
Sudah hampir 5 jam perjalanan di tempuh tapi sepertinya belum juga sampai di tempat tujuan. Alicia melihat keluar jendela sepertinya tempat yang ingin di tuju suaminya sangat jauh karena kalau di lihat dari alamnya ini jauh dari perkotaan dan lebih mirip pedesaan tapi jauh dari desa.. Ahh sudahlah aku juga susah menjelaskannya hahahaha....
Akhirnya mobil berhenti di sebuah bangunan tua tapi masih tetap terawat, Di samping terdapat pohon akasia besar dengan bunga warna merah bermekaran ada pula yang gugur memenuhi tanah di bawahnya. Pemandangan ini membuat perasaan Alicia menjadi tenang. Tapi rumah siapa ini?, dan kenapa Andros mengajaknya kesini ?.
Andros membukakan pintu mobil untuk Alicia. Hari ini suasana hati suaminya sungguh membuat Alicia terkejut dan waspada mungkin saat ini suaminya sedang kerasukan roh baik makanya sikapnya baik dari tadi pagi. Alicia tetap diam saat Andros menuntunnya memasuki halaman rumah dan kemudian mengetuk pintu. Seorang wanita paruh baya keluar can melihat siapa yang mengetuk pintu.
Saat mengetahui siapa yang datang wanita itu tersenyum senang dan langsung memeluk Andros sambil menepuk nepuk punggungnya. "Aku senang kau datang. Anak anak sudah menunggumu." Wanita itu langsung mengajak Andros masuk ke dalam tapi kemudian berhenti dan baru sadar jika di samping Andros ada seorang wanita muda. "Dan siapa gadis cantik ini ?". Wanita itu langsung melepaskan tangannya dari Andros dan menghampiri Alicia yang masih bingung dengan keadaan di sekitarnya "Maafkan aku sayang yang tidak melihatmu tadi. Ayo masuk jangan berdiri di sini".
Alicia melirik Andros bertanya dalam diam tapi Andros tau apa yang ingin di tanyakan Alicia. Begitu banyak anak anak di ruangan ini. Kira kira ada lima belas anak di bawah umur dua belas tahun dan beberapa anak yang sudah cukup besar sedang menyiapi anak-anak yang susah untuk makan sendiri.
__ADS_1
Andros mendekati Alicia yang duduk sendirian karena masih beradaptasi dengan suasana di ruangan ini. Ruangan yang lenuh dengan anak anak.
"Kenapa sayang ?"
Alicia menunjuk mereka. "Siapa mereka dan kenapa kau mengajakku kesini ?"
"Mereka... "Andros menirukan gerakan menunjuk Alicia. "Mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung sepertiku dan kamu". Andros menatap mata Alicia. "Apa ini kali pertama kau mendatangi tempat seperti ini sayang ". Sebuah anggukan pelan membuat Andros terkejut. Begitu pula dengan Alicia yang sudah dibuat terkejut oleh Andros dari mulai kedatangan mereka di tempat ini.
"Kenapa melamun disini sayang." Bu martha menyentuh pundak Alicia pelan
__ADS_1
"Maaf nyonya.. Sepertinya saya mengganggu acara kalian ".
"Tidak sayang, kau tidak mengganggu dan panggil aku bu martha seperti yang lain memanggilku ". Alicia mengangguk
"Andros bilang padaku kalau kau adalah istrinya. Dan aku sempat tidak percaya tadi tapi setelah mnunjukkan cincin kawin kalian aku baru percaya. "
"Jangan pernah melihat suamimu dari luar tapi lihatlah kedalam hatinya. Kau pasti akan melihat pria berhati lembut yang penuh dengan kasih sayang disana. Seperti saat ini aku melihat cinta di matanya dan cinta itu hanya di tujukan padamu Alicia".
"Bagaimana Anda bisa berbicara tentang cinta bu ?. Anda pasti salah lihat. " Alicia memandang Andros yang sedang tertawa keras saat bermain dengan anak-anak di dekat tangga.
__ADS_1
"Kau pasti belum pernah melihatnya tertawa seperti itu kan ?" Tanya bu martha dan Alicia mengangguk pelan. "Dan kau adalah orang pertama yang diajaknya kesini selama dia menjadi donatur tetap di panti asuhan ini."
Pernyataan bu martha ini mampu membuatnya shock dan tidak percaya. Dalam hati Alicia tersenyum. Melihat istrinya tersenyim kearahnya Andros menatapnya dan bertanya dalam diam 'ada apa ?' Tapi Alicia hanya menggeleng sebagai jawabannya dengan tetap teesenyum kearahnya.