
Pagi yang sibuk terjadi lagi di rumah besar. Walaupun sebenarnya kesibukan itu tidak terdengar sampai ke lantai atas lebih tepatnya di kamar sepasang suami istri yang saat ini seperti enggan bangun dari tempat tidurnya. Itu karena mereka bergadang hingga sepanjang malam hingga subuh baru mereka tidur itupun karena keduanya sudah merasa kelelahan atau lebih tepatnya Alicia yang sudah lelah menghadapi suaminya yang tidak kenal lelah.
Alicia terbangun karena telponnya berbunyi terus menerus. Dengan enggan karena mengantuk di raihnya telpon di meja samping ranjang dan melihat siapa yang menelponnya hingga berkali kali. Di lihatnya nama maya tertera di situ, kenapa juga dia menelpon sebanyak itu.
"Ya maya.... Ada apa ? "
"Alice... Apa kau baru saja bangun tidur ? "
"Apa tau jam berapa sekarang ".
Terdengar suara panik di ujung telpon. Alicia segera melirik jam di atas meja yang menunjukkan angka 9.30. Ya ampun ini sudah siang rupanya dan aku baru tidur kurang dari 5 jam.
"Kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi may. "Alicia berusaha melepaskan pelukan Andros dan berusaha bangun.
"Aku sudah menelponmu dari tadi, tapi tidak pernah kau angkat. Sepertinya kau tidur seperti **** ".
"Maya..... Hati hati dengan ucapanmu ". Desis Alicia. Sambil menutup telpon.
Dan kenapa juga tangan ini tidak mau lepas juga. Alice tetap berusaha melepas pelukan Andros yang semakin kuat saja.
__ADS_1
"Suamiku sayang.... Bisakah kau memindahkan lenganmu ?. "
"Tidak. Kau masih dalam masa hukuman jadi menurutlah. "
"Apa hukuman ? "
"Apa semalam tidak cukup ?"
"Bukankah aku sudah melakukan semua yang kau mau. " ayo Alicia memelaslah
"Kalau aku bilang tidak.. Maka Tidak ". Andros melepaskan pelukannya dan meraih telponnya dan mulai mengetik pesan. Kemudian mematikannya lagi. "Aku sudah mengirim pesan pada Joo kalau mulai hari ini sampai 2 hari kedepan kau ijin tidak masuk kerja. "
Wah wahhh.... Apalagi ini. Terus apa yang akan aku lakukan selama 3 hari ini ?. Dan hukuman macam apa ini ?.
"Emmm.... Bisa di bilang begitu. " Andros bangun sambil meraih jubah tidur lalu duduk di lengan sofa yang menghadap Alicia. "Bukankah kau juga harus meminta maaf padaku karena sudah merusak kesenanganku ?. Apa kau tau berapa nominal untuk baju baju tidur itu jika di uangkan ?. itu semua bisa untuk beli sebuah mobil sayang. "
Aku tidak percaya ini. Dia mengajakku main hitung hitungan ?. Kalau dia selalu main hitung begini lalu keperawananku dulu di hargai berapa ?. Bos gila ini benar benar keterlaluan.
"Apa kau akan mulai mengurungku di rumah selama 3 hari ?. Hanya karena aku telah merusak baju baju favoritmu itu ?. Bukankah ini tampak koyol. "
__ADS_1
Andros melangkah maju mendekati Alicia. Menangkup wajah Alicia dengan kedua tangannya. "Aku Bosnya. Aku yang membuat peraturannya jadi tidak ada yang akan tampak koyol jika aku menghendaki demikian. Maka menurutlah dan jangan membuatku marah sayang ". Cup lembut di bibir Alicia.
"Tidak mau manjawab ? "
"Iya... ". Ucap Alicia
"Iya... Apa ? ".
"Iyaaa.. Aku akan menurutimu. "
"Menurutimu siapa ". Sepertinya kau tidak ikhlas Alice
Alicia menarik nafas pelan lalu menghembuskankan kasar. "Iya... Sayang aku janji akan menjadi istri yang baik dan menurut pada suami. " dengan senyum termanisnya. puas kan
"Siapa suaminya ? ".
Ya ampun.... Dia sudah membuatku gila hari ini dan hukumanku masih ada 2 hari lagi. Sabar Alice anggap kau sedang menghadapi big baby yang imut nya tingkat dewa.
"Tentu saja kamu sayang... Tuan Andros Mahardika. " Alicia mengalungkan kedua tangannya di leher Andros dan mencium bibir suaminya dengan kejengkelan tingkat dewa juga selam itu mampu mengurangi kemarahan Andros dengan senang hati akan Alicia lakukan. *sepertinya cara ini efektif untuk meredam emosi Andros paling tidak untuk saat ini aku aman. *
__ADS_1
"Sepertinya kau sudah bertambah pintar saja dalam hal berciuman. Aku penasaran siapa yang sudah mengajarimu atau kau belajar dengan siapa ? ".
Mendengar itu Alicia mulai marah dan sudah siap mengucapkan kata kata makian untuk kekurang ajaran suaminya tapi Andros segera membungkam mulut Alicia dengan ciuman panasnya di pagi hari yang cerah ini. Secerah gairah Tuan Andros.