Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Kejutan


__ADS_3

Sudah hampir pukul 17.00wib saat Andros membuka matanya dan langsung menatap jam tanggannya. Saat menoleh ke arah samping dimana istrinya masih tertidur pulas sedang memeluknya dengan wajah yang menghadap dadanya. Nafas teratur Alicia yang terhembus di dadanya membuatnya merasa senang.


Dasar gadis manja kenapa kau tidak pernah mau menurut padaku, saat aku bilang A kau pasti akan melakukan B dan sepertinya aku harus berusaha keras untuk menjinakkanmu sayang. Di ciumnya kening Alicia sebelum dia beranjak bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


15 menit berlalu saat Andros selesai mandi dia melihat kearah tempat tidur dan di lihatnya sepertinya Alicia masih belum ingin bangun itu terlihat dari posisi tidur yang tidak berubah dari sebelum dirinya pergi mandi tadi. Tapi ini sudah hampir malam dan tadi mereka juga belum sempat makan siang. Andros mengambil telponnya dan langsung menghubungi Joo.


"Ya Tuan"


"Siapkan makan malam dalam setengah jam. Seporsi besar bermacam macam menu karena Alicia belum makan dari siang". Aku yakin Alicia akan seperti macan kelaparan saat bangun nanti.


"Ya Tuan. Ada lagi ? "


"Tidak. "


Saat menutup telpon Andros melirik kearah tempat tidur disana Alicia yang sudah membuka matanya tapi masih enggan bangun juga sedang melihat kearahnya.

__ADS_1


Andros berjalan menghampir Alicia dan duduk di sampingnya, di elusnya rambut Alicia yang panjang dan membelai lengannya yang langsing lalu jari jarinya bergerak naik berpindah ke pundak dan leher Alicia di mana terdapat begitu banyak tanda merah yang sudah berubah warna agak keunguan sekarang dan Andros menyentuh semua tanda itu dengan jaru telunjuknya saat jari itu bergerak kebawah ke tempat favoritnya Alicia menahannya sambil matanya melotot kesal.


"Aku lapar. Dan kau tidak akan membuatku mati kelaparan kan ? ". Alicia segera menyingkirkan tangan Andros dari dadanya dan segera bangun tidak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Mandilah dulu. Aku sudah menyuruh Joo menyiapkan makan malam yang banyak agar kau kuat menghadapi hukumanmu berikutnya". Senyum jahat sekali lagi di perlihatkan Andros saat dia bangun dan berjalan ke arah pintu sebelum membukanya Alicia sudah melemparkan bantal kearah nya dan segera di tangkap sebelum bantal itu sempat menyentuh wajahnya.


"Hati hati dengan tinggahmu Nona". Andros menggeram saat mengucapkan kata kata itu. Dan meninggalkan Alicia sendirian di kamar


* * *


Dengan kesal Alicia bangun dan pergi ke kamar mandi dia ingin berendam air panas di bak mandi dengan busa yang melimpah untuk meredakan rasa nyeri di sana karena saat berjalan tadi Alicia merasa nyeri di tempat itu.


"Ahh.. Nyaman sekali". Alicia mendesah nikmat saat tubuhnya tenggelam di bak mandi.


"Aku mungkin benar benar sial karena punya suami berkekuatan kuda yang sama sekali tidak mengenal lelah "

__ADS_1


"Seandainya Lala tau kalau pria incarannya itu sekarang jadi suaminya ". Hahaha


"Dia pasti bisa pingsan karena kesal ".


"Tapi bagaimana kabarnya ya ". Alicia menatap ke langit langit kamar mandi terdapat kaca besar disana yang sedang memantulkan tubuhnya yang sedang berendam.


"Aku kok jadi heran kenapa dia terobsesi sekali dengan kaca besar sih. Tudak mungkin dia senarsis itu kan ? " Aku harus bertanya alasannya nanti.


Sudah cukup acara berendamnya Alicia maraih jubah mandi yang sudah disiapkan di gantungan baju dan segera memakainya


Keluar kamar mandi dia menuju ke arah lemari pakaian niatnya ingin melihat baju apa yang sudah di siapkan Andros karena dia tidak melihat satu bajupun di ruangan itu jadi dia mencarinya di lemari pakaian.


Dan setelah membukanya Alicia terkejut dengan isi lemarinya.


"What the hell ".

__ADS_1


^_^


__ADS_2