Aku dan Sang CEO

Aku dan Sang CEO
Joo & Dion 2


__ADS_3

Hujan turun semakin deras saat Dion menghabiskan sisa mie terakhirnya. Malam ini Joo sengaja tidak ingin menyentuh laptopnya karena keberadaan Dion. Joo sengaja bersantai hanya untuk menemani Dion teman sesama SMU dulu walau hanya sekedar minum secangkir kopi seperti saat ini Joo punya firasat tidak enak dengan sikap Dion yang tidak seperti biasanya. Joo memperhatikan Dion yang sedang menikmati kopi pahitnya sambil menerawang kearah jendela kaca. Joo tau pasti ada yang mengganggu pikiran Dion.


"Joo.... "


"Apa kau yang memberitahu Andros tentang Alicia dan aku ?" Dion bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca jendela. "Dan membantunya memanipulasi kehidupan Alicia sehingga Alicia tidak punya pilihan lain selain menikah dengannya untuk menyelamatkan perusahaan kakeknya ?."


Seperti perkiraanku, kau tetap mengkhawatirkan gadis itu Dion. Bhatin Joo


"Apa kau tau Joo... "


"Tidak semua yang kau lakukan akan berdampak baik untuk Andros. Kau juga tau benar bagaimana sifat dan tindakan Andros dulu"


"Aku takut Alicia hanya akan di jadikan sebuah mainan baru baginya, dan jika Andros telah bosan dia akan membuangnya seperti sebuah barang yang tak berguna ke tong sampah".


"Sebelum itu terjadi aku akan merebut Alicia dari Andros. "

__ADS_1


Kalimat terakhir Dion telah mengirimkan sinyal tanda peringatan di otak Joo. secara otomatis mata Joo menatap tajam kearah Dion.


"Aku serius dengan kata-kataku"


"Dan kau..... " Dion memberi tanda anggukan ke arah Joo.


"Kau tidak akan ku biarkan mencampuriku urusanku dengan majikanmu itu".


Joo menghabiskan kopi terakhirnya sebelum menjawab. "Kalau sudah selesai minum kopinya cepat pergi sana Tuan."


"Aku sudah ngantuk dan ingin tidur nyenyak malam ini". Joo sengaja tidak ingin menjawab Dion karena jawabannya sudah pasti. Joo hanya setia pada Andros dan berjanji akan melakukan semua perintah Andros meski harus mengorbankan teman sendiri.


"Tapi ngomong-ngomong aku juga belum sempat membeli tempat tidur Joo. Bisakah kau meminjamkan bantal untukku ?"


"Aku akan tidur disini, disofamu malam ini ".

__ADS_1


Joo diam sambil melihat Dion yang tidak tau malu telah merusak malam minggunya yang syahdu seorang diri.


"Kenapa kau masih melihatku ?, apa kau ingin aku tidur denganmu di ranjangmu itu "tanpa dosa Dion menunjuk ranjang king sidenya


"Tidakkkk !! "


"Jangan pernah bermimpi tentang itu Tuan Dion lagi pula aku tak bernafsu denganmu" dengan kesal Joo mengambil satu bantal di kamar dan menyerahkan ke Dion. Lalu dia masuk ke kamar dan menutup pintunya sampai terdengar bunyi 'klek' suara pintu di kunci.


Dion tertawa sendiri di ruangan itu melihat tingkah Joo yang sok perawan itu. Dia sadar apa yang akan terjadi pada dirinya nanti dan akan berdampak seperti apa nanti dari kelancangannya yang secara gamblang akan merebut istri Tuannya. Dion bisa melihat kilatan marah di kedua mata Joo tadi seakan ingin menghajarnya saat itu juga bila bukan karena keduanya pernah menjadi teman satu sekolah dulu Joo pasti tidak akan menahan diri untuk menghajarnya saat itu juga karena sudah berani mengancam kehidupan Tuan Andros.


Dion menoleh ke arah pintu kamar saat di dengarnya suara pintu di buka dan Joo keluar dari sana duduk di sebelah Dion.


"Geser sana... "


"Bukannya tadi kau bilang mo tidur nyenyak. Apa kau baru saja tersadar kalau ranjangmu terlalu dingin sekarang " goda Dion

__ADS_1


"Ya Dion.. Kau benar sepertinya saat ini aku membutuhkan kehangatan ".


Tanpa aba-aba Joo sudah menguasai seluruh permukaan sofa.. Ereka tertawa saat salah satu di antara mereka terjatuh karena pertarungan di atas sofa.


__ADS_2