
Pagi ini cuaca sangat cerah secerah senyuman Alicia. Di mulai dari membangunkan sang bos, memilihkan baju kerja, hingga memakaikan dasipun di lakukan Alicia dengan senyuman. Biasanya sih ogah, tapi kali ini lain Karena semalam Andros sudah memberinya ijin untuk bekerja kembali walau dengan syarat Alicia harus berada di rumah sebelum jam lima sore dan berbagai syarat lainnya yang sekarang sudah di lupakan Alicia karena terlalu senang...
Saat dimeja makan bukan hanya Rey yang merasakan cerahnya Alicia pagi ini tapi ibu juga merasakannya.
" Ada apa denganmu sayang. Apa ada berita bagus pagi ini " ibu bertanya saat Alicia selesai menghabiskan jus jeruknya.
" Iya bu. " masih dengan senyum cerahnya.
" Hari ini akhirnya suamiku mengijinkanku kembali bekerja "
" Ah.. Ku kira berita bagusnya kau sudah hamil." Ibu menghela nafas kecewa.
" Tenang bu, Aku juga sedang berusaha membuatnya hamil ". Andros menjawab kekecewaan ibu dan menatap Alicia. " Benarkan sayang ". Di kecupnya punggung tangan Alicia.
Ah...
Alicia hanya mengangguk kaget tidak biasannya Andros mengumbar keromantisan palsu.
" ibu harap kau secepatnya hamil sayang. Ibu sudah sangat ingin punya cucu perempuan, pasti lucu "
" Aku ingin anak pertama kami laki laki bu bukan perempuan ".
" Memangnya kenapa dengan anak perempuan " serentak tiga penghuni meja makan kompak memprotes Andros tapi yang di protes tetap nyantai tidak menggubris protes mereka.
" Sudah cepat habiskan sarapanmu. Bila tidak ingin terlambat ". Andros berdiri tidak lupa berpamitan pada ibu dan keluar menuju mobil yang sudah siap di depan.
Begitu pula Alicia masih sedikit kesal dengan ucapan Andros tentang anak pertama harus lak laki. Memangnya kenapa dengan anak perempuan. Saat sudah di depan pintu sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan Alicia, sang sopir langsung turun dan membuka pintu belakang untuk Alicia.
* * *
Setibanya di hotel seperti mimpi bagi Alicia maklum karena sudah beberapa bulan semenjak menikah Alicia tidak di ijinkan keluar. * Aku tidak sabar ingin segera menempati kursi kesayanganku *.
__ADS_1
Saat tiba di lantai 10 Alicia segara menuju ruangannya tapi seorang sekretaris yang tidak di kenal Alicia mencegahnya masuk.
" Maaf nona anda siapa ?. "
" Anda tidak di perbolehkan masuk karena sepertinya tuan vero sedang tidak ingin di ganggu ". Kata sekretaris dengan ramah.
" hah.. Kau siapa, dan siapa Tuan Vero? "
" Maaf nona saya tidak bisa memberitahu Anda ".
" Kau tidak tau sedang bicara dengan siapa ?, beraninya melarangku masuk ke ruanganku sendiri."
Alicia maju mendekati sang sekretaris di tunjuknya dada sekretaris " Mulai hari ini kau ku pecat. Pergi dari sini dan ambil gajimu di bagian keuangan. "
" Tapi nona... "
Belum selesai bicara pintu ruang direktur terbuka dan tuan vero keluar karena mendengar keributan.
Dia sudah di beritahu kalau hari ini nona Alicia akan kembali bekerja tapi bukan sebagai direktur lagi tapi sebagai recepsionis itu adalah perintah presdir
" Apa katamu ' Recepsionis '. ! "
" Aku.. Pemilik hotel ini menjadi recepsionis di hotelku sendiri ". Tidak percaya ingin rasanya melempari kepala laki laki di hadapannya dengan vas bunga di meja sekretarisnya.
" Aku harus menelpon kakek, aku ingin tau apa maksud kakek " tapi belum sempat memencet angka tuan vero memberitahu bahwa saat ini Hotel XX sudah tidak di miliki keluarga Hega lagi. Meski masih menggunakan nama yang sama tapi sudah berganti pemilik.
" Anda bisa minta penjelasan pada pak presdir. Kebetulan beliau saat ini ada disini di lantai 15." Jelas vero
" hahh... Pak presdir ? " tidak percaya dengan pendengaran dan rasa penasarannya Alicia menatap tajam vero tanda dia ingin di pertemukan oleh orang yang sudah mencuri Hotelnya.
* Apa yang akan di katakan Andros saat tau kalau Hotel yang aku banggakan ini sekarang jadi milik orang lain. Dan lebih parahnya aku bukan lagi seorang direktur di hotel ini tapi hanya sebagai recepsionis. Aku tidak percaya ini. Andros pasti akan melarangku dan bakal mengurungku lagi di rumah kalau tau aku hanya jadi recepsionis.sungguh miris *
__ADS_1
Ting.
Pintu lift terbuka di lantai 15. Dada Alicia berdebar karena ternyata dunianya terbalik dia hanya wanita miskin sekarang. Mengikuti langkah kaki vero di belakang Alicia mengamati perubahan di lantai 15 ini yang berubah jadi lebih elegan dan mewah.
Setelah Ketokan yang ke tiga pintu di buka dari dalam. vero masuk dan di ikuti Alicia.
* siapa dia yang duduk di kursi yang biasa kakek duduki, karena aku nyakin orang yang duduk di kursi itu bukan kakak. *
" Kau boleh kembali ke ruanganmu vero ". Sebuah suara mengembalikan pikiran Alicia yang tadinya masih melamun
* sepertinya suara ini tidak asing bhatin nya"
Dan betapa terkejutnya Alicia saat kursi singgasana sang presdir berputar menghadapnya. Jantung Alicia hampir copot karena kejutan yang di berikan padanya benar benar membuatnya dasyat. Dadanya terasa nyeri.
" Kenapa ? " Alicia bertanya dengan bibir bergetar
" Kenapa berbohong tentang semua ini. Kau tau Hotel ini begitu berharga buatku. Kenapa kau tega berbohong padaku " teriak Alicia marah dengan air mata yang mulai menetes deras.
" Aku tau seberapa berharganya Hotel ini buatmu makanya aku membeli semua sahamnya agar tidak jatuh ketangan orang lain. " masih acuh Andros menjelaskan awal mula dia mengambil alih semua Hotel XX. Dan sekarang semua Hotel XX berada di bawah menejemen A&M corp.
Alicia mengepalkan kedua tangannya saat mendengar penjelasan Andros dan alasannya mengambil alih Hotel dan Andros melihat itu rasanya hatinya ikut sakit melihat Alicia menangis tanpa suara. Ingin rasanya memeluk tubuhnya dan menciuminya sampai kesedihannya menghilang, Tapi dia tetap diam di tempat duduknya tidak beranjak sedikitpun hanya mengawasi Alicia dengan tangan yang tanpa sadar juga ikut mengepal.
Tanpa bicara dan masih dengan kemarahannya Alicia berbalik menuju pintu membukanya dan keluar dari sana dalam diam dan tanpa berpamitan. Joo yang sedari tadi menunggu di luar menundukkan kepala saat Alicia melewatinya. Dan langsung menghubungi pengawal untuk mengikuti Alicia.
Joo mengeluarkan telponnya saat berdering dan melihat nama Tuan Andros muncul di layar.
" Ya Tuan "
" Saya sudah menyuruh pengawal mengikuti nona, Anda tidak perlu kuatir. "
Joo menutup telponnya.
__ADS_1
* Nona suatu saat nanti anda akan tau alasan kenapa Tuan Andros mengambil alih semua Hotel XX. Karena ini semua demi Anda nona* Joo.