Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Keresahan Andros


__ADS_3

Hanya Doa keselamatan yang terus di gumumkan Alicia sepanjang malam ini. Semoga Andros mendapat berita buruk yang mengharuskannya melupakan niat mesumnya. Semoga Joo menghubunginya dengan aneka pekerjaan yang mengharuskan kehadirannya. Rentetan doa itu seketika berhenti saat pintu kamar di buka dan si empunya memasuki kamar meliriknya sekilas kemudian melenggang ke kamar mandi.


Semoga doaku terkabul Tuhan. Alicia sudah akan memejamkan mata saat Andos yang tiba tiba ikut bergabung dengannya di bawah selimut dan yang membuatnya hampir sesak nafas adalah tangan Andros yang sudah beredar ke segala penjuru tubuhnya.


Sepertinya Doaku belum di jawab Tuhan ya.


"Sayang... Apa yang kau lakukan ? Apa kamu tidak lelah ". Alicia berusaha menghindari sentuhan tangan Andros dengan halus agar tidak membuatnya marah dengan penolakannya.


"Kenapa ? "


"Apa kau lelah ". Melihat wajah kelelahan istrinya Andros menghentikan tangannya yang sedang bergrilya.


"Ohh... "


"Tentu aja sayang... Aku sudah sangat kelelahan sekali dan aku sudah ingin tidur sekarang. Kau tidak keberatan kan sayang kalau hukumanku di tunda dulu". Alicia mberanikan diri mencium bibir Andros sbel pria itu murka.


"Baiklah.. Kalai begitu tidurlah ".Andros bangkit


"Aku di luar bersama Joo, ada pekerjaan yang harus segera di tangani."


"Kau tidak apa apa tidur sendiri ". Di usapnya pipi Alicia dengan penuh sayang.


Alicia hanya menganggukan kepala nyakinkan suaminya kalau dia tidak masalah tidur sendirian.

__ADS_1


Ada apa dengannya, tidak biasanya dia selembut ini. Dia tidak salah makankan ? Tapi dia tadi hampir tidak menyentuh piringnya kok trus apa yang membuatnya selembut ini.


Alicia melihat suaminya yang sudah menghilang di balik pintu dan sekarang sedang menyapa Joo yang rupanya sudah menunggunya di ruangan lainnya.


Sebaiknya aku tidur aja daripada Sang Bos berubah pikiran saat melihatku belum tidur bisa rugi aku.


* * *


Joo sudah menyiapkan dokumen yang di inginkan Andros untuk di selidiki yaitu keberadaan Leo dan semua uang yang sudah di curinya.


Andros memandangi kertas kertas di atas meja kerjanya. Ada foto foto saat Leo berjudi dengan beberapa wanita yang terlihat bergelayut manja hanya ingin mendapatkan cipratan uangnya sebelum dia kalah dimeja judi malam itu.


"Semuanya sudah ada dalam laporan di atas meja anda Tuan." Jelas Joo


Saat Andros mengamati foto Leo yang sedang memamerkan senyum menawannya ada aura marah dan kejam di wajahnya.


"Aku akan membuatnya tidak dapat tersenyum lagi jika dia berani mendekati Alicia ". Dengan marah Andos menyingkirkan foto foto itu dari meja kerjanya.


"Bereskan itu Joo, dan simpan jangan sampai Alicia tau aku menyelidiki Leo ".


"Baik Tuan ".


Huhhh... Knapa mesti di sebar begini sih kalau endingnya aku juga yang bereskan. Joo

__ADS_1


"Sementara awasi saja dia dalam jarak jauh. Dan laporkan padaku jika ada pegerakan yang mencurigaan darinya terutama saat dia kembali ke negara ini. "


"Bagaimana dengan Tuan Hega ?. Sepertinya kesehatannya juga kurang baik akhir akhir ini ".


"Memang kenapa dengannya ". Acuh


"Tadi pagi kepala rumah sakit tempat Tuan Hega Cek Up mengirimkan rekam medisnya. Dan mengatakan ada masalah di jantung sebelah kirinya. "


"Tidakkah anda ingin memberitahu Nona tentang kesehatan Tuan Hega, Tuan ?. "


"Aku akan memberitahunya nanti ". Jeda "Pulanglah Joo beristirahatlah kau sudah bekerja keras hari ini. "


Andros berjalan ke mini bar yang ada di ruangan itu dan menuang wine ke dalam gelas berkaki dan meneguknya pelan. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang menyiksannya karena tidak bisa menghukum istrinya. Dan ini semua karna Joo yang mendesaknya untuk melihat berkas sialan itu.


Hahh...


Memangnya kau pernah membuatku benar benar beristirahat apa. Anda selalu punya alasan untukku agar aku selalu sibuk tanpa mengenal itu sudah larut sekalipun.


"Ya. tuan saya akan benar benar beristirahat malam ini ". Joo menjawab dengan penekanan dalam setiap katanya


"Kau mau mati Joo !. "


Joo yang mendengar Andros hanya nyengir dan segera menutup pintu sebelum Sang Bos malancarkan ancamannya.

__ADS_1


__ADS_2