Jangan pernah menguji kesabaranku sayang, jika kau masih ingin melihat indahnya dunia di luar sana maka ikuti peraturannya. " di ciumnya bibir Alicia dengan kasar.


"Jika aku melihatmu menggoda atau pergi dengan pria manapun. Bukan kau yang akan ku buat mati tapi pria itu yang akan ku buat enggan untuk hidup maupun mati. " ancamnya.


"Bangun dan cepat ganti bajumu, jangan membuat mataku sakit di malam hari ".


"Semua sudah tak tersisa, aku sudah membuang semua di tempat sampah ". Alicia menunduk dan berdoa jangan marah aku masih ingin hidup.


"Aku membeli model terbaru di tempat tidur. Saat aku selesai mandi aku ingin kau sudah memakainya. Dan bersikaplah manis malam ini. Karena kau sudah membuatku marah hari ini. " Andros meninggalkan Alicia yang shock mendengarnya.


"Apaan sih... Yang di pikir itu terus. Dasar pria mesum. " dengan terpaksa Alicia menyeret kakinya mendekati ranjang dan meraih isi tas disana. "Kalau begini percuma donk aku guntingi semua tadi sampai tanganku lecet begini ". Alicia memandang kain di tangannya, menghela nafas sebentar dengan berat hati di pakainya kain berharga itu.


Sementara yang ada di kamar mandi sedang berhaha hihi menikmati kecemburuan istrinya.


Permainan ini baru di mulai sayang, jadi jangan sampai kau keluar jalur. Andros

__ADS_1


__ADS_2