
Sepanjang jalan Alicia menggenggam ponsel barunya bahkan Andros dan Joo harus menjaganya kiri dan kanan agar Alicia tidak bersenggolan dengan pejalan kaki lain di mall ini. Itu karena Alicia sibuk mengutak atik ponselnya maklum sudah hampir setahun dia tidak menyentuh yang namanya ponsel karena Andros melarangnya. Dan sebagai istri yang baik diapun menurut meski tidak dengan iklas lahir batin sih.
Andros mendorong Alicia memasuki sebuah toko baju yang juga sepi pengunjung. Para pegawai dengan sigap menyambut kedatangannya dan langsung melayaninya. Alicia menatap bingung ke arah Andros seolah bertanya 'kenapa kita masuk ke toko ini ? '
"Aku ingin kau memakai baju yang lebih santai dari ini. Karena ini kencan kedua kita " bisik Andros
Dalam hati Alicia seakan bunga-bunga bermekaran disana. Karena ini kali kedua Andros mengucapkan kata 'kencan'. Alicia mengikuti pegawai yang sedang menunggu untuk melayaninya. Setengah jam kemudian Alicia sudah berganti baju dengan gaun sepanjang lutut dan sepasang sepatu yang membungkus kaki indahnya.
"Kejutan apa lagi yang akan kau berikan padaku sayang " Alicia menggenggam tangan Andros dan di sambut kecupan di punggung tangan Alicia.
"Aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan saat ini. " jawab Andros
"Apapun itu ? Sungguhkah ? "
"Hemm"
Ada senyum lebar di wajah cantik Alicia saat ini. "Aku ingin kita nonton film di bioskop yang ada di mall ini "
"Tidak masalah. "
__ADS_1
"Joo "
"Sayang. Kali ini aku tidak ingin Joo terlibat. Karena ini kencan kita. Aku ingin kau yang melakukan semuanya. Pemesan tiket dan membeli minuman dan cemilan. "
Wajah Andros langsung berubah saat mendengar permintaan Alicia. Karena ini pengalaman pertamanyaenonton film di sebuah bioskop bersama orang banyak. Dan dia juga harus membeli minuman dan cemilan agar bisa di makan di dalam bioskop nanti.
Joo paham dengan perubahan Andros dan menawarkan bantuannya. "Kali ini biarkan saya saja yang memesan tiket dan membeli minuman dan cemilannya Nona. "
Alicia diam dan tidak ingin membantahnya lagi. Jadi dia membearkan Joo yang menghampiri meja kasir unyuk membeli banyak tiket untuk mereka bertiga.
Saat Joo hendak menyerahkan tiket-tiket itu pada Andros Alicia lebih dulu bersuara.
"Tapi ini jumlahnya banyak Nona. Masak tidak boleh di klaim ? " Joo tampak memelas
"Salah sendiri membeli begitu banyaknya padahal kita kan cuman bertiga sama kamu. " Alicia tidak mau kalah.
Joo melirik Andros meminta perlindungan. Andros menghela nafas sambil meraih tangan Alicia. "Maafkan aku Joo bukannya aku tidak ingin menggantinya tapi istriku melarang menggantinya. Dan sebagai suami yang baik aku wajib menaatinya Joo. " dengan cengiran puas Andros menggoda sekretarisnya.
"Tau begini mending saya biarkan saja Anda yang membeli ini semua tadi " Joo masih menggerutu.
__ADS_1
Alicia tidak perduli dengan gerutuan Joo karena dia lebih asyik memencet layar ponsel barunya ketimbang mengutusi gerutuan Joo.
"Sayang. "
"Apa aku boleh menambah beberapa nomor baru di ponsel ini, selain no mu dan nomer Joo ? "
"Boleh saja. "
"Tapi hanya satu nomer. " tegas Andros
"Masak cuma satu ?"
"Kalau tidak mau juga tidak apa-apa kok " Andros menyedot pepsi yang di bawa Joo untuknya tadi.
"Iya. Baiklah "
"Pikirkan baik-baik nomer siapa yang akan kau simpan di ponselmu. "
Akhirnya Alicia mengetikan sebuah nama dan sederet nomer di layar ponselnya dan setelah selesai Andros merebut ponselnya hanya untuk mengecek nomor siapa yang telah di save Alicia.
__ADS_1
Tidak lama ponsel itu di kembalikan pada si empunya karena yang tertulis disana bernama 'kakek' bukannya 'Dion' hanya itu yang ingin di ketahui Andros.