Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Kau milikku


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian makan siang waktu itu berhasil membuat seorang nona muda jadi sedikit pendiam, setelah apa yang asistennya sampaikan tentang apa yang terjadi di ruang privat itu.


Ada sedikit rasa takut yang sempat mampir di pikiran seorang nona muda.


Dia tidak pernah mengira bahwa Kakeknya pernah mengajukan pinjaman pada sebuah perusahaan yang menjadi saingan Hotelnya.


" Kenapa Kek "


" Kenapa tidak pernah memberitahuku tentang masalah keuangan yang ada di perusahaan "


Alicia hanya bisa berbisik sambil mengingat percakapan antara dirinya dan Fenti di ruang privat


" **nona, sepertinya hanya nona yang bisa membantu Tuan Besar melalui masalah ini. sebelum para pemegang saham tau apa yang sudah terjadi di perusahaan. "


" Lalu apa yang bisa aku lakukan, haruskah aku memohon pada orang itu ? "


" Kalau itu bisa menyelamatkan perusahaan dan nama baik keluarga nona, saya kira tidak ada ruginya nona "


" menurutmu begitu "


" Ya.. Nona " fenti menyakinkan**.


"Orang seperti apa kamu sebenarnya Tuan Mahardika.. Apa yang harus aku lakukan untuk membayar semua hutang hutang kakek " isak Alicia.


**


Dengan penuh percaya diri Alicia memasuki lobby gedung A&M Corp.


Dalam hati Alicia membathin, tempat ini benar benar mewah, Alicia mendekati meja resepsionis.


" Selamat Pagi, ada yang bisa saya bantu nona" sapa ramah gadis resepsionis.

__ADS_1


" Pagi "


" Bisakah saya bertemu dengan Tuan Mahardika "


" Apakah Anda sudah membuat janji "


" Sayangnya belum " jawab Alicia


" Maaf nona saya tidak bisa membantu Anda, seharusnya Anda membuat janji dulu " masih dengan senyum ramah gadis itu menjelaskan.


Melepas kaca mata hitamnya Alicia mencondongkan tubuhnya kedepan sedikit mengintimidasi dan mencoba menawar lagi.


" Bisa kau sampaikan pada Sekertarisnya kalau Alicia Hega ingin bertemu dengan Tuan Mahardika dan sedang ada di lobby saat ini. " kali ini Alicia bertanya dengan senyum yang terlihat di paksakan tapi berkesan memerintah bukannya meminta tolong.


" Saya minta maaf nona " gadis itu masih kekeh dengan jawabannya.


" Lakukan !. "


" Atau aku akan membuat keributan dan aku nyakin dengan pasti ini akan jadi hari terakhirmu bekerja di sini " tantang Alicia


Beberapa saat kemudian tanpa menunggu lama Sekretaris Joo keluar dari lift khusus menghampiri Alicia. Dan mempersilahkan Alicia mengikutinya memasuki lift, Dilihatnya orang itu menekan nomer 30.


Ting


Saat pintu lift terbuka yang pertama kali di lihat Alicia adalah hamparan karpet merah seakan di pasang khusus untuk menyambutnya, ggggrrrrrrr hahaha...


Tidak jauh dari tempatnya ada beberapa wanita dan seorang laki laki di balik meja mereka sedang mengetik sambil menatap layar komputer... Mungkin mereka adalah Asisten orang ini bahin Alicia.


" Silahkan masuk nona hega " Joo mempersilahkannya masuk ke ruang kantor sang CEO.


Dengan langkah yang sedikit sombonhlg dia memasuki kantor yang di dominasi warna hitam dan putih. Khas kantor seorang bos mafia bhitin Alicia hampir semua perabot yang ada di sini berwarna hitam hanya tirai dan cat temboknya saja yang berwarna putih. Dan ahhh.. masih ada tanaman juga di tempatkan di pojok ruangan jadi masih ada warna lain di ruangan ini tiba tiba dia tersenyum sendiri, Ok kita lihat seperti apa tampang Sang Bos mafia ini karena di lihatnya ruangan ini sepi penghuni tidak ada si empunya Sang Bos.

__ADS_1


" Sambil menunggu Tuan Mahadika selesai rapat, apa nona ingin minum sesuatu ? Teh atau kopi ? " Joo menawarkan dengan ramah.


" Tidak.. Terima kasih "


" Kalau begitu silahkan nona duduk di sofa, sebentar lagi rapat selesai dan Tuan bisa menemui anda " tanpa menunggu jawabannya dia keluar ruangan dan menutup pintu pelan.


***


Hampir 1 jam lamanya Akhirnya rapat itu selesai.


Andros memasuki kantornya setelah Joo membuka pintunya.


Yang pertama kali di lihat Andros adalah kursi sofa. Andros berbalik memandang Joo.


" Bukankah kau bilang Dia sedang duduk di sofa ? "


" Tapi lihat " sambil menunjuk sofa kosong Andros minta penjelasan.


" Apa yang kau katakan sampai dia melarikan diri dari ruanganku sebelum bertemu denganku ! "


Sebelum Joo menjawab Andros melihat seseorang sedang tertidur di kursi dengan kepala berada di meja kerjanya.


* Siapa yang telah berani duduk dan lebih parahnya sampai tertidur di meja kerja Tuan Mahardika ! Benar benar cari mati dia *


Joo


Andros memberi perintah dengan mengangkat tangannya supaya Joo keluar dan jangan ada yang mengganggu selama gadis itu di ruangannya.


Di hampirinya gadis itu di lihatnya lekat lekat wajah yang selalu menjadi obsesinya selama ini.


**" Kau sendiri yang mendatangi kali ini dan jangan harap kau bisa melepaskan diri dariku. Karena kau milikku sekarang "

__ADS_1


" Aku akan membuatmu menjadi wanita yang berbeda. Dan kau harus menuruti apa yang aku perintahkan ! "**


Senyum kemenangan terbingkai di bibir Sang Bos.


__ADS_2