Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Kembali kerja


__ADS_3

Seperti biasa suasana tempat kerja Alicia tidak banyak berubah masih sama dengan 3 hari yang lalu.. Maya masih sibuk memberi pelayanan pada tamu dan Nina yang lebih banyak kerja di depan komputer. Alicia menghela napas berjalan menghampiri nina yang ada di depan komputer sedang konsentrasi tapi di urungkannya Dia sih anaknya emang sok sibuk meski emang beneran sibuk sih hehehe. Alicia beralih mendekati maya yang terlihat sedikit kesal mungkin karena ulah tamu tadi.


"Pagi... May ". Sapa Alicia


"Alice... ". Seketika memeluk tubuh Alicia plus menciumi pipi kiri kanannya.


"Aku merindukanmu, kau tidak kenapa kenapa kan ?. Bagian mana yang sakit ".


"Sakit apanya ?. Lagian siapa juga yang sedang sakit. "


"Syukurlah kalau kau tidak kenapa kenapa. Kau tau saat sekretaris Joo bilang kau sedang sakit jadi tidak bisa masuk kerja selama 3 hari aku benar benar terkejut karena sepertinya kau bukan tipe orang yang suka sakit. " goda maya


"Emangnya aku robot nggak sakit. Sembarangan aja kalo ngomong. " sembur Alicia sewot.


"Iya ya... Aku cuman bercanda. Jangan marah. " di peluknya tubuh Alicia hingga mau tidak mau Alicia ikut tertawa meladeni tingkah teman kerjanya yang satu ini. Nina yang melihat mereka berpelukan ikutan memeluk Alice biar kayak teletabies hihihi...


***


Kesibukan di Hotel mulai bertambah. Begitu juga dengan keadaan di lantai tertinggi di Hotel ini. Joo sang sekretaris sudah mulai hampir gila saat begitu banyak perintah kerja yang di lontarkan Andros saat ini dan dia harus bisa menghandle semuanya termasuk mendistribusikan perintah perintah kerja itu ke para direktur di bawah naungan A&M Corp.


"Aku ingin semuanya sudah selesai dalam 2 hari ini Joo. Karena kita tidak ada waktu lagi sebelum pihak lawan mengajukan penawaran kita harus bisa mengambil alih perusahaan itu dulu dan aku tidak suka kata 'gagal'. "

__ADS_1


"Hubungi negara X untuk menyiapkan berkas berkas pengambil alihan taman bermain itu. " Andros memandang kemacetan jalan raya di bawah Hotelnya.


"Aku memiliki rencana untuk taman bermain itu. Aku ingin membuatnya menjadi taman bermain yang disamping memberi keuntungan besar untuk perusahaan juga bisa menjadi tempat bagi keluarga untuk berkumpul bersama anak anak mereka"


Wahhh... Setan apa yang sudah merasukimu Tuan ?. Baru kali ini Anda memikirkan kepentingan orang lain. Biasanya Anda hanya memikirkan dari segi keuntungan saja. Ternyata nyonya besar benar, Nona Alice sudah merubah Anda meski tidak secara keseluruhan. Joo mengangguk angguk mendengar informasi dari Andros


Tok tok...


Ketukan pintu membuat Andros dan Joo secara bersamaan memandang pintu.


"Ya.. " Joo membuka pintu.


"Lisa.. Sedang apa kau di sini ? ". Tampak keterkejutan di mata Andros.


"Kejutan... Bukankah kau dulu sangat suka kejutan apa lagi kejutan itu dari ku "


"Ya.. Tapi itu dulu. " Andros memberi isyarat Joo dengan matanya menyuruhnya keluar dan menutup pintunya kembali.


Baik baiklah tuan, lakukan apapun yang kau suka karena kaulah Bosnya. gumam Joo


Lisa mengamati sekeliling ruangan itu dan timbul sepercik harapan untuknya.

__ADS_1


"Tempat ini tidak berubah, masih sama seperti dulu ". Lisa semakin mendekat ke arah Andros. "Dan kau pasti juga belum berubah kan ?. "


Andros diam.


"Bahkan lukisankupun juga masih tergantung di tempatnya. Itu menandakan kalau kamu belum melupakanku Andros. ".


"Benar juga. Besok aku akan menyuruh Joo untuk mencari desainer baru. Karena seperti katamu aku butuh perubahan di kantor ini ".


"Kau tak perlu mencari orang lain Andros, aku bisa mendesain ulang untukmu. " lisa masih mercaya dengan instingnya kalau Andros masih menyimpan kenangan mereka dengan tidak merubah desain kantornya.


"Lisa... Itu tidak perlu. "


"Tidak... Aku yang akan mendesain ulang bukan orang lain.. Karna aku juga seorang desainer. " tuntut Lisa


"Ok kalau kau memaksa. Lakukan saja seperti yang kau mau, Karena kau yang tau seleraku. " jawab Andros


"Ya aku akan membuat ruangan ini menjadi seperti dirimu ". Lisa yang sudah berada di depan Andros berusaha mengalungkan tangannya di leher Andros.


"Heemm... Terserah kau saja. "


"Trima kasih... Sudah mempercayaiku untuk kesekian kalinya ". aku akan membuat kita bersama lagi Andros. Dan menjauhkanmu dari wanita yang belum ku kenal itu.

__ADS_1


__ADS_2