
Matahari bersinar cerah di pagi ini, suara burung berkicau di luar jendela kamar, tercium aroma yang selalu berhasil membuat Alicia rela bangun pagi itu karena secangkir cappucinno di atas meja nakas di samping ranjangnya yang sengaja di siapkan Andros setiap pagi, karena Andros tau Alicia akan dengan senang hati melewatkan sarapannya setelah menyeruput secangkir cappucinno kesukaannya. Dan lebih hebatnya Alicia akan berubah menjadi gadis penurut hanya dengan secangkir capucinno.
Seperti pagi ini dengan cangkir di tangan kanan dan tatakan di tangan kiri Alicia mendengarkan rentetan kata mutiara dari suaminya yang baru saja selesai mandi memberi tahunya kalau malam ini dia ada pertemuan penting dengan beberapa rekan bisnisnya.
"Kau tidak perlu menungguku makan malam. Karena akan pulang larut malam". Tutur Andros dengan memasang dasi.
"Ohh.. Kalau begitu Aku akan makan malam di kamar saja ". meletakkan cangkir plus tatakan " sayang.... Karena hari ini aku libur kerja dan aku pasti akan bosan kalau harus berada di rumah saja ". Melihat ekpresi " aku ingin pergi membeli sesuatu atau hanya sekedar mengunjungi salon salah satu temanku, bolehkah ?". Semoga saja di ijinkan
"Pergilah... " tanpa pikir panjang. "Akan ada 4 pengawal di belakangmu yang tidak akan terlihat olehmu jadi aku tidak perlu kuwatir karena kau tidak akan seberani itu di belakangku ".
Apa 4 pengawal ? Ohh God di pikirnya aku ini tahanan apa gimana sih. Keterlaluan banget nggak sih orang ini.
"Sayang... 4 pengawal apa tidak kebanyakkan ? Bagaimana kalau 1 saja apa 2 pengawal ". Andros hanya menatapnya intens "tetap tidak bolehnya ?
"Alice.. Kalau kau masih main permainan tawar menawar juga aku akan menambah jadi 10 ". Andros berlalu
Hahhhh... Apa lagi ini
"Iya... iya 4 saja jangan di tambah lagi " Alicia bangun dan berjalan cepat mengikuti Andros yang akan membuka pintu tapi langsung di urungkan karena melihat keadaan Alicia.
__ADS_1
"Apa kau akan mengenakan itu untuk mengantarku berangkat kerja ". Menunjuk baju tidur alice. "Sampai di lantai bawah dan di lihat oleh semua penghuni rumah ini. " ejek Andros meski dalam hati ingin sekali melepas baju itu.
"Hahhh... Iya. Kalau begitu selamat bekerja suamiku sayang aku akan mrngantarmu sampai ini saja karena bajuku sedikit kurang sopan jika di pakai keluar kamar dan ini semua salah siapa coba ".
Andros hanya menarik bibirnya sedikit
"Black card mu ada di atas meja itu ". Menunjuk dengan dagunya "Kau bisa membeli apa saja sesukamu dengan kartu itu ".
"Kartu Ajaib ". Alicia berbisik
"Iya... Kartu Ajaib ". Andros ikut mengangguk
"Aku bisa membeli apa saja yang aku inginkan ". Tidak percaya dengan kejutan
"Sempurna ". Alicia berlari menjemput sang Kartu Ajaibnya. "Dengan kartu ini aku akan membuatmu bangkrut suamiku sayang ". Alicia menari gembira sambil melambai lambaikan kartunya ke arah Andros.
Cihhh sifat kekanakannya muncul
"Kalau itu bisa membuatmu segembira itu maka cobalah untuk membuatku bangkrut sayang, dan aku akan semakin rajin bekerja untuk selalu membuatmu sesenang ini ".
__ADS_1
***
Joo yang sudah tidak sabar menunggu sang bos turun tanpa di sadarinya sudah menghabiskan 2 cangkir kopi dan saat pak min hendak mengisi cangkir ketiga Joo menggeleng. Sudah hampir 2 jam aku menunggu disini tapi Tuan belum juga turun. Dan lihat itu sekalinya turun senyam senyum sendiri seperti tertempel demit. hihihi.. Tuan kerasukan demit seperti film horor yang ku tonton semalam tidak berani membayangkan dan sebaiknya jangan di bayangkan bisa repot aku nanti.
"Kenapa kau tertawa sendiri Joo " Andros berjalan melewatinya.
"Tidak ada apa apa Tuan ". Bisa mati aku Tuan, kalau aku sampai mengaku alasan kenapa aku tertawa.
"Kalau kau tertawa tanpa sebab bisa jadi kau kerasukan setan itu, cepat periksakan dirimu di dukun sana " tersenyum geli dengan ucapan jahat untuk sekretaris jomblonya.
"Ahh... Tuan anda jahat sekali ". Cemberut, padahal yang kerasukan setan duluankan Anda Tuan dan saya hanya terkontaminasi oleh Anda.
Andros menurunkan kaca mobil dan menggerakkan jarinya memberi tanda agar pak min mendekat.
"Hari ini Istriku akan keluar, biarkan saja jangan menghalanginya. Biarkan dia memakai mobil yang baru kubelikan untuknya tempo hari. "
"Baik Tuan " tanpa banyak bertanya pak min membungkuk penuh hikmat saat menerima perintah yang tak biasa itu.
"Jalan Joo... Dan ingat buatlah janji temu dengan dukun hari ini untuk mengobati kerasukanmu ". Setelah melontarkan ejak jahatnya Andros tertawa keras sekali
__ADS_1
Yang di ejek hanya menggerutu tak jelas. Walau dalam hatinya' kita bisa menemui dukun itu bersama sama Tuan karena disini bukan hanya saya saja yang senyam senyum sendiri pagi ini'
Dan entah Andros bisa mendengarkan suara hatinya Joo atau tidak tapi yang jelas Andros menendang kursi belakang Joo dengan keras. Joo meringis.