
"Selamat Pagi sayang.. ".
Ucapan selamat pagi pertama dalam kurun waktu 4 bulan semenjak mereka menikah. Dengan malu malu di peluknya pinggang Andros dari belakang sambil di menempelkan pipinya di punggung suaminya. Andros yang mendapat perlakuan itu terkejut dan dengan cepat menyembunyikan rasa terkejut sekaligus senang dengan kejutan selamat paginya tapi tetap tidak merubah posisinya dengan tetap menghadap jendela kaca yang memperlihatkan halaman rumah yang cukup luas rumput yang hijau terawat dan para pembantu rumah tangganya yang sedang sibuk melakukan aktifitas mereka.
Sebenarnya dia cukup senang dengan posisi mereka sekarang dengan tubuh Alicia yang menempel ketat di punggungnya serasa ada aliran listrik kecil yang tiba tiba membuat jantungnya berdetak sedikit cepat pagi ini.
Mungkin ini efek kopi yang aku minum tadi bhatinnya.
"Selamat Pagi juga sayang". Setelah membalikkan badan dan sekarang mereka saling berhadapan. Di rengkuhnya wajah Alicia dengan kedua tangannya dan di ciumnya bibir istrinya.
"Apa yang membuatmu begitu senang pagi ini, sampai harus memelukku seerat ini". Kembali mencium bibir pink istrinya tapi kali ini sedikit lama dari yang pertama hingga membuat Alicia susah bernafas.
"Kau sudah janji akan memberiku pekerjaan" Alicia menjawab dengan nafas terengah engah efek ciuman selamat paginya.
"Ahhh... Karena itu ternyata". Pura pura sedikit kecewa Andros melepas pelukan Alicia di pinggangnya dan mundur sedikit.
"Kenapa ?. "
"Jangan bilang kau ingkar janji ya. Janji itu adalah hutang dan kau akan berdosa karena ingkar janji".
Ohh... Bidadari cantikku sedang mengancamku pagi ini setelah memberikan sedikit kejutan tadi. Menarik.
"Tentu.. Aku tidak lupa, aku sudah mengaturnya untukmu tapi apapun pekerjaan yang aku berikan padamu kau harus menerimanya".
"Yes sir". Alicia menjawab dengan cepat
"Tidak boleh mengeluh apa lagi mendebatnya".
__ADS_1
"Ya Tuan".
"Karena tidak ada yang tau kalau kau istriku maka kau harus berjuang sendiri."
"Maksutnya apa, kenapa aku harus berjuang sendiri, memang pekerjaan macam apa yang akan kau berikan padaku". Alicia sedikit bingung dan minta pencerahan dari sang Bos
"Hanya ada lowongan sebagai recepsionis di Hotelku dan kau akan mengisi lowongan itu." Andros melihat ekpresi terkejut di wajah Alicia
Setelah mendengar kalau dia hanya akan mendapat pekerjaan sebagai penerima tamu Alicia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya dengan pelan dia bertanya.
"Kenapa harus recepsionis ? Bukankah kau memiliki begitu banyak perusahan tidak bisakah kau memberiku posisi yang lebih manusiawi".
"Apa kau pikir pekerjaan sebagai recepsionis tidak manusiawi !".
"Rasanya aku tidak percaya itu keluar dari bibir yang sudah ku cium tadi".
"Terima itu atau jangan pernah bermimpi untuk bisa keluar dari rumah ini".
Kemarahan Andros sedikit naik kepermukaan, tak ada lagi sepasang mata ramah saat ini. Yang ada adalah sepasang mata mengancam bak srigala yang sedang marah.
Alicia mundur setelah melihat perubahan air muka Andros. Dia tau kalau kata katanya sudah membuat suaminya marah. Tapi aku kan istrinya masak iya aku harus bekerja jadi penerima tamu. Rasanya aku ingin menangis. Dengan berat Alicia menerima pekerjaan itu.
"Ya. Aku terima".
"Bisa di ulang.. Karena aku tidak mendengarmu".
"Ya.. Aku menerima pekerjaan sebagai recepsionis". Kali ini sedikit lebih keras
__ADS_1
"Ok... Tapi selama kau bekerja akan ada larangan larangan yang akan mengikutimu". Andros masih memperlihatkan sikap marahnya dan tak berniat merubahnya.
Ahhh taktik apa lagi ini sih..
"Larangan apa ?. "
"Aku melarangmu menjalin bertemanan dengan pria manapun atau berlama lama bicara dengan pria manapun. Apalagi sampai pergi beriringan dengan pria".
"Itu syarat yang pertama".
* Hahhh.... Ini sih sudah keterlaluan, masak bicara dengan pria tidak boleh, trus kalau tamunya pria masak aku harus diam saja tidak melayaninya*
"Bukannya tadi kamu bilang tidak akan ada yang tau kalau aku sudah menikah denganmu jadi kan artinya aku masih single donk. Dengan kata lain aku masih jomlo". Cengiran Alicia malah membuat Andros semakin marah.
"Coba saja langgar peraturan tadi. Dan kau akan cepat mendapatkan hukumanmu".
"Apa... Hukuman lagi ". Alicia tidak percaya kalau masih akan ada hukuman di sini.
"Jangan banyak bicara, cepat mandi. "
"Joo akan datang 10menit lagi". "Dia akan mengantarmu 10meter sebelum tiba di Hotel tempatmu bekerja. Setelah itu kau bisa berjalan kaki dari situ. Dan jangan pernah melepaskan cincin kawinmu".
Andros memberi tanda bahwa dia akan terus mengawasinya.
"Ya.. Iya aku mandi ".
Saat Alicia sudah masuk ke kamar mandi Andros segela mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Joo, memerintahkannya dalam 10menit harus sudah tiba di rumah besar. Sedang yang di telpon hanya bisa mengangguk di depan ponselnya sambil menangisi sarapanya karena harus segera meninggalkannya tanpa menyentuhnya.
__ADS_1