Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Undangan pesta teh


__ADS_3

Novel fantasi bergenre romantis 'Putri terlantar dan Pangeran mahkota' adalah cerita klise Kerajaan, yang menceritakan tentang Putri haram 'Iriena Aester' dari keluarga count Aester yang selalu ditindas dan dikucilkan oleh kakak tirinya 'Cayena Aester'.


Cayena Aester sebagai tokoh antagonis di novel 'Putri terlantar dan Pangeran mahkota' yang akan mati di usia mudanya di tangan tokoh utama pria 'Raphaelo Lancaster' karena kejahatan yang dia buat.


Di cerita novel asli, Iriena dan Pangeran Raphaelo akan melangsungkan pertunangan, karena Cayena juga begitu mencintai Pangeran Raphaelo, Cayena tidak terima dan nekat ingin mencelakai adik tirinya Iriena dengan pisau di saat acara berlangsung. Alhasil Pangeran Raphaelo tak tanggung-tanggung melayangkan pedangnya menusuk kearah perut Cayena putri tertua keluarga count Aester itu.


Di sanalah kematian Cayena berlangsung dengan mengenaskan pada usianya 16 tahun.


Pada saat itu, Anasya 22 tahun, yang mati karena kelahan bekerja, melintasi waktu dan merasuki salah satu tokoh di novel yang dia bacanya sebelum mati, dia merasuki tokoh jahat di novel tersebut. Namun kematiannya yang mendadak, tanpa dia sadari bahwa dia sudah merasuki tubuh seseorang setelah dia bangun dari tidurnya, raga dan tempat dia berpijak sekarang sudah jauh berbeda dari dunianya belumnya.


Dia menyadari bahwa dirinya telah merasuki salah satu karakter dari novel favoritnya, tokoh ekstra yang sebagai antagonis dan akan mati mengenaskan.


Karena dirinya adalah tokoh jahat itu sekarang, dia ingin mengubah alur cerita dari novel tersebut, dan hidup bahagia tanpa berakhir menyedihkan.


"Saat ini aku merasuki Cayena si tokoh antagonis yang berusia 14 tahun, dan dikisah novel, dia mati pada umurnya yang ke 16 tahun. Jadi aku masih bisa mengubah alurnya dua tahun mendatang.

__ADS_1


Aku tidak bisa hanya diam saja melihat apa yang akan terjadi dengan diriku, aku tidak ingin mati yang kedua kalinya. Maka dari itu, aku, sebagai pengganti Cayena Aester yang malang, akan mengubah alur dari cerita 'Putri terlantar dan Pangeran Mahkota' dan hidup bahagia."


...*****...


"Undangan pesta teh?!"


"Ya, Nona! Tapi kalau Nona tidak mau datang juga tidak apa." ucap Ina.


"(Seingatku, Cayena asli tidak pernah menghadiri undangan pesta teh dari para Lady, dari itu sangat jarang yang mengundangnya lagi, dan juga Cayena asli tidak memiliki teman karena itu. meskipun undangan ini hanya sebagai formalitas semata, karena Iriena diundang Cayena pasti juga dapat undangan, karena tidak enak bila yang dapat undangan hanya Iriena saja)"


"Sepertinya aku sebaiknya sekali-kali keluar dan bertemu para Lady yang susah payah mengundangku ke acara pesta teh mereka." ucap Cayena tengah memegang undangan tersebut.


"Eh?! bukannya Nona tidak suka dan mengatakan 'acara yang kekanakan' seperti itu!"


"Em, iyakah! memang kekanakan sih, tapi nggak ada salahnya dicoba. Kalau begitu, bantu aku carikan gaun yang bagus."

__ADS_1


"Baik, Nona!"


Tak lama setelahnya, Cayena sudah selesai bersiap-siap dan akan turun kebawah, sebelum itu, Cayena menoleh ke jendela dan melihat Iriena yang akan berangkat memakai kereta kuda tanpa nya.


"Sampai hati ya, dia meninggalkan aku, dia kira aku tidak akan hadir! Ina, ayo turun kita susul adik kecilku."


"Iriena, kamu tidak mengajakku jalan bersama?" sahut Cayena yang keluar dari pintu depan.


"Ah! kak Cayena! kakak mau kemana?" tanya Iriena menoleh ke belakang melihat ke arah Cayena berada.


"Tentu saja pergi ke pesta teh. Bukannya kamu juga mau kesana, bukan!" balasnya.


"I,iya, kalau begitu kita berangkat bareng aja, kak!"


Iriena merasa aneh dengan sikap Cayena yang awalnya tidak suka dengan acara-acara seperti pesta teh, namun sekarang dia melihat kakak tirinya begitu antusias untuk pergi.

__ADS_1


"Boleh, aku juga nggak mau pergi sendiri."


Cayena langsung masuk di kereta kuda tersebut dan beriringan dengan Iriena, juga kedua datang mereka.


__ADS_2