Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Janji Andros


__ADS_3

Hari sudah hampir malam saat mereka akhirnya tiba di rumah. Pak min sudah menyambut mereka di depan pintu bersama para asisten rumah tangga yang lain. Karena terlalu lelah Andros dan Alicia hanya menganggukkan kepala ke arah pak min dan langsung menuju kamar mereka.


Saat melihat ranjang Alicia langsung ambruk di atasnya. "Otot dan tulangku sakit semua, perjalanan ini sungguh melelahkan tapi aku senang bisa melihatmu tertawa sepanjang hari".


"Mandilah dulu sana biar badanmu segar, sudah ku siapkan air panas untukmu berendamlah sebentar". Setelah memberi saran Andros masuk me kamar mandi yang lainnya, disana hanya ada shower disana.


Alicia mendengar suara air, Andros pasti sedang mandi. Alicia bangun bukannya pergi ke kamar mandi yang sudah di siapkan Andros dia malah masuk ke kamar mandi di mana Andros berada.


Ceklek....


Tidak terkunci


Andros menoleh ke belakang saat pintu di buka, dahinya mengerut saat Alicia masuk dan bergabung dengannya di bawah guyuran air shower.


"Apa aku boleh bergabung Tuan ".


"Dengan senang hati nyonya".


Segara Andros melucuti semua pakaian Alicia dan mandi bersama. "Menghadaplah kesana biar aku sabuni punggungmu, sekarang menghadap padaku. " dalam kegiatan sabun menyabunnya selalu di selingi dengan kecupan-kecupan dari Andros yang membuat Alicia terkekeh karena sensasi geli yang di timbulkannya. "Gantian ". Andros menyerahkan sabun ke tangan Alicia.


Acara mandinya berjalan cukup lama karena di selingi dengan kegiatan yang menguras tenaga juga. Masih dengan tertawa mereka keluar dengan Alicia di gendongannya. Andros menutunkan Alicia di ranjang dan langsung menyelimutinya.


"Aku mau pakai baju tidur dulu " alicia berusaha bangun


"Tidak perlu karena aku pasti akan melepasnya lagi, tetap di situ jangan membantah". Andros membunyikan bel dan menyuruh pak min menyiapkan makan malam agar di antar di kamar karena mereka tidak akan turun.

__ADS_1


"Ini namanya gak adil " omel Alicia, " kau memakai jubah mandi sedang aku gak boleh pakai apapun ". Melihat ke bawah dengan getir.


Andros meliriknya.


"Jangan khawatir ini hanya sementara, paling tidak saat pak min mengantar makan malam kita nanti salah satu dari kita ada yang masih berpakaian sopan. " Andros membuka Hp yang seharian tadi di matikannya terdapat banyak sekali pesan disana dan kebanyakan dari Joo yang lainnya dari Dion.


Tok tok...


Andros mematikan Hpnya dan membuka pintu.


"Masuk dan letakkan semua di meja. Dan jangan melihat ke arah tempat tidurku ".


"Ya Tuan ".


"Kemarilah... Kita makan dulu sebelum dingin " Andros meneliti nemu apa saja yang di sajikan malam ini.


Alicia melilitkan selimut tebal di tubuhnya dan mendekati meja.


"Lepaskan saja selimutnya itu hanya akan membuatmu susah mengambil makanan".


"Dan kau akan melihat semuanya ?"


" Aku tidak akan mengotori mata indahmu itu sayang. Jadi biarkan selimut ini tetap membuatku aman, ok ". Alicia memasukkan makanan sesendok penuh ke mulutnya.


"Terserah kau saja.. "

__ADS_1


Selesai makan mereka kembali ke ranjang, Alicia tidur di lengan Andros yang memeluknya dan dengan lembut mengusap usap rambut Alicia.


"Sayang.... "


"Hemm".


"Apa kau menginginkan kehadiran seorang anak di pernikahan ini ?". Pertanyaan Alicia membuat Andros terpaku.


"Sayang.... Apa kau mendengarku ?" Alicia mendongak memandang suaminya. "Apa kau menginginkan anak dariku ?".


Andros masih tetap diam.


"Bila anak itu lahir kelak, bagaimana denganku ? Apa aku masih bisa bersamamu ? Apa aku masih boleh merawat atau paling tidak aku masih boleh melihat anak itu nanti. "


"Apa kau akan langsung mengusirku saat anak itu lahir nantinya ?. "


"Andros tolong beritahu aku apa yang akan terjadi padaku ? "


"Karena aku takut kau akan meninggalkanku suatu saat nanti. " Alicia mulai menangis membayangkan apa yang terjadi jika semua ketakutannya menjadi nyata dan dia harus kehilangan suami dan anak yang baru di lahirkannya nanti.


"Tolong bicaralah sayang... Jangan diam saja ?. "


"Aku akan tidur di ruang tamu saja malam ini " sebelum Alicia sempat bangun dari pelukannya Andros sudah memeluknya erat mencium tengkuk Alicia.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku Alice. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Aku tidak perduli berapapun anak yang akan kau lahirkan nantinyakau akan tetap menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku !, jadi tak ada yang perlu kau takutkan lagi sayang". Janji Andros

__ADS_1


__ADS_2