Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Vitamin di pagi hari


__ADS_3

Sebulan sudah Alicia bekerja sebagai recepsionis. Dan hari ini dia akan menerima gaji pertamanya, rasanya sesuatu banget. Dan akhirnya aku bisa membelinya tanpa harus menahannya lagi dan tidak harus takut besok makan sama apa maklum aku harus berhemat dengan sisa uang tinggal tak seberapa . Aku akan membelikan sesuatu untuk kakek juga, sudah lama aku tidak mengunjunginya. Aku rindu kakek, kristal bening seakan sudah inhin meluncur di sudut matanya dan segera di usapnya agar tidak ada yang tau karena Alicia terlalu gengsi jika ada yang melihatnya menangis meski itu keluarganya sendiri.


"Wahhh... Lihat siapa itu yang datang ". Alicia hampir terlonjak terkejut saat maya yang tiba tiba derdiri di sampingnya dan berbisik di telinganya dengan arah pandangan lurus ke depan. Alicia mengikuti arah pandangan maya.


Wahh... Benar vitamin mata di pagi hari. Dua perwira datang ke meja mereka dan...


"Selamat Pagi... Ada yang bisa saya bantu ". Maya otomatis menggeser tubuh Alicia ke samping agar dia bisa bertatapan dengan kedua perwira.


"Kami ingin memesan room dengan double bed.." Jawab salah satu perwira


"Untuk berapa hari Tuan ". Masih dengan senyum cerahnya.


"Tiga hari ". Sambil melepas kaca mata hitamnya


"Baiklah. Bisa saya melihat kartu identitas anda Tuan ". Manisss sekali saat maya menayakan itu.


Alicia seperti melihat sosok Joo di kejauhan karena tidak ingin mengundang masalah mending aku menghindar saja biar maya yang menghadapi kedua perwira ini.


"Bagaimana dengan makan siang. Apa boleh kami mentraktir kalian berdua ? " kali ini perwira yang mungkin pangkatnya lebih tinggi sudah meraih tangan Alicia dan menggenggamnya dengan kedua tangannya.


Ohhh... Kau sepertinya sedang cari mati Tuan. Dan bagaimana denganku ?. Semoga Joo tidak melihat adegan berbahaya ini.

__ADS_1


"Maaf Tuan saya sedang diet ". Dengan sopan Alicia menarik tangannya.


"Kau sudah cantik, tubuhmu juga bagus. Untuk apa diet lagi ". Ho ho... Kau membuatku dalam masalah Tuan.


"Maya.. Ya maya sepertinya dia akan senang hati menemati kalian berdua Tuan "


"Benarkan maya ?" Menoleh ke arah maya.


"Ya dengan senang hati Tuan ". Wahh mimpi apa aku semalam bisa di traktir makan siang dengan dua perwira tampan dan badannya euuhhh membuat mataku meleleh..


"Ok... Kita akan makan siang bersama kau juga bisa mengajak temanmu jika mau ". Di kedipkan matanya ke arah Alicia.


"Terima kasih Tuan. Dan ini kunci kamar Anda ".


Hari ini sungguh melelahkan dengan tamu Hotel yang cek in cek out. Membuatnya super sibuk. Belum lagi kalau ada tamu yang rewel minta pelayanan ektra, tamu yang minta no telpon atau tamu yang terang terangan mengajaknya berkencan. Kalau sampai Andros mendengar mereka ada yang mengajakku berkencan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya ya ?. Alicia melamun hingga dia tidak menyadari mobil sudah berhenti di depannya.


Dengan sabar si empunya penumpang menunggu Alicia kembali tersadar dari lamunannya.


Sebenarnya apa yang di lamunkan Nona sih. Kenapa juga melamun musti di pinggir jalan coba. Kurang kerjaan amat Nona Alicia ini. Joo yang tidak sabar.


"Apa kau tau apa yang sedang di lamunkannya Joo ". Sambil menunjuk kearah Alicia dengan dagunya.

__ADS_1


Cihhh... mana saya tau Tuan.


"Tidak Tuan ".


"Liat betapa manisnya dia... ".


Joo hanya diam mengamati Alicia. Seandainya tadi saya tidak menghalangi pandangan Anda tadi. Saya berani bertaruh Anda pasti sidah mencincang dua perwira itu.


"Saya takut berkomentar Tuan ".


"Apa maksutmu ? "


"Kenapa kau takut berkomentar ". Masih melihat ke arah Alicia.


"Karena saya masih menyanyangi nyawa saya Tuan ".


Tepat saat Joo menjawab Alicia tersadar dari lamunannya dan terkejut saat pandangannya berada di depannya.


"Knapa tida membunyikan klakson kalau kau sudah tiba Joo ". Duduk di sebelah Andros membuat Alicia sesak nafas makanya dia mundur membuat jarak di antara mereka.


Joo yang melihatnya tersenyum.

__ADS_1


"Kau mau mati ! ". Andros


__ADS_2