Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Sisi lain seorang Andros 1


__ADS_3

"Bangun sayang" cup


Seperti ada suara samar yang memanggilnya, Alicia mengeliat sedikit karena sentuhan samar di telinga kanannya. Kali ini apa lagi ?. Alicia berfikir 'aku sudah lama sekali tidak memiliki seekor anjing tapi kenapa sekarang seperti ada sesuatu yang basah sedang mengendus telingaku. Dengan setengah sadar Alicia menepis sesuatu di telinganya. Dan seketika terdengar suara erangan kekesalan.


"Bangun dasar pemalas" Andros kali ini berteriak di dekat telinga Alicia. Kontan yang punya telinga kanget dan langsung terjaga.


Alicia mengerjapkan mata mengumpulkan semua kesadarannya dan menatap laki-laki di sampingnya yang terlihat sedang kesal. "Selamat pagi "


"Pagi " jawab Andros ketus


"Sayang kenapa kau sudah rapi, bukankah sekarang hari minggu ?."


"Emangnya aku sepertimu, selalu bermalas malasan. Cepat bangun dan segera mandi " Andros bangkit


"Memangnya mau kemana ?. Aku sedang tidak ingin pergi sayang. Aku ingin menikmati hari liburku di rumah saja. Aku tidak ingin kemana mana. " Meski tidak mau tapi Alicia tetap bangun dan melangkah kekamar mandi.


Andros masih di tempatnya semula sambil mengetik sesuatu di Hpnya saat Alicia keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah mandinya.

__ADS_1


"Kemari ".


Alicia maju mendekat saat Andros menyuruhnya, dan terkejut saat Andros melepas handuk di kepalanya dan mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk itu.


"Sayang aku bisa sendiri " Alicia berusaha meraih handuk di kepalanya tapi langsung di tepis Andros.


Andros mendekatkan hidungnya ke arah rambut Alicia dan menciumnya. dia merasa aroma shampoo yang biasa dia pakai seperti berbeda saat Alicia yang memakainya. Sekali lagi Andros mencium rambut basah istrinya lama.


"Kalau kau ingin bermalas malasan di rumah saja, teraserah kamu ".


"Kau mau kemana ?" Alicia merapatkan tali jubah mandinya saat di rasa akan adanya ancaman di jari jari Andros yang mulai menyentuh disana.


"Ada satu tempat yang rutin aku kunjungi setiap bulannya." Karena tangannya tak berhasil akhirnya Andros memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Aku ingin mengenalkanmu pada mereka semua".


"Auw... " pekik Alicia saat tangan Andros sudah berada di tempat favoritenya. "Apa itu tempat yang sangat special bagimu ?.


"Ya... "

__ADS_1


"Tempat yang sangat berarti bagiku. Bagaimana, apa kau mau ikut denganku ?" Bisik Andros tepat di telinga Alicia.


"Baiklah, kalau kau memaksa. Tapi... Sekarang bisakah kau lepaskan pelukanmu ini, aku akan ganti baju dan sedikit berdandan agar aku tidak membuatmu malu saat kita bersama nanti."


Bukannya melepaskan tapi Andros malah semakin erat memeluk Alicia. "Siapa yang berani mengatakan itu padamu ?. "


"Meskipun kau berpenampilan gembel sekalipun kau tidak akan pernah membuatku merasa malu. Ingat itu !"


Ada semacam perasaan senang saat mendengar pria yang sudah menjadi suaminya mengucapkan itu. dengan semangat 45 Alicia mulai mencari baju santai yang bisa di padukan dengan apa yang Andros kenakan saat ini... Akhirnya dia menemukan kemeja warna biru dan di padukan dengan celana tujuh perdelapan warna putih.


"Sayang... Aku sudah siap"


Andros mematikan ponselnya lalu menggandeng tangan Alicia. Perlakuan sederhana ini mampu membuat Alicia terkejut dan serasa terkena sengatan listrik Dadanya deg degan.. Bahkan dengan mesra Andros menuntun Alicia saat masuk ke mobil.


Kali ini Andros sendiri yang nyetir. "Tumben Joo tidak ikut " tanya Alicia saat Andros sudah ada di belakang kemudi.


"Aku tidak membutuhkannya saat ini ' Andros menyalakan mesin dan mulai menjalankan mobil sport hitamnya keluar halaman rumah besar. "Karena ini adalah kencan pertama kita !".

__ADS_1


__ADS_2