Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Salah masuk kamar


__ADS_3

Jam makan siang hampir tiba Alicia dan maya sudah siap siap menuju ke kantin khusus karyawan setelah sebelumnya operan tugas dengan pegawai lain untuk stay di meja recepsionis selama mereka istirahat. Kantin di hotel ini lumayan luas dengan beragam stand aneka masakan dan minuman semua tersedia disini. Alicia dan maya langsung ke stand masakan padang sudah lama dia tidak makan makanan itu sejak insiden dengan salah satu temannya tempo hari begitu pula dengan maya yang langsung ikut antri memesan masakan padang dan segelas es teh, Setelah pesanan selesai mereka lebih memilih tempat duduk yang jauh dari orang di sudut ruangan biar lebih tenang sambil menikmati senut senut di telapak kakinya karena hampir setengah hari Alicia berdiri dan itu membuat kakinya sakit.


Saat akan memasukkan sesendok penuh nasi beserta lauknya ke mulutnya entah darimana sekretaris Joo datang dan saat ini sudah berdiri di depan meja mereka.


"Maaf mengganggu makan siang anda nona Alicia". Saat berbicara dengan Alicia mata Joo melirik kearah maya yang sudah menunduk kaku tidak berani ikut mendongakan kepala seperti Alicia, itu membuat Joo heran apa dia takut padaku.


"Apa ?"


"Sepertinya anda harus meninggalkan makan siang Anda sekarang". Sambil melihat jam tangannya. Karena Andros hanya memberinya waktu 10menit untuk membawa Alicia ke ruangannya.


"Tapi aku belum memakan makan siangku" Alicia berdalih


Tapi Joo sudah menggeser makan siang Alicia ke samping tepat d sebelah piring maya. "Silahkan nona maya menghabiskan makan siang nona Alicia karena nona Alicia

__ADS_1


ada pekerjaan lain yang sangat mendesak" dengan senyum mautnyaJoo sudah menghipnotis maya yang tak berdaya hanya mengangguk setuju dengan perintah sekretaris yang terkenal pintar mengintimidasi orang.


"Mari ikut saya nona Alicia".


Kedatangan Joo di kantin ini saja sudah membuat heboh penghuni kantin apalagi alasan kedatangannya kesini untuk menculik si anak baru. Hadehh aku pasti akan jadi bahan gosip nanti.


Dengan kesal Alicia mengikuti Joo menuju lift khusus presdir.


Pintu lift terbuka Joo menahan pintu itu dan mempersilahkan Alicia untuk keluar dahulu para asisten sekretaris sudah berdiri dan langsung membungkuk memberi hormat saat Joo juga keluar dari pintu. hanya ada dua pintu di lantai ini yang di lihat Alicia pasti salah satu dari pintu itu adalah ruangan suaminya dan pintu satunya ruangan Joo. Masih diam Alicia mengikuti Joo yang sudah membuka pintu dan mempersilahkannya untuk masuk kemudian menutupnya kembali.


"Huhhhh... Tepat 10menit aku selamat".


Kini tinggal Alicia yang terkejut saat melihat dearah meja di tengah tengah sofa sudah tersaji aneka masakan dan beberapa masakan kesukaannya. Cacing di perutnya sudah berontak minta di beri asupan gizi tapi saat melihat di sekeliling ruangan dia tidak melihat Andros dimana dia. Pikirnya

__ADS_1


Ada pintu lain diruangan ini, aku akan lihat ada apa di dalam sana.


Ceklek.. Saat pintu terbuka tidak ada siapapun. Tapi ruangan ini berbeda dari ruangan tadi yang di dominasi dengan warna hitam putih lengkap dengan peralatan kantor canggihnya sedang di ruangan ini di dominasi dengan warna krem dan gold dengan ranjang king side dengan mini bar di salah satu sudut ruangan dengan sebotol anggur merah di atas mejanya. lampu kristal indah menggantung di atas di tengah tengah ruangan dan yang lebih membuat Alicia heran adalah kaca sebesar dinding yang tertempel di dinding yang juga memantulkan ranjang king side Alicia bisa menebak apa fungsi dari kaca itu kenapa di tempatkan di sana, Dasar orang mesum.


"Sayang kamu dimana " Alicia mencoba memanggil Andros yang belum terlihat batang hidungnya.


Alicia mendengar suara gemericik air pasti suaminya sedang mandi. Ok.. Aku tunggu di luar saja yang lebih aman karena ruangan ini lebih berbahaya di lihat dari kaca besar itu.


Belum juga sempat menarik handel pintu sebuah geraman sudah membuatnya bergidik.


"Coba saja kau berani keluar. Kau pasti mati".


*Ohh... GOD pemandangan macam apa ini...*

__ADS_1


__ADS_2