Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Maaf...


__ADS_3

Hari mulai gelap saat mobil sedan hitam memasuki gerbang utama dan berhenti tepat di depan tangga depan pintu masuk rumah utama.. Pak min sudah menanti kedatangan majikannya dengan perasaan antara cemas dan takut. Walaupun seperti biasanya pak min selalu melaporkan apa yang terjadi di rumah plus kepergian sang nona muda yang saat ini belum juga kembali. Joo hanya melirik sekilas ke arah pak min dan terus berjalan mengikuti sang Bos memasuki ruang kerja. Joo tau lebih baik diam dulu dan menunggu sang Bos bertanya baru dia akan menjawab karena dia tau saat ini suasana hati sang bos sedang ingin marah karena sang nona muda berani pergi dari rumah dan sampai saat ini belum juga kembali.


*Semoga anda cepat kembali nona bhatin joo, dia tidak tau apa yang akan terjadi saat nona alicia pulang nanti*


"Pulanglah, kau pasti juga lelah Joo" di pijatnya ruang di antara kedua matanya saat melihat Joo mulai menyalakan laptopnya.


"Apa anda ingin saya menjemput nona di rumah keluarga hega tuan" joo bertanya dan menutup laptopnya tanpa mematikannya


"Tidak perlu"


"Anda sebaiknya istirahat tuan. "


"Dan sepertinya nona alicia baru saja kembali, pak min baru saja memberitahu kalau nona baru saja masuk ke kamarnya"


Andros hanya meliriknya lalu menghela nafas panjang. Tidak di sangka baru saja menginjak satu minggu usia pernikahan mereka alicia sudah berani melanggar perintahnya. Dan aku pasti akan menghukumnya agar dia tau aku tidak pernah menerima kesalahan sekecil apapun. Bangkit dari kursi andros melangkah keluar ruangan dan menaiki anak tangga menuju kamarnya meninggalkan Joo yang masih di ruang kerja.


Tidak ada siapapun di kamar, mungkin di kamar mandi bhatinnya.


"Kau sudah pulang" suara terdengar sedikit terkejut dan takut karena ternyata sang bos sudah berada di kamar.


"Heemm"


"Maaf aku pulang terlambat" di hampirinya sang bos yang telah duduk di sofa sambil melihat tv

__ADS_1


Hening


Tak ada jawaban karena andros hanya diam dan melihatnya tanpa memberi jawaban ataupun memaafkan keterlambatannya.


"Apa kau marah ?"


"Ohh ayolah kau tak mungkin melarangku untuk bertemu dengan kakekku dan teman temanku kan ?. "


Masih terus di perhatikannya tingkah polah alicia yang sekarang sudah berada di atas tempat tidur sambil menarik selimut sampai menyentuh dagunya. Emangnya dia pikir dengan begitu aku akan melepaskannya? Kau salah besar nona ! Karena aku akan memberimu palajaran dengan membuatmu tidak bisa tidur sepanjang malam ini. Sambil tersenyum dia memasuki kamar mandi.


***


"Dia benar benar marah ya"


Di liriknya pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.


"Apa aku tidur di kamar tamu saja malam ini ya, paling tidak sampai dia sudah tidak marah lagi. Lagian yang seharusnya marah itu kan aku karena dia sudah mengurungku di rumah ini selama seminggu lebih."


"Tapi tetap saja aku takut menghadapinya malam ini"


Ceklek.


Terdengar suara pintu di buka Andros keluar masih mengenakan kimono mandi mengintari tempat tidur lalu menyelinap di balik selimutdi letakkannya bantaldi belakang tubuhnya sebagai sandarannya.

__ADS_1


Alicia pura pura sudah tidur dalam hati dia berdoa semoga malam ini sang bos langsung tidur saja karena dia pasti lelah karena perjalanannya. Amin


Tapi apa ini ada sedang mencium tengkukku dan terkejut saat sesuatu menekannya di belakang tubuhnya. Alicia merapatkan matanya tidak berani bersuara apalagi saat dadany di belai lembut dan berubah menjadi remasan. Sakit reflek tangannya memindahkan tangan andos dari dadanya, dan di balas dengan geraman.


"Diam"


Dalam sekali tarikan gaun alicia langsung terkoyak. Rasanya alicia ingin menangis saat melihat gaun yang telah di belinya tadi siang sekarang sudah berubah jadi kain lap.


"Kau suka sayang" suara serak andros terdengar di telinga alicia


"Aku akan melakukan pekerjaan malam ku sekarang. Dan karena kau sudah berani melanggar perintahku maka malam ini aku akan memberimu pekerjaan tanpa istirahat malam ini" diciumnya paksa bibir alicia hingga alicia hampir kehabisan nafas jika andros tidak melepaskan ciumannya.


***


02.45wib


"Tidurlah, kau pasti sudah kelelahankan" andros menyelemuti alicia dan memeluknya erat.


Alicia yang kelelahan hanya bisa menganggukan kepala sambil melingkarkan tangan kanannya di pinggang suaminya.


Di belainya pipi alicia sambil berbisik di telinganya, "Wanita hebat" dan senyuman yang tadinya cuman senyuman sinis berubah jadi senyum kepuasan.


Daa aku menantikan kejutan apa yang akan kau berikan saat ibuku tiba di sini besok pagi. Dan ya benar aku sangat menantikannya Alicia.

__ADS_1


__ADS_2