
Alicia, Maya dan Nina sedang menikmati istirahat mewah mereka dikantin maksudnya saat ini mereka sedang makan menu special dari bu kantin yang baik hati. Sepotong stiek daging sapi dengan asap yang masih mengepul tersaji di piring mereka bertiga. Segelas es cappucino tidak pernah absen dari samping piring Alicia. Sedangkan Maya dan Nina lebih memilih segelas es teh yang katanya lebih menyegarkan.
Di saat ketentraman makan siang di kantin ini mulai terusik dengan adanya gosip yang mulai di angkat oleh Nina ke meja mereka mau tidak mau Alicia yang tidak suka bergosip jadi penasaran juga karena temanya tentang sang Big Bos yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
"Kalian tau tidak, kalau saat ini sesang beredar kabar kalau Tuan Andros ternyata sudah menikah " Kata Nina
Alicia yang sedang makan langsung tersedak.
"Kau kenapa Alice ? " maya menepuk nepuk punggung Alicia yang masih terbatuk.
"Minum es teh dulu. Karena di samping es teh menyegarkan tenggorokan juga bisa untuk meredakan batuk ketimbang kopimu itu "
"Kata siapa ?" Alicia meneguk es teh milik maya
"Kataku.. Sudah habiskan saja sekalian itung itung kau belajar minum es teh ".
__ADS_1
"Lanjutkan Nina ". Maya sudah beralih ke gosip
"Aku dengar dari lantai atas tadi saat akan mengirimkan file ke kantor atas ". Nana antusias.
"Katanya di suatu pesta ada seorang gadis yang bilang kalau Tuan Andros sudah menikah tapi masih menggandeng wanita lain dan bukannya mengajak istrinya pergi ke pesta itu tapi malah mengajak mantan pacarnya. Keterlaluan sekalikan". Nina menyruput es tehnya sebelum melanjutkan.
"Dan dengan beraninya gadis itu menantang Tuan Andros di depan orang banyak di pesta itu tanpa rasa takut, benar benar cari mati gadis itu "
"Kau benar Nina. Gadis itu terlalu berani, mungkin dia tidak tau sekejam apa Tuan Andros jika dia sudah marah ". Maya yang menimpali menggelengkan kepalanya. "Gadis itu harus banyak berdoa jika masih ingin di beri umur panjang "
"Yahhh.... Alice kenapa es tehnya di habisin sih. Trus aku minum apa coba ". Yang punya es teh baru nyadar kalau gelasnya udah kosong yang ngabisin cuman tersenyum tanpa dosa.
"Tadi katanya suruh habisin "
"Siapa coba yang bilang habisin !. Aku cuman bilang minum bukan di habisin. "
__ADS_1
"Sudah jangan ribut, pesan lagi sana. " kata nina
Sesaat suasana kantin yang tadinya ramai dengan canda tawa para karyawan seketika jadi hening hanya terlihat orang yang berbisik bisik seperti maya yang ada di samping Alicia juga ikut berbisik.
"Lihat itu.. Tuan Andros mengunjungi kantin pegawai.. Mau ada sidak kah ?" Pertayaannya lebih di tujukan untuk nina sih meski berbisiknya ke Alicia.
"Tidak mungkin. "
"Dia mengajak seorang wanita, mungkinkah itu istrinya atau mantan pacarnya ?. " timpal nina
Alicia yang tadinya masa bodoh dengan lingkungan sekitar mau tidak mau mendongakkan kepala mencari orang yang di maksud dan ketika matanya menemukan obyek yang di maksud dan melihat wanita di sampingnya membuat dada Alicia nyeri. Apalagi dengan meletakkan tangan kirinya Andros membimbing lisa mencari temlat duduk yang sudah di persiapkan Joo untuk mereka dan bahkan Andros juga menarik kursi supaya lisa bisa duduk. Pemandangan ini sudah membuat Alicia panas dingin.
Berbeda dengan Alicia berbeda pula dengan pikiran kedua temannya yang mungkin di pikiran mereka 'ada gosip baru yang bisa di jadikan topik hangat'.
Kalau saja dengan tatapan bisa membunuh mungkin sekarang kedua orang itu pasti sudah mati terkena tatapan Alicia yang tidak berkedip dalam beberapa detik.
__ADS_1