
Tidak terasa hampir sore hari Alicia menghabiskan waktu hari ini dengan Rey meski ada kejadian tidak menyenangkan saat makan siang tadi. Kini keduanya hanya diam di dalam mobil yang melaju di jalanan yang mulai macet karena jam pulang kerja. Saat meliwati Hotel miliknya Alicia tidak berhenti manatap gedung hotel itu. Rasanya Alicia ingin menangis karena saking rindunya dengan kakek dan juga fenti yang selalu setia jadi asisten sekaligus teman yang slalu ada buatnya.
Tiba tiba Rey menyodorkan telpon ke arahnya.
" Masukkan nomer telponmu. "
" Buat apa ? " mengusap air matanya yang hampir jatuh.
" Aku bisa jadi temanmu saat kau bosan nanti ".
" Percuma. Karena telponku di sita kakakmu "
" Aku di larang punya telpon untuk sementara " ucapnya
" Apa kakakku menyusahkanmu ?"
" Tidak "
" Apa pernikahanmu bahagia ? "
Alicia menoleh ke arah kaca jendela memikirkan pertayaan Rey. Apakah pernikahanku bahagia ? Aku tau Andros punya maksud lain kenapa dia menikahiku yang jelas bukan karena mencintaiku kan ?. Bhatinnya
__ADS_1
" Apa kakakku menikahimu karena dia mencintaimu ? " Rey tau ada yang salah di pernikahan mereka karena entah sepertinya ada yang salah di mata Alicia yang ingin dia tau.
" Apa kau mencintai kakakku, Alicia "
" Hemm.. "
" Ya. Kami saling mencintai makanya kami menikah " senyum palsu menghiasi wajah Alicia yang cantik.
" Sebenarnya aku punya tempat tinggal di kota ini. Meski yahh... Tidak terlalu mewah seperti milik kakakku, tapi tempat itu lebih nyaman untukku ".
" Benarkah ? "
" Hemm.. "
" Tidak. Terima kasih Rey. "
" Di ajak jalan aja aku sudah senang sekali "
" Sebaiknya kita langsung pulang saja sebelum kakakmu. Lagian ibu pasti sudah bingung karena tidak melihatku di rumah ".
" Ok ".
__ADS_1
* * *
Di tempat lain. Di ruang rapat tampak wajah wajah yang di serang rasa takut karena sudah hampir tiga jam mereka rapat sepertinya tidak ada titik terang kapan rapat ini akan selesai.
Karena sang Bos yang tiba tiba berubah menyeramkan sepanjang rapat ini.
" Tuan muda. Sebaiknya rapat ini di lanjutkan besok saja. Karena sepertinya anda kurang sehat ". Joo mencoba menyelamatkan para karyawan yang mulai kelelahan dengan tampang yang hampir pingsan.
Terdengar ketukan di depan meja sang Bos. Suasananya benar benar mencekam, mirip upacara pemakaman tidak ada satupun yang berani buka suara. Sebenarnya kesalahan bukan pada para pegawainya tapi pada istrinya yang sudah berani keluar rumah sepanjang hari dengan adiknya. Lebih parahnya Alicia pergi tanpa meminta ijinnya terlebih dahulu. Dan sampai sekarang mereka belum kembali juga.
" Kalian semua keluar " perintah Andros marah
" Sepertinya nona Alicia dan tuan Rey baru saja pulang Tuan. Pak min baru saja mengirimi saya pesan pemberitahuan ".
" Berani sekali dia pergi tanpa seijinku " desis Andros marah.
" Siapkan mobil. Kita pulang sekarang ".
" Iya Tuan ". Joo langsung menelpon supir untuk bersiap karena Tuan muda akan segera pulang.
Butuh lima menit untuk sampai di mobil yang di parkir di depan pintu lobby. Saat di dalam mobil Andros bertanya pada Joo tentang kemana saja mereka pergi jalan jalan sampai butuh seharian. Joo menyampaikan apa saja yang telah di sampaikan salah satu yang pengawalnya saat mengikuti Alicia diam diam semenjak keluar rumah sampai kembali kerumah. Tidak terlewat juga kejadian di rumah makan.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Alicia Joo sudah mengirim dua pengawal yang selalu siap untuk menjaga nona Alicia dan untuk melaporkan kegiatan nona seharian dan semua itu tentu saja atas perintah Tuan muda.
Andros tampak mengepalkan tangannya menahan marah. Melihat itu Joo hanya bisa berdoa semoga nona Alivia tidak kenapa kenapa , karena sepertinya Tuan muda marah besar dengan sikap pembangkang anda nona.