
Hari sudah menjelang malam saat Andros memasuki rumah dan di sambut pak min beserta para pengikutnya. Tapi tidak ada sang nona muda yang ikut menyambutnya.
Joo memerintah pak min agar memanggil Rey ke ruang kerja Tuan muda sekarang. Setelah mengangguk pak min langsung pergi ke kamar Tuan Rey.
Tok tok tok
" Masuk "
" Kau memanggilku kak " Rey masuk dan berjalan menuju sofa. Tapi belum sampai duduk Andros maju di tariknya kerah baju adiknya dan di pojokkan di dinding.
" Hey.. Kak ada apa ini ? "
" Memang apa salahku, sampai kau semarah ini. "
" Kalau bukan adikku sudah ku cincang kau ".
" Kak.. Kau bisa jelaskan ada apa ini kan ?. Rey masih tidak tau apa yang membuat kakaknya begitu marah padanya.
" Tuan Rey. Tidak semestinya Anda mengajak nona Alicia keluar tadi ". Joo menjelaskan.
" Aku tidak pernah memberimu ijin untuk mengajak istriku pergi ".
" Dan apa tadi yang kau tawarkan padanya ?".
" Kau ingin membelikannya sebuah Telpon ". Pandangan tidak percaya sekaligus marah terpancar seakan bisa membakar Rey saat ini.
" Aku bisa membekukan rekeningmu sekarang juga. Dan tidak memiliki warisan sepeserpun juga. Jadi jangan sok menjadi dermawan di hadapan istriku ! " ancaman Andros tidak pernah main main.
__ADS_1
" Aku tau bahwa aku sudah melakukan kesalahan kak. Aku minta maaf ".
" Tapi apa kau tidak kasihan melihat dia terkurung disini, dia bisa mati kebosanan kak ". Wajah Andros seketika berubah saat mendengar kata kata Rey barusan.
" Apa kau bilang tadi ?"
Hoho sepertinya Tuan Rey salah bicara tadi. Dan sekarang Tuan muda semakin marah saja, sepertinya ini saat yang tepat aku harus menengahi perang saudara ini sebelum bertambah panas. Joo sigap maju dan menahan Andros yang ingin meninju muka Rey untuk kedua kalinya karena yang pertama Joo kurang peka hingga Rey terkena tinju kakaknya.
" Sudah Tuan muda ".
" Dan Anda Tuan Rey sebaiknya Anda cepat keluar selama saya masih bisa menahan amarah kakak Anda " dengan isyarat mata Joo menyuruh Rey segera keluar.
Setelah Rey keluar di dorongnya tubuh Joo menjauh darinya.
" Ku maafkan kau kali ini Joo. Tapi jika kau mencoba mengulanginya lagi ' mati kau '. "
Di kamar Alicia sudah harap harap cemas menunggu suaminya untuk memberinya ijin kembali kerja. Karena Alicia sudah sangat rindu di panggil Bu direktur. Hemm
Alicia mencoba menyusun rencananya sebelum sang Bos masuk ke kamar.
" Pertama aku harus membuatnya senang dulu, aku juga akan memasang senyum sepanjang malam kalau perlu aku akan memijit kakinya ". Alicia tertawa sambil membayangkan kejadian yang belum terjadi tapi seolah olah sudah terjadi.
Sekali lagi Alicia merapikan riasan tipisnya untuk menggoda suami malam ini dia harus berdandan sedikit agar suaminya terlena kemudian akan mengabulkan keinginannya. Ya begitulah yang seharusnya para suami harus bersyukur punya istri yang sudah cantik dari lahir.. Tapi apa hubungannya ya.. Alicia geleng geleng kepala saat pikiran aneh yang sempat terlintas tadi. Di tatapnya wajah Di cermin yang saat ini juga sedang menatapnya.
" ANDROS " menghela nafas panjang
" Aku dulu tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama. Tapi... "
__ADS_1
" Malam ini aku akan membuatmu jatuh cinta padaku ".
" Karena aku sudah jatuh cinta padamu, sejak kau... ".
" Apa lagi ya... ?"
" Ahhh..... "
" Aku benar benar tidak tau cara merayu Pria." hampir menangis putus asa
" Masak aku harus merayunya dengan tubuhku "
" Tidak.. Itu terlihat murahan ".
" Tapi aku kan istrinya ".
" iya. Benar juga ". Satu anggukan semangat Aliacia bertekat
" Aku akan merayunya malam ini dengan tubuhku ". Tersenyum yakin di semprotnya minyak wangi ke hampir seluruh tubuhnya.
Saat itu Alicia tidak sadar kalau percakapannya tadi telah di dengar suaminya dari balik pintu.
Andros yang awalnya marah dan ingin menghukum Alicia, saat ini kemarahannya perlahan menghilang di gantikan dengan rasa geli mendengar istrinya bicara sendiri. Dan apa tadi katanya ? Ingin merayuku dengan tubuhnya ?. Andris tersenyum hingga tampak lesung dalam di pipi kanannya
" Aku akan menantikan rayuanmu itu istriku sayang ".
Sepertinya Andros akan sangat menikmati moment langka dari sang nona muda.
__ADS_1