
Setelah acara ramah tamah perkenalan pegawai baru dengan pegawai lain dan pengenalan ruang kerja serta sistem kerja plus jadwal kerja. Alicia di antar ke tempat yang tak asing baginya, ya sebuah meja besar lengkap dengan seperangkat komputer dan laci laci tempat kunci kunci kamar di tempatkan.
*Ya disinilah aku sekarang menjadi pegawai rendah, kakek inikah yang kau inginkan dari pernikahanku. Ohhh... Aku tidak ingin meratapi kemalanganku lagi di banding dengan aku harus di kurung di rumah ini jauh lebih baik*. Alicia menyemangati diri sendiri.
"Semangat Alice kau pasti bisa !".
"Hai... Halo kau pegawai baru ya".
"Perkenalkan namaku maya, nama mu siapa?. Seorang gadis menyapaku dan memperkenalkan dirinya.
"Aku Alicia, panggil aku Alice. Dan yahh aku pegawai baru." Alicia tersenyum kecut. Kurasa saatnya aku mendapat teman baru.
"Kita bisa berteman, aku juga baru 2 bulan bekerja disini. Semoga kau betah ya".
Hahh..... Aku memang sedang berusaha untuk betah kerja disini maya, demi melihat indahnya dunia luar.
__ADS_1
"Memang kenapa ?. Apa sebelumnya ada yang tidak betah bekerja di sini". Alicia penasaran dengan kata kata maya barusan dan sekedar bentuk keramahannya saja.
"Sebenarnya kemarin ada pegawai yang tidak sengaja melakukan kesalahan kecil tapi terpaksa mengundurkan diri karena Sang bos tidak pernah memaafkan kesalahan sedikit saja meski itu hal sepele". Maya menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan "Apa lagi Tuan Joo dia tidak lebih baik dari Tuan muda. Dia langsung main memberi amplop dan mengusirnya keluar dari hotel dan di larang mendekati semua Hotel di bawah naungan A&M Corp".
"Memang apa isi amplop itu".
"Masak kau tidak tau isinya apa". Maya tidak percaya kalau teman barunya sepolos itu
Alicia hanya menggelengkan kepala.
"Isinya uang Alice. Dan jumlahnya sangat banyak kira kira 3 bulan gajinya. Katanya sebagai pesangonnya". Maya yang tidak sadar dengan kehadiran Andros dan Joo yang saat ini sudah ada di depan meja mereka masih semangat menggosipkan mereka berdua.
"Kau tidak punya pekerjaan lain Nona selain menggosip di tempat kerja". Dengan tatapan sinis Joo langsung menghentikan acara gosip pagi antara nona mudanya dan pegawainya.
Keduanya sama sama terkejut dan baru sadar kalau di depan mereka sudah berdiri sekretaris Joo dan Sang Bos. Maya yang merasa bersalah dan sangat ketakutan langsung menundukkan kepala serendah mungkin tidak berani menatap wajah mereka dan terus menerus meminta maaf tanpa henti.
__ADS_1
Joo yang melihat maya menunduk dan terus mengucapkan kata maaf tetap tidak bergeming. Tapi setelah melihat nona mudanya otomatis langsung menundukan kepala juga tanda hormatnya pada istri Tuan mudanya.
"Nona Alicia apa pekerjaanmu terlalu santai ? Sampai bisa bergosip tentang Bos mu di pagi hari apalagi di hari pertamamu bekerja. Apa kalian juga minta di beri amplop juga". Andros memajukan tubuhnya ke depan menatap Alicia tajam. Ada aura panas di mata Andros yang di tahannya mengingat ini masih di lngkungan kerja.
Cihh... Dikiranya aku takut apa dengan ancamannya. Ya memang aku sedikit takut tapi hanya takut di kurung di rumah besar lagian kenapa juga pagi pagi sudah keliling mencari kesalahan orang... Dasar Bos kurang kerjaan.
"Saya lebih memilih Anda memberi saya kartu ajaib tanpa batas limit ke timbang amplop Tuan karena itu lebih berguna untuk saya".
Disampingnya maya yang lebih terkejut mendengar jawaban Alicia wajahnya menjadi pucat dan bertambah takut. Dia langsung menyenggol tangan Alicia untuk diam dan menyuruhnya melakukan persis seperti apa yang sedang dia lakukan agar nasib mereka tidak sama seperti temannya yang sudah di pecat duluan.
Gerakan tangan Maya tidak luput dari penglihatan Andros dan itu membuatnya tidak suka. Joo yang juga melihat itu langsung sadar kalau Tuan mudanya tidak suka dengan kedekatan gadis itu dengan nona Alicia langsung menyuruhnya untuk mundur menjauhi Alicia.
*'ingin rasanya aku menariknya keluar dari belakang meja itu dan menyeretnya ke ruang kerjaku lalu menghukumnya seharian hingga membuatnya tidak sanggup berdiri apalagi berjalan dengan kedua kakinya *. Andros benar benar du buat geram dengan jawaban Alicia tapi dia tidak bisa berbuat banyak karna ada tamu datang yang menghampiri meja recepsionis mereka untuk meminta pelayanan.
"Selamat Pagi Tuan tuan, ada yang bisa saya bantu ?. Alicia tersenyum secerah mentari pagi hanya untuk membuat Andros di bakar api kemarahan. Ini adalah balas dendam yang manis karena sudah membuat kedua kakiku sakit. Alicia
__ADS_1
"Nyalimu besar sekali sayang". Andros